Diterjemahkan dari Syarah Al Ushul Ats Tsalatsah Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin rahimahulloh hal 24-25.
Penulis rahimahullah berkata:
وَالرَّبُ هُوَ الْمَعْبُودُ (١) ، وَالدَّلِيلُ (٢) قَوْلُهُ تَعَالَى: {يَا أَيُّهَا النَّاسُ (٣) اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ (٤) وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٥) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ فِرَاشاً (٦) وَالسَّمَاءَ بِنَاءً (٧) وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً (٨) فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقاً لَكُمْ (٩) فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَاداً (١٠) وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ} (١١) [سورة البقرة، الآيتين: ٢٠-٢١] .
قَالَ ابْنُ كَثِيرٍ - رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى (١٢) _: "الخَالِقُ لهذه الأشياء هو المستحق للعبادة "
Rabb Dialah Ma'bud (yang diibadahi) (1), dalilnya (2) firman Allah ta'ala:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ * ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ
"Wahai manusia!(3) Sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu(4) dan orang-orang yang sebelum kamu, agar kamu bertakwa(5). (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan(6) bagimu dan langit sebagai atap(7), dan Dialah menurunkan air (hujan)(8) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezeki untukmu(9). Karena itu janganlah kamu mengadakan tandingan-tandingan(10) bagi Allah, padahal kamu mengetahui(11)". (Al Baqarah: 21-22)
Ibnu Katsir(12) rahimahullah berkata: "Pencipta segala sesuatu yang ada ini, Dialah yang layak untuk diibadahi".
_______________
Penjelasan:
(1). Penulis rahimahullah mengisyaratkan kepada firman Allah ta'ala :
إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثاً وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ أَلا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ
"Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayan di atas Arasy.Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan perintah menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Tuhan seluruh alam". (Al A'raf: 54)
(2). Maksudnya dalil bahwa Rabb (Tuhan) adalah yang layak diibadahi.
(3). Seruan yang ditujukan kepada seluruh manusia dari anak keturunan Adam. Allah 'azza wa jalla memerintahkan kepada mereka untuk beribadah hanya kepadaNya yang tiada sekutu bagiNya.
(4). FirmanNya: الَّذِي خَلَقَكُم (yang telah menciptakan kalian), ini adalah sifat yang menjelaskan sebab pernyataan sebelumnya, yaitu sembahlah Dia karena Dia-lah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian. Oleh karena Dia adalah Tuhan yang Menciptakan maka wajib bagimu untuk beribadah hanya kepadaNya. Berdasarkan hal ini, kita katakan, wajib bagi orang yang menetapkan Rububiyah Allah untuk beribadah kepadanya saja, jika tidak maka dia telah melakukan hal yang bertentangan.
(5). Maksudnya adalah agar kalian memperoleh ketakwaan. Takwa yaitu mengupayakan penjagaan dari siksa Allah 'azza wa jalla dengan mengikuti perintah-perintahNya dan menjauhi larangan - laranganNya.
(6). Yaitu Allah menjadikannya hamparan sehingga kita bisa bersenang-senang di atasnya tanpa ada kesulitan dan keletihan sebagaimana orang yang tidur di atas pembaringannya.
(7). Yaitu di atas kita, karena atap berada di atas. Langit menjadi atap bagi penduduk bumi, yaitu atap yang terpelihara, sebagaimana firman Allah ta'ala:
وَجَعَلْنَا السَّمَاءَ سَقْفاً مَحْفُوظاً وَهُمْ عَنْ آيَاتِهَا مُعْرِضُونَ
"Dan Kami menjadikan langit sebagai atap yang terpelihara, namun mereka tetap berpaling dari tanda-tanda (kebesaran Allah) itu (matahari, bulan, angin, awan, dan lain-lain)." (Al Anbiya': 32)
(8). Yaitu Allah menurunkan air yang suci dari tempat yang tinggi yaitu dari awan. Sebagaimana firman Allah ta'ala:
لَكُمْ مِنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ
"sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya (menyuburkan) tumbuhan, padanya kamu menggembalakan ternak kamu." (An Nahl: 10)
(9). Maksudnya sebagai pemberian untuk kalian. Dan dalam ayat yang lain:
مَتَاعاً لَكُمْ وَلِأَنْعَامِكُمْ
"Untuk kesenangan bagi kalian dan binatang-binatang ternak kalian" (An Nazi'at: 33)
(10). Maksudnya, Allah -yang telah menciptakan kalian, yang menciptakan orang -orang sebelum kalian, yang telah menjadikan bumi sebagai hamparan dan langit sebagai atap, dan yang telah menurunkan hujan dari langit sehingga Dia menumbuhkan tanam-tanaman dengannya yang menjadi rezeki bagi kalian - janganlah kalian jadikan tandingan-tandingan untukNya, hingga kalian ibadahi seperti kalian beribadah kepada Allah, atau kalian mencintainya seperti kalian mencintai Allah. Sebab, hal yang demikian itu tidak pantas bagimu, baik secara akal dan secara syariat.
(11). Maksudnya kalian mengetahui bahwa tiada tandingan bagiNya, dan bahwa di tanganNya segala penciptaan, rezeki, pengaturan. Jangan engkau jadikan sekutu bagiNya dalam masalah ibadah.
(12). Dia adalah Imaduddin abu Fida' Ismail bin Umar Al Qurasyiad Dimasyqy. Al Hafidz yang masyhur, ahli tafsir dan tarikh. Termasuk murid Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Beliau wafat tahun 774.
https://shamela.ws/book/11257/69#p1








