“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Berpegang kepada Sunnah

Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِيْ عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً.

"Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, ‘Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan".

Amalan tergantung Niatnya

Hadits Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu

عن أمير المؤمنين أبي حفص عمر بن الخطاب رضي الله عنه قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول " إنما الأعمال بالنيات , وإنما لكل امرئ ما نوى , فمن كانت هجرته إلى الله ورسوله فهجرته إلى الله ورسوله , ومن كانت هجرته إلى دنيا يصيبها و امرأة ينكحها فهجرته إلى ما هاجر إليه " متفق عليه

Dari Amirul Mukminin Abu Hafsh, Umar bin Al-Khathab radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: “Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya itu kepada Allah dan Rasul-Nya. Barang siapa yang hijrahnya itu Karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya”.

Islam Akan Kembali Asing

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَال َ: قَالَ رَسُولُ اللّهِ قال : بَدَأَ الإِسْلاَمُ غَرِيبا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيباً فَطُوبىَ لِلْغُرَبَاءِ

Dari Abu Hurairah, ia berkata; Rasulullah bersabda, “Islam bermula dalam keadaan asing, dan akan kembali terasing seperti semula, maka beruntunglah orang-orang yang terasing” (HR Muslim)

Amalan Bid'ah Tertolak

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ أَحْدَثَ فِى أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ

“Barangsiapa membuat suatu perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada asalnya, maka perkara tersebut tertolak.” (HR. Bukhari no. 20 dan Muslim no. 1718)

Islam Dibangun di Atas 5 Perkara

عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ: (بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيْتَاءِ الزَّكَاةِ، وَحَجِّ البَيْتِ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ) رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ وَمُسْلِمٌ

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma dia berkata: ”Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Islam itu dibangun di atas lima dasar: persaksian (syahadat) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah subhanahu wa ta’ala dan Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan shalat, menunaikan zakat, haji (ke Baitullah) dan puasa di bulan Ramadhan.” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

Agama Adalah Nasehat

عَنْ أَبِيْ رُقَيَّةَ تَمِيْم بْنِ أَوْسٍ الدَّارِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: الدِّيْنُ النَّصِيْحَةُ قُلْنَا: لِمَنْ؟ قَالَ: للهِ، وَلِكِتَابِهِ، ولِرَسُوْلِهِ، وَلأَئِمَّةِ المُسْلِمِيْنَ، وَعَامَّتِهِمْ. رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus Ad Dari radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Agama itu nasihat.” Kami bertanya: ”Untuk siapa?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: ”Untuk Allah, untuk kitab-Nya, untuk Rasul-Nya, untuk pemimpin kaum muslimin dan seluruh kaum muslimin. (HR Bukhari dan Muslim)

Tampilkan postingan dengan label Tanya Jawab. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tanya Jawab. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2020

Contoh Sifat Dzatiyah Dalam Al-Qur'an

Pertanyaan:
Terlah berlalu penjelasan bahwa sifat-sifat Alloh -ta'ala- terbagi atas Dzatiyah dan Fi'liyah. Apa contoh sifat Dzatiyah dari Al-Kitab(Al-Qur'an)?

Jawab:
Misalnya firman Alloh -ta'ala-:
بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ
"Bahkan kedua tanganNya terbuka" (QS Al-Maidah: 64)

 كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ
"Segala sesuatu binasa kecuali wajahNya" (Al-Qosos: 88)

وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
"tetapi wajah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal." (QS Ar-Rahman: 27)
 وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي
"dan agar engkau diasuh di bawah pengawasan-Ku" (QS Taha: 39)

 أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ
"Alangkah terang penglihatan-Nya dan alangkah tajam pendengaran-Nya" (Al-Kahfi: 26)
 إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى
"sesungguhnya Aku bersama kamu berdua, Aku mendengar dan melihat."(QS Thaha: 46)

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا
"Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya". (QS Thaha: 110)
وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا
"Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung." (QS An-Nisa': 164)

وَإِذْ نَادَى رَبُّكَ مُوسَى أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zhalim itu" (QS Asy-Syu'araa: 10)

 وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ
"Tuhan menyeru mereka, “Bukankah Aku telah melarang kamu dari pohon itu" (QS Al-A'raf: 22)

 وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ
"Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia (Allah) menyeru mereka, dan berfirman, “Apakah jawabanmu terhadap para rasul?” (QS Al-Qashas: 65)
 dan ayat-ayat selainnya.



[مثال لصفات الذات من الكتاب]
س: تقدم أن صفات الله تعالى منها ذاتية وفعلية، فما مثال صفات الذات من الكتاب؟
جـ: مثل قوله تعالى: {بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ} [المائدة: ٦٤] {كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ} [القصص: ٨٨] {وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ} [الرحمن: ٢٧] {وَلِتُصْنَعَ عَلَى عَيْنِي} [طه: ٣٩] {أَبْصِرْ بِهِ وَأَسْمِعْ} [الكهف: ٢٦] {إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَى} [طه: ٤٦] {يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا} [طه: ١١٠] {وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا} [النساء: ١٦٤] {وَإِذْ نَادَى رَبُّكَ مُوسَى أَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ} [الشعراء: ١٠] {وَنَادَاهُمَا رَبُّهُمَا أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَنْ تِلْكُمَا الشَّجَرَةِ} [الأعراف: ٢٢] {وَيَوْمَ يُنَادِيهِمْ فَيَقُولُ مَاذَا أَجَبْتُمُ الْمُرْسَلِينَ} [القصص: ٦٥] وغير ذلك.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Selasa, 24 November 2020

Pembagian Asmaul Husna dari sisi Pemutlakannya kepada Alloh -'azza wa jalla-



Pertanyaan: Berapa macam pembagian asmaul husna dari sisi pemutlakannya kepada Alloh 'azza wa jalla?

Jawab:
Di antara nama-nama Alloh ada yang dimutlakkan kepada Alloh secara tersendiri maupun dengan nama yang lain, yaitu yang mengandung sifat kesempurnaan dengan mutlak. Seperti  Al-Hayyu (Maha Hidup), Al-Qayyum(Maha Mengurusi MakhlukNya), Al-Ahad (Maha Esa), As-Shomad (Tempat bergantung bagi para makhlukNya).

Dan di antara nama-nama Alloh ada yang dimutlakkan hanya dengan muqabalahnya (sifat kebalikannya).
Yaitu, apabila disebutkan sendirian mengesankan sifat yang kurang seperti Adh-Dhaar (yang memberi mudharat) An-Nafii' (Yang memberi manfaat), Al-Khafidh (Yang Merendahkan) Ar-Rafii' (Yang Meninggikan), Al-Mu'thi (Yang Memberi Karunia) Al-Manii' (Yang Menghalangi),  Al-Mu'izz (Yang Memuliakan) Al-Mudzill (Yang Menghinakan) dan yang semisalnya. Tidak boleh memutlakkan Adh-Dhar (Yang Memberi mudharat), Al-Khafidh (Yang Merendahkan), Al-Manii' (Yang Menghalangi) dan Al-Mudzill (Yang Menghinakan) secara sendirian. Dan nama-nama itu tidak dimutlakkan sama sekali dalam wahyu, dalam Al-Qur'an tidak pula dalam As-Sunnah. Demikian pula namaNya Al-Muntaqim (Pemilik siksaan) tidaklah disebutkan dalam Al-Qur'an kecuali dengan menyebutkan hal yang berkaitan dengannya seperti firman Alloh ta'ala:
إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ
"Sungguh, Kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang berdosa" (QS Sajdah: 22)
Atau dengan menyandarkan ذو (pemilik) kepada sifat yang musytaq darinya sebagaimana firman Alloh -ta'ala-:
وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ
"Allah Mahaperkasa lagi mempunyai hukuman"(QS Ali Imron: 4)




[أقسام الأسماء الحسنى من جهة إطلاقها على الله عز وجل]
س: كم أقسام الأسماء الحسنى من جهة إطلاقها على الله عز وجل؟
جـ: منها ما يطلق على الله مفردا أو مع غيره، وهو ما تضمن صفة الكمال بأي إطلاق، كالحي القيوم الأحد الصمد ونحو ذلك، ومنها ما لا يطلق على الله إلا مع مقابله، 
وهو ما إذا أفرد أوهم نقصا كالضار النافع، والخافض الرافع، والمعطي المانع، والمعز المذل، ونحو ذلك، فلا يجوز إطلاق الضار ولا الخافض ولا المانع ولا المذل على انفراده، ولم يطلق قط شيء منها في الوحي كذلك لا في الكتاب ولا في السنة، ومن ذلك اسمه تعالى المنتقم، لم يطلق في القرآن إلا مع متعلقه كقوله تعالى: {إِنَّا مِنَ الْمُجْرِمِينَ مُنْتَقِمُونَ} [السجدة: ٢٢] أو بإضافة ذو إلى الصفة المشتق منها كقوله تعالى: {وَاللَّهُ عَزِيزٌ ذُو انْتِقَامٍ} [آل عمران: ٤] .

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-
 

Jumat, 06 November 2020

Pembagian Penunjukkan Asmaul Husna Berdasarkan Kandungannya


Pertanyaan:
Ada berapa macam penunjukkan asmaul husna berdasarkan kandungannya?

Jawab:
Ada empat macam:

PERTAMA: isim alam (nama) yang mencakup seluruh makna-makna asmaul husna yaitu Alloh. Oleh karenanya seluruh asmaul menjadi sifat bagiNya, sebagaimana firman Alloh -ta'ala-:
هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ
"Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa" (QS Al-Hasyr: 24) 
Dan yang semacamnya. Dan isim Alloh sama sekali tidak pernah menjadi tabi'(mengikuti) kepada asma selainnya.

