Perkataan beliau -shollallohu alaihi wa sallam: واليوم الآخر (dan beriman kepada hari akhir). Disebut hari akhir karena akhir dari hari-hari di dunia. Hal ini berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an dan As-Sunnah, ijma salaful ummah dan akal yang selamat. Orang yang mengingkarinya telah kafir. Alloh -ta'ala- berfirman:
زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ
زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا ۚ قُلْ بَلَىٰ وَرَبِّي لَتُبْعَثُنَّ
"Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Muhammad), “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan" (QS At-Taghabun: 7)
Adapun dari As-Sunnah maka telah datang hadits-hadits yang banyak yang menunjukkan akal hal ini, diantaranya yang disebutkan oleh penulis. Salaf telah ijma akan hal ini. Bahkan umat-umat sebelumnya juga telah sepakat, kecuali manusia-manusia nyeleneh yang telah Alloh butakan mata-mata mereka dan pikiran-pikiran mereka. Para rasul seluruhnya telah mengkhabarkan hal ini, demikian pula para nabi, sebagaimana disebutkan dalam Kitab Alloh -azza wa jalla-.
Keimanan terhadap hari akhir mencakup keimanan kepada hari kebangkitan dari kubur, berkumpul (di padang mahsyar), hisab (perhitungan amal), mizan (timbangan amal), surga dan neraka, dan selainnya yang terjadi di hari akhir. Dan buahnya keimanan terhadap hari akhir: bersungguh-sunguh dalam ketaatan kepada Alloh -azza wa jalla- dan membaguskan (ketaatan)nya, mempersiapkan bekal untuk bertemu Alloh dan senantiasa merasa di awasi olehNya.
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal 34-35




0 komentar:
Posting Komentar