وَوُضِعَ الْكِتَابُ فَتَرَى الْمُجْرِمِينَ مُشْفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَا وَيْلَتَنَا مَالِ هَٰذَا الْكِتَابِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً إِلَّا أَحْصَاهَا ۚ وَوَجَدُوا مَا عَمِلُوا حَاضِرًا ۗ وَلَا يَظْلِمُ رَبُّكَ أَحَدًا
"Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata: "Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya; dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Tuhanmu tidak menganiaya seorang juapun". (Al-Kahfi: 49)
Maka sekecil apa pun yang kita lakukan akan kita lihat nanti di hari perhitungan amal. Termasuk huruf demi huruf yang kau tulis hingga menjadi susunan kata dan kalimat.
Untuk apa untaian kata dan rangkaian kalimat yang kita tuliskan hari ini? Untuk kebaikan kah? Atau untuk tujuan yang endingnya mendapatkan murka dari Alloh.
Ingatlah, bahwa apa yang kita tulis ini akan dimintai pertanggungjawaban di sisi Alloh kelak.