KEDUA: asma yang menjadi sifat Dzat Alloh -'azza wa jalla- . Seperti nama Alloh -ta'ala- As-Samii' (Yang Maha Mendengar) yang mengandung pendengaranNya yang melingkupi seluruh suara, baik yang tersembunyi ataupun yang terang terangan. Dan namanya Al-Bashiir (Yang Maha Melihat) yang mengandung penglihatanNya yang melingkupi seluruh yang kelihatan baik yang samar maupun yang jelas. Dan namaNya Al-Aliim(Yang Maha Mengetahui) yang mengandung ilmuNya yang meliputi (segala sesuatu) yang: 
لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْبَرُ
"Tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya sekalipun seberat zarrah baik yang di langit maupun yang di bumi, yang lebih kecil dari itu atau yang lebih besar" (QS Saba' : 3)

Dan namaNya Al-Qadiir(Yang Maha Kuasa) yang mengandung kuasaNya atas segala sesuatu baik dalam mengadakan atau pun meniadakan sesuatu.

KETIGA: yaitu nama yang mengandung sifat fi'liyah (perbuatan) Alloh seperti Al-Khaliq (Yang Menciptakan), Ar-Raaziq (Yang Memberi Rezeki), Al-Barii(Yang Mengadakan), Al-Mushowwir (Yang Membentuk Rupa) dan yang selainnya.

KEEMPAT: nama yang mengandung pensucian Alloh -ta'ala- dari seluruh sifat-sifat kekurangan seperti Al-Qudus As-Salam(Yang Maha Suci dan Maha Sejahtera)







[أقسام دلالة الأسماء الحسنى من جهة التضمن]
س: على كم قسم دلالة الأسماء الحسنى من جهة التضمن؟
جـ: هي على أربعة أقسام، الأول: الاسم العلم المتضمن لجميع معاني الأسماء الحسنى وهو الله، ولهذا تأتي الأسماء جميعها صفات له كقوله تعالى: {هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ} [الحشر: ٢٤] ونحو ذلك، ولم يأت هو قط تابعا لغيره من الأسماء.
الثاني: ما يتضمن صفة ذات الله عز وجل كاسمه تعالى السميع المتضمن سمعه، الواسع جميع الأصوات، سواء عنده سرها وعلانيتها، واسمه البصير المتضمن بصره النافذ في جميع المبصرات سواء دقيقها وجليلها، واسمه العليم المتضمن علمه المحيط الذي {لَا يَعْزُبُ عَنْهُ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَلَا أَصْغَرُ مِنْ ذَلِكَ وَلَا أَكْبَرُ} [سبأ: ٣] واسمه القدير المتضمن قدرته على كل شيء إيجادا وإعداما، وغير ذلك. 
الثالث: ما يتضمن صفة فعل الله كالخالق الرازق البارئ المصور وغير ذلك. الرابع: ما يتضمن تنزهه تعالى وتقدسه عن جميع النقائص كالقدوس السلام.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Jumat, 30 Oktober 2020

Penunjukkan Asmaul Husna dan Contoh-Contohnya

Pertanyaan:
Ada berapa macam penunjukkan Asmaul Husna?

Jawab:
Ada tiga macam:
1. Penunjukkan kesesuainnya dengan  Dzat (Alloh).
2. Penunjukkannya pada sifat-sifat yang terkandung dari nama-namaNya yang berakar kata darinya.
3.  Penunjukkannya pada sifat-sifat lainnya yang tidak berakar kata dari nama-namaNya yang merupakan konsekwensi darinya.

Pertanyaan: Apa contohnya?
Jawab:
Misalnya adalah nama Alloh -ta'ala- Ar-Rahman dan Ar-Rahim yang menunjukkan pada Dzat yang memiliki nama ini yaitu Alloh -azza wa jalla- .
Dan (penunjukkannya) pada sifat yang terkandung dari akar kata namNya yaitu Ar-Rahmah (kasih sayang). Dan penunjukkannya pada sifat-sifat selainnya yang tidak berakar kata dari namaNya (Ar-Rahman dan Ar-Rahiim) sebagai bentuk konsekwensinya seperti sifat Al-Hayaah (Maha Hidup) dan Al-Qudrah (Maha Mampu). Dan demikian pula seluruh nama-namaNya.
Hal ini berbeda dengan makhluk yang terkadang dinamakan hakiim(Baijaksana) akan terapi dia bodoh, atau Hakam(yang memutuskan hukum dengan adil) terkadang dia dzalim, atau Aziz (Perkasa) namun dia lemah, atau dinamai Syariif(mulia) namun orang hina, dinamai Kariim(mulia) namun rendah jiwanya, dinamai sholih namun dia tholih (jahat), dinamai Sa'iid (bahagia) namun dia orang yang celaka, dinamai Asad (singa), Handzolah (sejenis labu yang pahit) dan Alqomah(labu) namun dia tidaklah demikian. Maka Alloh -subhanahu wa ta'ala- dan segala pujian bagiNya; Dia sebagaimana yang Dia sifatkan atas diriNya melebihi pensifatan makhluk atas diriNya.


[دلالة الأسماء الحسنى وأمثلتها]
س: على كم نوع دلالة الأسماء الحسنى؟
جـ: هي على ثلاثة أنواع، دلالتها على الذات مطابقة، ودلالتها على الصفات المشتقة منها تضمنا، ودلالتها على الصفات التي ما اشتقت منها التزاما.
س: ما مثال ذلك؟
جـ: مثال ذلك اسمه تعالى الرحمن الرحيم يدل على ذات المسمى، وهو الله عز وجل مطابقة، وعلى الصفة المشتق منها وهي الرحمة تضمنا، وعلى غيرها من الصفات التي لم تشتق منها كالحياة والقدرة التزاما، وهكذا سائر أسمائه، وذلك بخلاف المخلوق، فقد يسمى حكيما وهو جاهل، وحكما وهو ظالم، وعزيزا وهو ذليل، وشريفا وهو وضيع وكريما وهو لئيم، وصالحا وهو طالح، وسعيدا وهو شقي، وأسدا وحنظلة وعلقمة وليس كذلك، فسبحان الله وبحمده هو كما وصف نفسه، وفوق ما يصفه به خلقه.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Contoh Asmaul Husna Dalam Hadits

Contoh Asma'ul Husna dari hadits.

Pertanyaan:
Apa contoh Asma'ul Husna dari As-Sunnah (hadits)?

Jawab:
Misalnya adalah sabda Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لا إله إلا الله رب السماوات ورب الأرض ورب العرش الكريم
"Tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar melainkan Alloh yang Maha Agung lagi Maha Penyantun. Tiada ilah melainkan Alloh Robb 'Arsy yang agung. Tiada ilah melainkan Alloh Robb langit dan Robb bumi dan Robb Arsy yang mulia" (HR Bukhari dan Muslim)

Dan sabda Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
يا حي يا قيوم يا ذا الجلال والإكرام
يا بديع السماوات والأرض
"Wahai (Alloh) Dzat yang hidup, wahai Dzat yang senantiasa mengurusi makhlukNya. Wahai Dzat yang memiliki kemuliaan. Wahai Dzat yang menciptakan langit dan bumi"
(HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i, Al-Hakim dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Dan sabda beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم
"Dengan menyebut nama Alloh yang dengan namaNya tidak ada sesuatu pun yang bisa membahayakan baik di bumi maupun di langit. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"
(HR Ahmad, Abu Dawud, An-Nasa'i dan At-Tirmidzi dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani)

Sabda beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
اللهم عالم الغيب والشهادة، فاطر السماوات والأرض، رب كل شيء ومليكه
"Ya Alloh yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nampak, wahai Pencipta langit dan bumi, wahai Tuhannya segala sesuatu dan yang menguasainya" (HR Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi, Ad-Darimi, dan Al Hakim. Dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Sabda beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
اللهم رب السماوات السبع، ورب العرش العظيم، ربنا ورب كل شيء، فالق الحب والنوى، منزل التوراة والإنجيل والقرآن، أعوذ بك من شر كل ذي شر أنت آخذ بناصيته، أنت الأول فليس قبلك شيء، وأنت الآخر فليس بعدك شيء، وأنت الظاهر فليس فوقك شيء، أنت الباطن فليس دونك شيء
"Ya Alloh, Tuhan langit yang tujuh dan Tuhan 'Arsy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menumbuhkan butir-butir (padi-padian) dan biji (kurma), Yang menurunkan Taurat, Injil dan Al-Qur'an. Aku berlindung kepadaMu dari segala sesuatu yang memiliki keburukan. Engkaulah yang memegang ubun-ubunnya. Engkaulah Al-Awwal tidak ada sesuatu pun sebelum Engkau. Engkaulah Al-Akhir, tidak ada sesuatu pun sesudahMu. Engkaulah Adz-Dzahir, tidak ada sesuatu pun di atasMu. Engkaulah Al-Bathin tidak ada sesuatu pun di bawahMu.(HR Muslim dan At-Tirmidzi)

Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
اللهم لك الحمد، أنت نور السماوات والأرض ومن فيهن، ولك الحمد أنت قيوم السماوات والأرض ومن فيهن
"Ya Alloh, bagiMu seluruh pujian. Engkau adalah cahaya langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamnya. Dan bagiMu lah seluruh pujian. Engkaulah pengurus langit dan bumi dan siapa pun yang ada di dalamNya".(HR At-Tirmidzi, dan dia berkata hadits Hasan Shahih)

Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد
"Ya Alloh, sesungguhnya aku memohon kepadaMu dengan aku bersaksi bahwa sesungguhya Engkau adalah Alloh, tiada Ilah melainkan Engkau Al-Ahad (Maha Esa), As-Shomad(tempat bergantung) yang tidak beranak dan tidak diperanakkan dan tidak ada sesuatu pun yang setara denganNya" (HR Tirmidzi, dia berkata hadits Hasan Gharib)

Sabda beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
يا مقلب القلوب
"Wahai (Alloh) Dzat yang membolak balikkan hati"(HR At-Tirmidzi, Al-Bukhari dan Ibnu Majah)

Dan hadits-hadits semacam ini banyak.

[مثال الأسماء الحسنى من السنة]
س: ما مثال الأسماء الحسنى من السنة؟
جـ: مثل قوله صلى الله عليه وسلم: «لا إله إلا الله العظيم الحليم، لا إله إلا الله رب العرش العظيم، لا إله إلا الله رب السماوات ورب الأرض ورب العرش الكريم» (١) وقوله صلى الله عليه وسلم: «يا حي يا قيوم يا ذا الجلال والإكرام
يا بديع السماوات والأرض» (١) وقوله صلى الله عليه وسلم: «بسم الله الذي لا يضر مع اسمه شيء في الأرض ولا في السماء وهو السميع العليم» (٢) وقوله صلى الله عليه وسلم: «اللهم عالم الغيب والشهادة، فاطر السماوات والأرض، رب كل شيء ومليكه» (٣) . الحديث، وقوله صلى الله عليه وسلم: «اللهم رب السماوات السبع، ورب العرش العظيم، ربنا ورب كل شيء، فالق الحب والنوى، منزل التوراة والإنجيل والقرآن، أعوذ بك من شر كل ذي شر أنت آخذ بناصيته، أنت الأول فليس قبلك شيء، وأنت الآخر فليس بعدك شيء، وأنت الظاهر فليس فوقك شيء، أنت الباطن فليس دونك شيء» (٤) . الحديث، وقوله صلى الله عليه وسلم: «اللهم لك الحمد، أنت نور السماوات والأرض ومن فيهن، ولك الحمد أنت قيوم السماوات والأرض ومن فيهن» (١) . الحديث، وقوله صلى الله عليه وسلم: «اللهم إني أسألك بأني أشهد أنك أنت الله لا إله إلا أنت الأحد الصمد الذي لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا أحد» (٢) . وقوله صلى الله عليه وسلم: «يا مقلب القلوب» (٣) . الحديث، وغير ذلك كثير.

(١) (صحيح) من حديث أنس ولفظه: ". . بديع السماوات والأرض، يا ذا الجلال والإكرام، يا حي يا قيوم. . " رواه أحمد (٣ / ١٢٠، ١٥٨، ٢٤٥) ، وأبو داود (١٤٩٥) ، والنسائي (٣ / ٥٢) ، وسكت عنه الإمام أبو داود، وقد صححه الشيخ الألباني ورواه الحاكم (١ / ٥٠٤) وقال: هذا حديث صحيح على شرط مسلم، ولم يخرجاه ووافقه الذهبي.
(٢) (صحيح) من حديث عثمان بن عفان رضي الله عنه، رواه أحمد (١ / ٦٢، ٦٦، ٧٢) ، وأبو داود (٥٠٨٨) ، والترمذي (٣٣٨٨) ، وابن ماجه (٣٨٦٩) ، قال الإمام الترمذي: حسن صحيح غريب وسكت عنه الإمام أبو داود، وقال الحافظ العراقي: رواه أصحاب السنن وابن حبان والحاكم وصححه من حديث عثمان، اهـ. قال الزبيدي: وكذلك رواه عبد الله بن أحمد في زوائد المسند وابن السني وأبو نعيم في الحلية والضياء في المختارة، ورواه ابن أبي شيبة في المصنف بلفظ: " من قال ذلك إذا أصبح وإذا أمسى ثلاث مرات. . " (إتحاف ٥ / ١٣١، ١٣٢) ، وقد صححه الشيخ الألباني.

(٣) (صحيح) من حديث أبي هريرة وعبد الله بن عمرو. رواه أحمد (١ / ٩، ١٠، ١٤، ٢ / ١٩٦، ٢٩٧) ، وأبو داود [٥٠٦٧] ، والترمذي [٣٥٢٩] ، والدارمي [٦٢٩٢] ، والحاكم [١ / ٥١٣] ، وقد صححه الألباني وقال الحاكم: هذا حديث صحيح الإسناد ولم يخرجاه، ووافقه الذهبي، قال الشيخ شاكر: إسناده صحيح، وقال الترمذي: هذا حديث حسن غريب من هذا الوجه.
(٤) رواه مسلم (الذكر ٦١، ٦٢، ٦٣) ، وأحمد (٢ / ٣٨١، ٤٠٤، ٥٣٦) .
 
(١) رواه البخاري (٧٤٣١، ٧٤٢٦) ، ومسلم (الذكر / ٨٣) .

(١) رواه البخاري (١١٢٠، ٦٣١٧) ، ومسلم (مسافرين / ١٩٩) .
(٢) (صحيح) رواه ابن ماجه (٣٨٥٧) ، والترمذي (٣٤٧٥) ، وأحمد (٥ / ٣٤٩، ٣٥٠، ٣٦٠) من حديث بريدة الأسلمي، ورواه الحاكم (١ / ٢٦٧) ، والنسائي (١٣٠١) من حديث محجن بن الأدرع، قال الترمذي: هذا حديث حسن غريب، وقال الحاكم: هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه، ووافقه الذهبي، وقد صححه الألباني.
(٣) (صحيح) ، رواه الترمذي (٣٥٢٢) ، وأحمد (٦ / ٢٩٤، ٣١٥) من حديث أم سلمة، ورواه أحمد (٤ / ١٨٢) من حديث نواس بن سمعان، ورواه الحاكم (٢ / ٢٨٨) من حديث جابر بن عبد الله، ورواه أحمد أيضا (٦ / ٩١، ٢٥١) من حديث عائشة رضي الله عنها، ورواه الترمذي أيضا (٢١٤٠) من حديث أنس بن مالك، قال الإمام الترمذي: (هذا حديث حسن) قلت: قال ذلك الترمذي على حديث أم سلمة وحديث أنس، لكنه عقب على حديث أنس بقوله: وحديث أبي سفيان عن أنس أصح. قال الألباني معقبا على تحسين الترمذي: قلت: وهو على شرط مسلم (مشكاة ١٠٢) ، وقد صححه في تعليقه على كتاب السنة لابن أبي عاصم (١ / ح ٢٢٥) .
 

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Sabtu, 24 Oktober 2020

Contoh Asmaul Husna Dalam Al-Qur'an


Pertanyaan:
Apa contoh asmaul husna dari Al-Qur'an?

Jawab:
Misalnya ada firman Alloh -ta'ala-:
إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
"Sesungguhnya Alloh adalah Maha Tinggi dan Maha Besar" (QS An-Nisa': 34)

إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا
"Sungguh, Allah Mahalembut, Maha Mengetahui". (QS Al-Ahzab: 34)

إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا
"Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Mahakuasa". (QS Fatir: 44)

إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
"Sesungguhnya Alloh Maha Mendengar lagi Maha Melihat".(QS An-Nisa': 58)

إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
"Sesungguhnya Alloh Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana"(QS An-Nisa': 56)

إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا
"Sesungguhnya Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"(QS An-Nisa': 23)
إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
"Sesungguhnya Alloh Maha Pengasih lagi Penyayang kepada mereka" (QS At-Taubah: 117)
وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ
"Allah Mahakaya, Maha Penyantun." (QS Al-Baqarah: 263)

إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ
"Sesungguhnya Allah Maha Terpuji, Maha Pengasih.”(QS Huud: 73)

إِنَّ رَبِّي عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ
"Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu" (QS Huud: 57)

إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ
"Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya).” (QS Huud: 61)

إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
"Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu" (QS An-Nisa': 1)

وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا
"Cukuplah Allah yang menjadi pelindung." (QS An-Nisa': 81)

وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا
"Dan cukuplah Allah sebagai pengawas" (QS An-Nisa':6)

وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا
"Allah Mahakuasa atas segala sesuatu" (QS An-Nisa': 85)

أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ
"Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?" (QS Fussilat: 53)

إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ
"Sesungguhnya Dia Maha Meliputi segala sesuatu" (QS Fussilat: 54)

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
"Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus menerus mengurus (makhluk-Nya)" (QS Al-Baqarah: 255)

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
"Dialah Yang Awal, Yang Akhir, Yang Zahir dan Yang Batin; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (QS Al-Hadid: 3)

هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ - هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ - هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
"Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, Dialah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Dialah Allah tidak ada tuhan selain Dia. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahasejahtera, Yang Menjaga Keamanan, Pemelihara Keselamatan, Yang Mahaperkasa, Yang Mahakuasa, Yang Memiliki Segala Keagungan, Mahasuci Allah dari apa yang mereka persekutukan. Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Dia memiliki nama-nama yang indah" (QS Al-Hasyr: 22-24)



[مثال الأسماء الحسنى من القرآن]
س: ما مثال الأسماء الحسنى من القرآن؟
جـ: مثل قوله تعالى: {إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا} [النساء: ٣٤]- {إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا} [الأحزاب: ٣٤]- {إِنَّهُ كَانَ عَلِيمًا قَدِيرًا} [فاطر: ٤٤]- {إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا} [النساء: ٥٨]- {إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا} [النساء: ٥٦]- {إِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا} [النساء: ٢٣]- {إِنَّهُ بِهِمْ رَءُوفٌ رَحِيمٌ} [التوبة: ١١٧]- {وَاللَّهُ غَنِيٌّ حَلِيمٌ} [البقرة: ٢٦٣]- {إِنَّهُ حَمِيدٌ مَجِيدٌ} [هود: ٧٣]- {إِنَّ رَبِّي عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ} [هود: ٥٧]- {إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُجِيبٌ} [هود: ٦١]- {إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا} [النساء: ١]- {وَكَفَى بِاللَّهِ وَكِيلًا} [النساء: ٨١]- {وَكَفَى بِاللَّهِ حَسِيبًا} [النساء: ٦]- {وَكَانَ اللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ مُقِيتًا} [النساء: ٨٥]- {أَنَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ} [فصلت: ٥٣]- {إِنَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ مُحِيطٌ} [فصلت: ٥٤]- وقال تعالى: {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: ٢٥٥] وقال تعالى: {هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ} [الحديد: ٣] وقوله تعالى: {هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَالِمُ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ - هُوَ اللَّهُ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْمَلِكُ الْقُدُّوسُ السَّلَامُ الْمُؤْمِنُ الْمُهَيْمِنُ الْعَزِيزُ الْجَبَّارُ الْمُتَكَبِّرُ سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يُشْرِكُونَ - هُوَ اللَّهُ الْخَالِقُ الْبَارِئُ الْمُصَوِّرُ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى} [الحشر: ٢٢ - ٢٤] وغيرها من الآيات.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Sabtu, 05 September 2020

Tauhid Asma wa Shifat


Pertanyaan:
Apakah yang dimaksud dengan tauhid asma' dan shifat?

Jawab:
Yaitu beriman dengan shifat yang Alloh -ta'ala- shifatkan untuk diriNya dalam kitabNya dan yang dishifatkan oleh rosulNya -shollallohu 'alaihi wa sallam- berupa nama-nama yang indah dan shifat-shifat yang tinggi dan memperlakukannya sebagaimana adanya tanpa menanyakan kaifiyahnya (bagaimananya). Sebagaimana yang Alloh -ta'ala- gabungkan antara penetapan dan peniadaan kaifiyah dalam kitabNya (Al-Qur'an) bukan cuma satu tempat saja sebagaimana firmanNya:
يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا
"Dia (Allah) mengetahui apa yang di hadapan mereka (yang akan terjadi) dan apa yang di belakang mereka (yang telah terjadi), sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya" (QS Thaha: 110)

FirmanNya:
لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat" (QS Asy-Syura: 11)

FirmanNya:
لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ
"Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu, dan Dialah Yang Mahahalus, Mahateliti" (QS Al-An'am: 103)
Dan ayat-ayat selainnya.

Dan dalam riwayat At-Tirmidzi dari Ubay bin Ka'ab -radhiyallohu 'anhu-:
أَنَّ المُشْرِكِينَ قَالُوا لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: انْسُبْ لَنَا رَبَّكَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ} [الإخلاص: ١] فَالصَّمَدُ: الَّذِي لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ، [ص: ٤٥٢] لِأَنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُولَدُ إِلَّا سَيَمُوتُ، وَلَيْسَ شَيْءٌ يَمُوتُ إِلَّا سَيُورَثُ، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَمُوتُ وَلَا يُورَثُ: {وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ} [الإخلاص: ٤] قَالَ: «لَمْ يَكُنْ لَهُ شَبِيهٌ وَلَا عِدْلٌ وَلَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ»
"Bahwasannya orang-orang musyrik berkata kepada rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-: jelaskan kepada kami Tuhanmu! Maka Alloh menurunkan ayat: "Katakanlah Alloh Maha Esa. Alloh  ash-Shomad (tempat bergantung para makhlukNya)" (QS Al-Ikhlas:1-2). Ash-Shomad : yang tidak melahirkan dan tidak dilahirkan (Al-Ikhlas: 3)  Sebab tidak ada sesuatu yang dilahirkan kecuali dia akan akan mati. Dan tidak ada yang mati kecuali akan diwarisi. Dan, Alloh -ta'ala- tidak akan mati dan tidak akan diwarisi. Dan tidak ada sesuatu pun yang setara denganNya (QS Al-Ikhlash: 4). Beliau bersabda: tidak ada yang serupa denganNya dan tidak ada yang menyamaiNya dan tidak ada sesuatu pun yang semisal denganNya" (Hadits Hasan riwayat Ahmad, At-Tirmidzi, Abul Aliyah, dan Baihaqi).

[توحيد الأسماء والصفات]
س: ما هو توحيد الأسماء والصفات؟
جـ: هو الإيمان بما وصف الله تعالى به نفسه في كتابه ووصف به رسوله صلى الله عليه وسلم من الأسماء الحسنى والصفات العلى، وإمرارها كما جاءت بلا كيف، كما جمع الله تعالى بين إثباتها ونفي التكييف عنها في كتابه في غير موضع كقوله تعالى: {يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا} [طه: ١١٠] وقوله تعالى: {لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ} [الشورى: ١١] وقوله تعالى: {لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ وَهُوَ اللَّطِيفُ الْخَبِيرُ} [الأنعام: ١٠٣] وغير ذلك، وفي الترمذي عن أبي بن كعب رضي الله عنه «أن المشركين قالوا لرسول الله صلى الله عليه وسلم - يعنى لما ذكر آلهتهم - أنسب لنا ربك، فأنزل الله تعالى:{قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ - اللَّهُ الصَّمَدُ} [الإخلاص: ١ - ٢] » والصمد الذي {لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ} [الإخلاص: ٣] ؛ لأنه ليس شيء يولد إلا سيموت، وليس شيء يموت إلا سيورث، وإن الله تعالى لا يموت ولا يورث {وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ} [الإخلاص: ٤] قال: لم يكن له شبيه ولا عديل، وليس كمثله شيء (١) .

(١) (حسن) ، رواه أحمد (٥ / ١٣٤) ، والترمذي (٣٣٦٤) ، ورواه عن أبي العالية مرسلا (٣٣٦٥) ، والحاكم (٢ / ٥٤٠) ، والبيهقي (في الأسماء والصفات / ٣٥٤) ، وابن أبي عاصم (١ / ٢٩٨) ، وفي سنده أبو بكر الرازي، قال عنه الحافظ في التقريب: صدوق سيئ الحفظ، وقد نوه الترمذي إلى أن المرسل أصح، قال الحافظ في الفتح (٨ / ٧٣٩) : وصحح الموصول ابن خزيمة والحاكم، وله شاهد من حديث جابر عن أبي يعلى والطبري والطبراني في الأوسط، اهـ. وقد حسن إسناده السيوطي في الدر المنثور (٦ / ٤١٠) من حديث جابر، اهـ. قال الهيثمي (٧ / ١٤٦) : رواه الطبراني في الأوسط، اهـ

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Dalil Asmaul Husna dari Al-Qur'an dan As-Sunnah


Pertanyaan:
Apa dalil asmaul husna dari Al-Qur'an dan As-Sunnah?

Jawab:
Alloh -azza wa jalla- berfirman:

وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ
"Dan Allah memiliki Asma'ul-Husna (nama-nama yang terbaik), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebutnya Asma'ul-Husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyalahartikan nama-nama-Nya". (QS Al-A'raf: 180)

قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
"Katakanlah (Muhammad), “Serulah Allah atau serulah Ar-Raḥmān. Dengan nama yang mana saja kamu dapat menyeru, karena Dia mempunyai nama-nama yang terbaik (Asmā’ul Ḥusnā)". (QS Al-Isra: 110)

اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى
"(Dialah) Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik". (QS Thaha: 8)

إن لله تسعة وتسعين اسما من أحصاها دخل الجنة
"Sesungguhnya Alloh memiliki sembilan puluh sembilan nama. Barang siapa menghitungnya (dengan paham maknanya) maka dia masuk surga"(HR Bukhari)

أسألك اللهم بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحدا من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن العظيم ربيع قلبي
"Aku memohon kepadaMu ya Alloh, dengan seluruh namaMu; yang Engkau namai diriMu dengannya; atau yang Engkau turunkan dalam kitabMu; atau yang Engkau ajarkan kepada salah seorang dari makhlukMu; atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaibMu; agar Engkau jadikan Al-Qur'an yang Agung ini sebagai penyejuk hatiku"(Hadits Shahih riwayat Ahmad, Ibnu Hibban, Al-Hakim dan Abu Ya'la).

[دليل الأسماء الحسنى من الكتاب والسنة]
س: ما دليل الأسماء الحسنى من الكتاب والسنة؟
جـ: قال الله عز وجل: {وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ} [الأعراف: ١٨٠] وقال سبحانه: {قُلِ ادْعُوا اللَّهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمَنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى} [الإسراء: ١١٠] وقال عز وجل: {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى} [طه: ٨]- وغيرها من الآيات، وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «إن لله تسعة وتسعين اسما من أحصاها دخل الجنة» (٢) . وهو في الصحيح، وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «أسألك اللهم بكل اسم هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك، أو علمته أحدا من خلقك، أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن العظيم ربيع قلبي» (٣) . الحديث.

(٢) رواه البخاري (٢٧٣٦، ٧٣٩٢) .
(٣) (صحيح) ، رواه أحمد (١ / ٣٩١، ٤٥٢) ، وابن حبان (٩٦٨) ، والحاكم (١ / ٥٠٩) ، وأبو يعلى (٥٢٩٧) ، وقد عدد الشيخ الألباني طرقه في الصحيحة (١٩٩) وناقش ما دار حولها من خلاف ثم قال: وجملة القول أن الحديث صحيح من رواية.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Minggu, 21 Juni 2020

Lawan Tauhid Rububiyah


Pertanyaan:
Apakah lawan(kebalikan) dari tauhid Rububiyyah?

Jawab:
Yaitu keyakinan adanya yang ikut andil  bersama Alloh -azza wa jalla-  dalam pengaturan alam semesta. Berupa penciptaan dan peniadaan, atau menghidupkan dan mematikan, atau menarik kebaikan atau menolak keburukan atau selainnya di antara makna-makna Rububiyyah.
Atau keyakinan adanya yang bisa menandingiNya dalam hal apa pun yang terkandung dalam nama-nama dan shifat-shifatNya seperti pengetahuan tentang hal yang ghaib, keangungan, kebesaran dan yang semisalnya.
Alloh ta'ala berfirman:
مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ - يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

"Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana. 
Wahai manusia! Ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rezeki kepadamu dari langit dan bumi?" (QS Fathir: 2-3)

Alloh -ta'ala- berfirman:
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ
"Dan jika Allah menimpakan suatu bencana kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagi kamu, maka tidak ada yang dapat menolak karunia-Nya." (QS Yunus: 107)

Alloh -ta'ala- berfirman:
أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ
"“Kalau begitu tahukah kamu tentang apa yang kamu sembah selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan bencana kepadaku, apakah mereka mampu menghilangkan bencana itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat mencegah rahmat-Nya?” Katakanlah, “Cukuplah Allah bagiku. Kepada-Nyalah orang-orang yang bertawakal berserah diri.” (QS Az-Zumar: 38)

Alloh -tabaraka wa ta'ala- berfirman:
وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ
"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia" (QS Al-An'am: 59)
Alloh -ta'ala- berfirman:
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
"Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah" (QS An-Naml: 65)

Alloh -ta'ala- berfirman:
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ
"dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki" (QS Al-Baqarah: 255)

Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
يقول الله تعالى: " العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحدا منهما أسكنته ناري
"Alloh -ta'ala- berfirman: Keagungan adalah pakaianKu dan kesombongan adalah selendangku. Barang siapa yang melepaskan salah satu dari keduanya Aku akan menempatkannya di nerakaKu" (HR Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Dishahihkan Syaikh Al-Albani. )

[ما يضاد توحيد الربوبية]
س: ما ضد توحيد الربوبية؟
جـ: هو اعتقاد متصرف مع الله عز وجل في أي شيء من تدبير الكون من إيجاد أو إعدام أو إحياء أو إماتة أو جلب خير أو دفع شر أو غير ذلك من معاني الربوبية، أو اعتقاد منازع له في شيء من مقتضيات أسمائه وصفاته كعلم الغيب والعظمة والكبرياء ونحو ذلك، وقال الله تعالى: {مَا يَفْتَحِ اللَّهُ لِلنَّاسِ مِنْ رَحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا وَمَا يُمْسِكْ فَلَا مُرْسِلَ لَهُ مِنْ بَعْدِهِ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ - يَا أَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللَّهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ} [فاطر: ٢ - ٣] الآيات، وقال تعالى:
 {وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ} [يونس: ١٠٧] الآية، وقال تعالى: {أَفَرَأَيْتُمْ مَا تَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ إِنْ أَرَادَنِيَ اللَّهُ بِضُرٍّ هَلْ هُنَّ كَاشِفَاتُ ضُرِّهِ أَوْ أَرَادَنِي بِرَحْمَةٍ هَلْ هُنَّ مُمْسِكَاتُ رَحْمَتِهِ قُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ عَلَيْهِ يَتَوَكَّلُ الْمُتَوَكِّلُونَ} [الزمر: ٣٨] وقال تبارك وتعالى: {وَعِنْدَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ} [الأنعام: ٥٩] الآيات، وقال تعالى: {قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ} [النمل: ٦٥] وقال تعالى: {وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ} [البقرة: ٢٥٥] وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «يقول الله تعالى: " العظمة إزاري، والكبرياء ردائي، فمن نازعني واحدا منهما أسكنته ناري» (١) . وهو في الصحيح.


(١) (صحيح) ، رواه أحمد (٢ / ٢٤٨، ٣٧٦، ٤١٤، ٤٢٧، ٤٤٢) ، وأبو داود (٤٠٩٠) ، وابن ماجه (٤١٧٤) ، الحديث صححه الألباني وسكت عنه أبو داود، ورواه مسلم من حديث أبي سعيد وأبي هريرة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم بنحوه (البر ٢٦٢٠) .
 


مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Selasa, 19 Mei 2020

Penjelasan Tauhid Rububiyah



Pertanyaan:
Apakah Tauhid Rububiyah itu?

Jawab:
Yaitu keyakinan yang mantab bahwa Alloh adalah Tuhan segala sesuatu, Pemiliknya, Penciptanya, Pengaturnya,  dan yang mengendalikannya. Tiada sekutu dalam kerajaanNya, tidak memerlukan penolong dari kehinaan, tidak ada yang dapat menolak ketetapan dan hukumNya. Tidak ada lawan bagiNya dan tidak ada yang serupa denganNya. Tiada yang setara denganNya dan tidak ada yang bisa menandingi apa pun dari (yang terkandung pada) makna-makna RububiyahNya dan yang terkandung pada nama-nama dan shifat-shifatNya.

Alloh ta'ala berfirman:
ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَۖ
"Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan gelap dan terang,". (QS Al-An'am:1)

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
"Segala puji bagi Alloh, Tuhan seluruh alam" (QS Al-Fatihah: 2)

قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ

"Katakanlah (Muhammad), “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Katakanlah, “Allah.” Katakanlah, “Pantaskah kamu mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi dirinya sendiri?” Katakanlah, “Samakah orang yang buta dengan yang dapat melihat? Atau samakah yang gelap dengan yang terang? Apakah mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah, “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia Tuhan Yang Maha Esa, Mahaperkasa.” (QS Ar-Ra'du: 16)

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Allah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezeki, lalu mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara mereka yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu yang demikian itu? Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS Ar-Rum: 40)

هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ
"Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh (sesembahanmu) selain Allah. Sebenarnya orang-orang yang zhalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata".
(QS Luqman: 11)

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ - أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَل لَا يُوقِنُونَ
"Atau apakah mereka tercipta tanpa asal-usul ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)? Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi? Sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).
(QS At-Thur: 35-36)

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا
(Dialah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguhhatilah dalam beribadah kepada-Nya. Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya?
(QS Maryam: 65)

لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
"Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia Yang Maha Mendengar, Maha Melihat"
(QS Asy-Syura: 11)

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا
"Dan katakanlah, “Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak (pula) mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memerlukan penolong dari kehinaan dan agungkanlah Dia seagung-agungnya".
(QS Al-Isra': 111)

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ - وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ
"Katakanlah (Muhammad), “Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) selain Allah! Mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrah pun di langit dan di bumi, dan mereka sama sekali tidak mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit dan bumi dan tidak ada di antara mereka yang menjadi pembantu bagi-Nya.”
Dan syafaat (pertolongan) di sisi-Nya hanya berguna bagi orang yang telah diizinkan-Nya (memperoleh syafaat itu). Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “(Perkataan) yang benar,” dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar"
(QS Saba': 22-23)

*********

[توحيد الربوبية]
س: ما هو توحيد الربوبية؟
جـ: هو الإقرار الجازم بأن الله تعالى رب كل شيء ومليكه وخالقه ومدبره والمتصرف فيه، لم يكن له شريك في الملك، ولم يكن له ولي من الذل، ولا راد لأمره ولا معقب لحكمه، ولا مضاد له ولا مماثل، ولا سمي له ولا منازع في شيء من معاني ربوبيته، ومقتضيات أسمائه وصفاته، قال الله تعالى: {الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَجَعَلَ الظُّلُمَاتِ وَالنُّورَ} [الأنعام: ١] الآيات، بل السورة كلها، وقال تعالى: {الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ} [الفاتحة: ٢] وقال تعالى: {قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ قُلْ أَفَاتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِي الظُّلُمَاتُ وَالنُّورُ أَمْ جَعَلُوا لِلَّهِ شُرَكَاءَ خَلَقُوا كَخَلْقِهِ فَتَشَابَهَ الْخَلْقُ عَلَيْهِمْ قُلِ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ وَهُوَ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ} [الرعد: ١٦] الآيات، وقال تعالى: {اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِنْ شُرَكَائِكُمْ مَنْ يَفْعَلُ مِنْ ذَلِكُمْ مِنْ شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ} [الروم: ٤٠] وقال تعالى: {هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ} [لقمان: ١١] وقال تعالى: {أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ - أَمْ خَلَقُوا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بَل لَا يُوقِنُونَ} [الطور: ٣٥ - ٣٦] الآيات، وقال تعالى: {رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا} [مريم: ٦٥] وقال تعالى: {لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ} [الشورى: ١١] وقال تعالى: {وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا} [الإسراء: ١١١] وقال تعالى: {قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِنْ شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُمْ مِنْ ظَهِيرٍ - وَلَا تَنْفَعُ الشَّفَاعَةُ عِنْدَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَنْ قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ} [سبأ: ٢٢ - ٢٣] .

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Kamis, 14 Mei 2020

Perbedaan antara lafadz وَ (dan) dan lafadz ثُمَّ (kemudian)

Pertanyaan:
Apa perbedaan antara lafadz وَ (dan) dan lafadz ثُمَّ (kemudian)?

Jawab:
Karena kata hubung wa (dan) berkonsekwensi menyerupakan dan menyamakan. Sehingga orang yang mengatakan: "yang Alloh kehendaki dan engkau kehendaki" menyerupakan kehendak hamba dengan kehendak Alloh. Berbeda dengan kata hubung tsumma (kemudian) berkonsekwensi tabaiyyah (ketergantungan). Jadi, orang yang berkata: "yang Alloh kehendaki kemudian yang engkau kehendaki" berarti dia menetapkan bahwa kehendak hamba bergantung kepada kehendak Alloh -ta'ala- sehingga tidaklah terjadi kecuali setelahnya (kehendak Alloh), sebagaimana firman Alloh -ta'ala-:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ
"Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah" (QS Al-Insan: 30)
Demikian dengan dengan yang lainnya.


[الفرق بين الواو وثم]
س: ما الفرق بين الواو وثم في هذه الألفاظ؟
جـ: لأن العطف بالواو يقتضي المقارنة والتسوية، فيكون من قال: ما شاء الله وشئت، قارنًا مشيئة العبد بمشيئة الله مسويا بها، بخلاف العطف بثم المقتضية للتبعية، فمن قال: ما شاء الله ثم شئت، فقد أقر بأن مشيئة العبد تابعة لمشيئة الله تعالى، لا تكون إلا بعدها، كما قال تعالى: {وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ} [الإنسان: ٣٠] وكذلك البقية.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Selasa, 12 Mei 2020

Syirik Lawan Tauhid (2) Syirik Kecil

Syirik Kecil
Pertanyaan:
Apakah syirik kecil itu?
Jawab:
yaitu riya dalam bentuk membagus-baguskan amalan yang semestinya ditujukan untuk Alloh -ta'ala-. Alloh -ta'ala- berfirman:
فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا
"Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya"(QS Al-Kahfi: 110)

Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر
"Yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil" (HR Ahmad dan Al Baghawi dalam syarhus sunnah)
Beliau ditanya tentang syirik kecil ini beliau menjawab: Riya'.
Kemudian beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam- menjelaskan dalam sabdanya:
يقوم الرجل فيصلي فيزين صلاته لما يرى من نظر رجل إليه
"Seseorang berdiri kemudian sholat lalu membagus-baguskan sholatnya karena dia mengetahui seseorang melihatnya"(Hadits hasan riwayat Ibnu Majah)
Termasuk juga bersumpah dengan selain nama Alloh seperti bersumpah dengan para leluhur, berhala, ka'bah, amanah dan selainnya. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
لا تحلفوا بآبائكم ولا بأمهاتكم ولا بالأنداد
"Janganlah kalian bersumpah dengan bapak-bapak dan ibu-ibu kalian dan dengan berhala-berhala"(HR Abu Dawud dan An-Nasai dan dishahihkan Syaikh Al Albani)

Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
لا تقولوا والكعبة، ولكن قولوا ورب الكعبة
"Janganlah kalian berkata 'demi ka'bah' tapi katakanlah 'demi Rabb Ka'bah'"(Hadits Shahih riwayat An-Nasa'i)
Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
لا تحلفوا إلا بالله
"Janganlah kalian bersumpah kecuali dengan nama Alloh"(HR Abu Dawud dan An-Nasai)
Nabi -shollallohu alaihi wa sallam- bersabda:
من حلف بالأمانة فليس منا
"Barang siapa yang bersumpah dengan amanah maka dia bukan termasuk golongan kami"(Shahih riwayat Abu Dawud)
Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
من حلف بغير الله فقد كفر أو أشرك
"Barang siapa yang bersumpah dengan selain Alloh maka dia telah berbuat kafir atau syirik"(HR Ahmad, Abu Dawud, At Tirmidzi, Al Baihaqi dan Hakim)
dalam satu riwayat disebutkan: "dan syirik".

Termasuk juga perkataan: Apa yang Alloh kehendaki dan engkau kehendaki. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda kepada orang yang mengatakan demikian:
أجعلتني لله ندا بل ما شاء الله وحده
"Apakah engkau akan menjadikan tandingan bagi Alloh. Katakanlah: apa yang dikehendaki Alloh saja"(Hadits Hasan dan shahih lighairihi diriwayatkan Ahmad, Ibnu Majah, An-Nasai, Ibnu Majah, At-Thohawi, Abu Nu'aim dan Al Bukhari dalam Al-Adab)

Termasuk juga perkataan: "Kalaulah bukan karena Alloh dan engkau, tidaklah aku (selamat) jika tidak karena Alloh dan engkau, dan yang selmisalnya. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
لا تقولوا ما شاء الله وشاء فلان، ولكن قولوا ما شاء الله ثم شاء فلان
"Janganlah engkau mengatakan 'dikehendaki Alloh dan fulan' namun katakanlah 'dikehendaki Alloh lalu fulan'"(Shahih riwayat Ahmad, Abu Dawud, Baihaqi dan At-Thahawi)


[الشرك الأصغر]
س: ما هو الشرك الأصغر؟
جـ: هو يسير الرياء الداخل في تحسين العمل المراد به الله تعالى، قال الله تعالى: {فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا} [الكهف: ١١٠] وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر» (١) فسئل عنه فقال: (الرياء) ، ثم فسره بقوله صلى الله عليه وسلم: «يقوم الرجل فيصلي فيزين صلاته لما يرى من نظر رجل إليه» (٢) .

ومن ذلك الحلف بغير الله كالحلف بالآباء والأنداد والكعبة والأمانة وغيرها، قال صلى الله عليه وسلم: «لا تحلفوا بآبائكم ولا بأمهاتكم ولا بالأنداد» (٣) وقال صلى الله عليه وسلم: «لا تقولوا والكعبة، ولكن قولوا ورب الكعبة» (١) . وقال صلى الله عليه وسلم: " «لا تحلفوا إلا بالله» (٢) وقال صلى الله عليه وسلم: «من حلف بالأمانة فليس منا» (٣) وقال صلى الله عليه وسلم: «من حلف بغير الله فقد كفر أو أشرك» (٤) وفي رواية: (وأشرك) .

ومنه قوله: ما شاء الله وشئت. وقال النبي صلى الله عليه وسلم للذي قال ذلك: «أجعلتني لله ندا بل ما شاء الله وحده» (٥) . ومنه قول: لولا الله وأنت، وما لي إلا الله وأنت، وأنا داخل على الله وعليك، ونحو ذلك. قال صلى الله عليه وسلم: «لا تقولوا ما شاء الله وشاء فلان، ولكن قولوا ما شاء الله ثم شاء فلان» (١) . قال أهل العلم: ويجوز لولا الله ثم فلان، ولا يجوز لولا الله وفلان.

****************
(١) (صحيح) ، رواه أحمد (٥ / ٤٢٨، ٤٢٩) ، والبغوي في شرح السنة (١٤ / ٣٢٤) عن عمرو بن أبي عمرو، وعن عاصم بن عمر بن قتادة عن محمود بن لبيد قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الحديث، وهذا إسناد جيد رجاله كلهم ثقات، رجال الشيخين غير محمود بن لبيد فإنه من رجال مسلم وحده.
قال الحافظ: وهو صحابي صغير وجُلّ روايته عن الصحابة (أفاده الشيخ الألباني في الصحيحة ٩٥١) .
(٢) (حديث حسن. والجزء الذي احتج به الحافظ الحكمي " صحيح لغيره " أو نقول صحيح المتن) ، رواه ابن ماجه (٤٢٠٤) بسند حسن على الراجح، وقد قال الإمام البوصيري عن سند ابن ماجه: " هذا إسناد حسن. كثير بن زيد وربيع بن عبد الرحمن مختلف فيهما "، رواه الإمام أحمد من حديث أبي سعيد أيضا والبيهقي، ورواه أحمد بن منيع ثنا كثير، فذكره بزيادة في أوله كما أوردته في زوائد المسانيد العشرة. اهـ.
قلت: وكثير بن زيد صدوق يخطئ، وربيع مقبول كما قال الحافظ، يعني عند المتابعة، وقد توبع خاصة في الجزء المحتج به في الحديث لما رواه ابن خزيمة (٩٣٧) ، وصححه بإيراده أيضا محتجا به، وقد احتج به أيضا الحافظ المنذري في الترغيب بتصديره بـ " عن "، وهو من حديث محمود بن لبيد قال: خرج رسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: " أيها الناس، إياكم وشرك السرائر، قالوا: يا رسول الله، وما شرك السرائر؟ قال: يقوم الرجل فيصلي فيزين صلاته جاهدا لما يرى من نظر الناس إليه، فذلك شرك السرائر ".
(٣) (صحيح) ، رواه أبو داود (٣٢٤٨) ، والنسائي (٧ / ٥) ، وسكت عنه الإمام أبو داود، وصححه الألباني.

(١) (صحيح) ، رواه النسائي (٣٧٧٣) ، قال الحافظ في الإصابة (٤ / ٣٢٩) : أخرجه النسائي وسنده صحيح، وقد رواه النسائي في الكبرى (٣ / ٣٢٩) . أخرجه النسائي وسنده صحيح، وقد رواه النسائي في الكبرى (٣ / ١٢٤) وفيه ". . فأمرهم إذا أرادوا أن يحلفوا أن يقولوا ورب الكعبة. . ". ولم نره واللفظ الذي أورده المؤلف.
(٢) تقدم رقم (٣) .
(٣) (صحيح) ، رواه أبو داود (٣٢٥٣) حدثنا أحمد بن يونس، ثنا زهير، ثنا الوليد بن بن ثعلبة الطائي، عن أبي بريدة، عن أبيه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم، الحديث. وقد قال الشيخ الألباني: وهذا إسناد صحيح رجاله كلهم ثقات اهـ.
(٤) (صحيح) رواه أحمد (٢ / ٣٤، ٦٧، ٦٩، ٨٦، ١٢٥) ، ورواه أبو داود (٣٢٥١) ، والترمذي (١٥٣٥) ، والحاكم (٤ / ٢٩٧) ، والبيهقي (١٠ / ٢٩) ، وقد سكت عنه الإمام أبو داود، وقال الإمام الترمذي: هذا حديث حسن، وقال الحاكم: هذا حديث صحيح على شرط الشيخين ولم يخرجاه، ووافقه الذهبي، وقد صححه أيضا الألباني.
(٥) (سنده حسن وهو صحيح لغيره) ، رواه أحمد (١ / ٢١٤، ٢٢٤، ٢٨٣، ٣٤٧) ، وابن ماجه (٢١١٧) ، والنسائي (في الكبرى) ، والطحاوي (١ / ٩٠) ، وأبو نعيم (٤ / ٩٩) ، ورواه أيضا البخاري في الأدب (٧٨٣) ، قال الحافظ العراقي: رواه النسائي في الكبرى وابن ماجه بإسناد حسن، اهـ. (إتحاف ٧ / ٥٧٤) وقد جاء الحديث عن طرق عن الأجلح عن يزيد بن الأصم عن ابن عباس إلا أن ابن عساكر قال: " الأعمش " بدل " الأجلح "، والأجلح هذا هو ابن عبد الله أبو حجية الكنزي، وهو صدوق شيعي كما في التقريب، وبقية رجاله ثقات، رجال الشيخين، فالإسناد حسن وله شواهد تصححه.

(١) (صحيح) من حديث حذيفة. رواه أحمد (٥ / ٣٨٤، ٣٩٤، ٣٩٨) ، وأبو داود (٤٩٨٠) ، والبيهقي (٣ / ٢١٦) ، والطحاوي (١ / ٩٠) من طرق عن شعبة عن منصور بن المعتمر سمعت عبد الله بن يسار عن حذيفة به، وهذا سنده صحيح، رجاله كلهم ثقات، رجال الشيخين، غير عبد الله بن يسار وهو الجهني وهو ثقة، وثقه النسائي وابن حبان.

 مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Syirik Lawan Tauhid (1) Syirik Besar

Lawan tauhid Uluhiyah

Pertanyaan:
Apakah lawan dari Tauhid Uluhiyah?

Jawab:
Lawannya adalah syirik. Dan syirik ini ada dua: Syirik besar yang menghapuskan tauhid secara keseluruhan dan syirik kecil yang menghilangkan kesempurnaannya.

Pertanyaan:
Apakah syirik besar itu?

Jawab:
Yaitu seorang hamba menjadikan tandingan selain Alloh. Dia mensejajarkannya dengan Rabb semesta alam. Mencintainya seperti mencintai Alloh. Dia takut kepadanya seperti takutnya kepada Alloh. Dia berlindung kepadanya. Berdoa kepadanya. Takut kepadanya. Berharap kepadanya. Mencintainya. Bertawakal kepadanya. Mentaatinya dalam kemaksiatan kepada Alloh. Atau mengikutinya dalam perkara yang tidak diridhai Alloh. Dan yang serupa dengan itu.

Alloh ta'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka sungguh, dia telah berbuat dosa yang besar."(QS An Nisa': 48)

Alloh -ta'ala- berfirman:
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا
"Barang siapa mensekutukan Alloh maka dia telah sesat dengan kesesatan yang jauh". (QS An-Nisa: 116)

Alloh -ta'ala- berfirman:
إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ
"Sesungguhnya barangsiapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka" (QS Al Maidah: 72)

FirmanNya:
وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ
"Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh" (QS Al-Hajj: 31)

Dan ayat-ayat selainnya.
Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا، وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا
"Hak Alloh atas para hamba adalah agar mereka beribadah hanya kepadaNya dan tidak mensekutukanNya dengan suatu apa pun, dan hak hamba atas Alloh adalah bahwa Alloh tidak akan mengadzab orang yang tidak mensekutukanNya dengan suatu apa pun"(HR Bukhari, Muslim, Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dan sama saja keluar dari Islam  orang yang terang-terangan melakukan kesyirikan ini seperti kafir Quraisy dan selainnya, dan yang menyembunyikan (kesyirikan) seperti orang-orang munafik dan orang-orang yang membuat makar atas Islam yang mereka menampakkan Islam dan menyembunyikan kekufuran. Alloh ta'ala berfirman:
إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا - إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ
"Sungguh, orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun bagi mereka. Kecuali orang-orang yang bertobat dan memperbaiki diri dan berpegang teguh pada (agama) Allah dan dengan tulus ikhlas (menjalankan) agama mereka karena Allah. Maka mereka itu bersama-sama orang-orang yang beriman"(QS An-Nisa': 145-146)
Dan ayat-ayat selainnya.


[ما يضاد توحيد الإلهية]
س: ما هو ضد توحيد الإلهية؟
جـ: ضده الشرك، وهو نوعان: شرك أكبر ينافيه بالكلية، وشرك أصغر ينافي كماله.
[الشرك الأكبر]
س: ما هو الشرك الأكبر؟
جـ: هو اتخاذ العبد من دون الله ندا يسويه برب العالمين يحبه كحب الله ويخشاه كخشية الله ويلتجئ إليه ويدعوه ويخافه ويرجوه ويرغب إليه ويتوكل عليه، أو يطيعه في معصية الله، أو يتبعه على غير مرضاة الله، وغير ذلك، قال تعالى: {إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا} [النساء: ٤٨] وقال تعالى: {وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا} [النساء: ١١٦] وقال تعالى: {إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ} [المائدة: ٧٢]
وقال تعالى: {وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ} [الحج: ٣١] وغير ذلك من الآيات، وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «حق الله على العباد أن يعبدوه ولا يشركوا به شيئا، وحق العباد على الله أن لا يعذب من لا يشرك به شيئا» (١) وهو في الصحيحين.
ويستوي في الخروج بهذا الشرك عن الدين المجاهر به ككفار قريش وغيرهم، والمبطن له كالمنافقين المخادعين الذين يظهرون الإسلام ويبطنون الكفر، قال الله تعالى: {إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا - إِلَّا الَّذِينَ تَابُوا وَأَصْلَحُوا وَاعْتَصَمُوا بِاللَّهِ وَأَخْلَصُوا دِينَهُمْ لِلَّهِ فَأُولَئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ} [النساء: ١٤٥ - ١٤٦] وغير ذلك من الآيات.

(١) رواه البخاري (٢٨٥٦، ٥٩٦٧، ٦٢٦٧، ٦٥٠٠) ، ومسلم (الإيمان / ٤٨، ٥١) ، وأحمد (٣ / ٢٦٠، ٢٦١) والترمذي (٢٦٤٣) ، وابن ماجه (٤٢٦٩) .

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Kamis, 23 April 2020

Makna Iman Kepada Alloh -azza wa jalla-

Pertanyaan:
Apa makna iman kepada Alloh -azza wa jalla-?

Jawab:
Yaitu pembenaran yang mantab dari hati nurani yang dalam akan adanya Dzat Alloh -ta'ala- yang tidak didahului oleh sesuatu dan tidak diikutinya. Dialah (Alloh) yang awal dan tidak ada sesuatu pun yang mendahuluiNya. Dan Dialah yang Akhir dan tidak ada sesuatu pun setelahNya. Dialah yang Dzohir yang tidak ada sesuatu pun di atasNya. Dialah Al-Bathin yang tiada sesuatu pun di bawahNya. Dialah yang maha hidup dan mengurus seluruh makhlukNya, Maha Esa tempat bergantung para hambaNya.

لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ - وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

"(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.” (QS Al-Ikhlas: 3-4)
dan mengesakanNya dalam Uluhiyah, Rububiyah dan Asma wa ShifatNya.


[معنى الإيمان بالله عز وجل]
س: ما معنى الإيمان بالله عز وجل؟
جـ: هو التصديق الجازم من صميم القلب بوجود ذاته تعالى الذي لم يسبق بضد ولم يعقب به، هو الأول فليس قبله شيء، والآخر فليس بعده شيء، والظاهر فليس فوقه شيء، والباطن فليس دونه شيء، حي قيوم، أحد صمد {لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ - وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ} [الإخلاص: ٣ - ٤] وتوحيده بإلهيته وربوبيته وأسمائه وصفاته.


مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Dalil Definisi Iman dengan keenam Rukunnya secara rinci dari As-Sunnah dan Al Qur'an

Pertanyaan:
Apa dalil definisi iman dengan keenam rukunnya secara rinci?

Jawab:
Sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- tatkala Jibril -alaihis salam- berkata kepada beliau:
أخبرني عن الإيمان ؟ قال: " أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر، وتؤمن بالقدر خيره وشره
Khabarkanlah kepadaku tentang iman? Beliau bersabda: "Engkau beriman kepada Alloh, malaikat-malaikatnya, kitab-kitabnya, rasul-rasulnya dan hari akhir. Dan beriman kepada taqdir Alloh baik tadir yang baik maupun yang buruk" (HR Bukhari dan Muslim)

Pertanyaan:
Apa dalil dari Al-Qur'an secara global?
Jawab:
Alloh -ta'ala- berfirman:
لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ
"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi" (QS Al-Baqarah:177)

إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
"
Sungguh, Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran". (QS Al-Qomar: 49)
In sya Alloh kami akan sebutkan dalil masing-masingnya secara terpisah.

[الدليل على تعريف الإيمان بالأركان الستة عند التفصيل من السنة والكتاب]
س: ما الدليل على تعريف الإيمان بالأركان الستة عند التفصيل؟
جـ: قول النبي صلى الله عليه وسلم لما قال له جبريل عليه السلام: «أخبرني عن الإيمان
قال: " أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الآخر، وتؤمن بالقدر خيره وشره» (١) .
س: ما دليلها من الكتاب جملة؟
جـ: قال الله تعالى: {لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ} [البقرة: ١٧٧] وقوله تعالى: {إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ} [القمر: ٤٩] وسنذكر إن شاء الله دليل كل على انفراده.


مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Kamis, 26 Maret 2020

Dalil Bahwasannya Iman Mencakup Agama Seluruhnya Ketika Disebutkan Secara Mutlak

Pertanyaan:
Apa dalilnya bahwasannya iman mencakup agama ini seluruhnya ketika disebutkan secara mutlak?

Jawab:
Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda dalam hadits Wafd 'Abdul Qois:
آمركم بالإيمان بالله وحده "، قال: " أتدرون ما الإيمان بالله وحده ". قالوا: الله ورسوله أعلم. قال: " شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وأن تؤدوا من المغنم الخمس
"Aku perintahkan kalian beriman hanya kepada Alloh saja". Beliau bertanya: "Tahukah kalian apa itu beriman hanya kepada Alloh saja?" Para shahabat berkata: Alloh dan RasulNya yang lebih tahu. Beliau bersabda: "Persaksian bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Alloh dan bahwasannya Muhammad utusan Alloh, menegakkan sholat, mengeluarkan zakat dan kalian memberikan seperlima dari ghanimah" (HR Bukhari dan Muslim)

[الدليل على أن الإيمان يشمل الدين كله عند الإطلاق]
س: ما الدليل على أن الإيمان يشمل الدين كله عند الإطلاق؟
جـ: قال النبي صلى الله عليه وسلم في حديث وفد عبد القيس: «آمركم بالإيمان بالله وحده "، قال: " أتدرون ما الإيمان بالله وحده ". قالوا: الله ورسوله أعلم. قال: " شهادة أن لا إله إلا الله وأن محمدا رسول الله، وإقام الصلاة، وإيتاء الزكاة، وأن تؤدوا من المغنم الخمس» (٢) .


(٢) رواه البخاري (٥٣، ٨٧، ٥٢٣) ، ومسلم (الإيمان / ٢٣) .



مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Dalil Bahwasannya Orang-Orang yang beriman bertingkat-tingkat keimanannya


Pertanyaan:
Apa dalil bahwa orang-orang yang beriman bertingkat-tingkat level keimanannya?

Jawab:
Alloh ta'ala berfirman:
وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ - أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ
"Dan orang-orang yang beriman paling dahulu, Mereka itulah yang didekatkan kepada Allah" (QS Al-Mudatsir: 10-11)
sampai pada firmanNya:
وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ
"Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu." (QS Mudatsir: 27)

Alloh ta'ala berfirman:
فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ - فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ - وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ - فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ
"adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah), maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta jannah kenikmatan. Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan, maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan".(QS Al-Waqi'ah: 88-91)

Alloh -ta'ala- berfirman:
فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ
"lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah."(QS Fathir: 32)
Dan dalam hadits syafaat:
أن الله يخرج من النار من كان في قلبه وزن دينار من إيمان، ثم من كان في قلبه نصف دينار من إيمان
"Sesungguhnya Alloh mengeluarkan dari neraka orang yang di dalam hatinya ada keimanan seberat dinar, kemudian orang yang dalam hatinya ada keimanan seberat setengah dinar".
يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وكان في قلبه من الخير ما يزن شعيرة، ثم يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وكان في قلبه من الخير ما يزن برة، ثم يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وكان في قلبه من الخير ما يزن ذرة
"Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan lailaha illalloh meskipun dalam hatinya ada kebaikan meski hanya seberat gandum. Kemudian akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan lailaha illalloh meski dalam hatinya ad kebaikan meski seberat baroh. Kemudian akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan lailaha illalloh meski dalam hatinya ada kebaikan hanya seberat dzarroh"(HR Bukhari dan Muslim)


[الدليل على تفاضل أهل الإيمان فيه]
س: ما الدليل على تفاضل أهل الإيمان فيه؟
جـ: قال تعالى: {وَالسَّابِقُونَ السَّابِقُونَ - أُولَئِكَ الْمُقَرَّبُونَ} [الواقعة: ١٠ - ١١]- إلى: {وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ} [الواقعة: ٢٧] وقال تعالى: {فَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ - فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ - وَأَمَّا إِنْ كَانَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ - فَسَلَامٌ لَكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ} [الواقعة: ٨٨ - ٩١] وقال تعالى: {فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ} [فاطر: ٣٢] الآيات، وفي حديث الشفاعة: «أن الله يخرج من النار من كان في قلبه وزن دينار من إيمان، ثم من كان في قلبه نصف دينار من إيمان» . وفي رواية: «يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وكان في قلبه من الخير ما يزن شعيرة، ثم يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وكان في قلبه من الخير ما يزن برة، ثم يخرج من النار من قال لا إله إلا الله وكان في قلبه من الخير ما يزن ذرة» (١) .

(١) رواه البخاري (٤٤، ٧٤١٠) ، ومسلم (الإيمان / ٣٢٥) .


مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-


Dalil Bertambah dan Berkurangnya Iman


Pertanyaan:
Apa dalil bertambah dan berkurangnya iman?

Jawab:
Firman Alloh ta'ala:
لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ

"supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)"(QS Al-fath: 4)

وَزِدْنَاهُمْ هُدًى

"dan Kami tambah pula untuk mereka petunjuk."(QS Al-Kahfi: 13)

وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى

"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk."(QS Maryam: 76)
وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى

"Dan orang-orang yang mau menerima petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka"(QS Muhammad: 17)

وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا

"supaya orang yang beriman bertambah imannya "(QS Al-Mudatsir: 31)

فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا

"Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya" (QS At-Taubah: 124)

فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا

"maka perkataan itu menambah keimanan mereka" (QS Ali Imran: 173)

وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا

"Dan yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan." (Al-Ahzab: 22)

Dan ayat-ayat selainnya.

Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:

«لو أنكم تكونون في كل حالة كحالتكم عندي لصافحتكم الملائكة

"Seandainya kalian tetap istiqamah dalam segala keadaan sebagaimana keadaanmu tatkala bersamaku niscaya kalian akan disalami malaikat" (HR Muslim dan Ibnu Majah dan ini lafadz darinya) au kama qola.


[الدليل على زيادة الإيمان ونقصانه]
س: ما الدليل على زيادة الإيمان ونقصانه؟
جـ: قوله تعالى: {لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ} [الفتح: ٤]- {وَزِدْنَاهُمْ هُدًى} [الكهف: ١٣]- {وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى} [مريم: ٧٦]- {وَالَّذِينَ اهْتَدَوْا زَادَهُمْ هُدًى} [محمد: ١٧]- {وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا} [المدثر: ٣١]- {فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا} [التوبة: ١٢٤]- {فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَانًا} [آل عمران: ١٧٣]- {وَمَا زَادَهُمْ إِلَّا إِيمَانًا وَتَسْلِيمًا} [الأحزاب: ٢٢] وغير ذلك من الآيات، وقال صلى الله عليه وسلم: «لو أنكم تكونون في كل حالة كحالتكم عندي لصافحتكم الملائكة» (٢) أو كما قال




.(١) رواه البخاري (٢٦، ١٥١٩) ، ومسلم (الإيمان / ١٣٥) .
(٢) رواه مسلم (التوبة / ١٢) وابن ماجه (٤٢٣٩) واللفظ له.


مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Pengertian Iman dan Bahwa Iman adalah Ucapan dan Perbuatan

Pengertian Iman

Pertanyaan:
Apa definisi iman?
Jawab:
Iman adalah ucapan dan perbuatan. Yaitu ucapan hati dan lisan; dan amalan hati, lisan dan anggota badan. Bertambah dengan ketaatan dan berkurang dengan kemaksiatan dan orang-orang yang beriman bertingkat-tingkat dalam masalah ini.

Dalil bahwa Iman adalah ucapan dan perbuatan
Pertanyaan:
Apa dalilnya bahwa iman adalah ucapan dan perbuatan?

Jawab:
Alloh -ta'ala- berfirman:
وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ
"Akan tetapi Alloh menjadikan untuk kalian kecintaan kepada keimanan dan menjadikan indah keimanan itu di hati-hati kalian"(QS Al-Hujurat: 7)

Alloh -ta'ala- berfirman:
فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ
"Berimanlah kalian kepada Alloh dan rasuNya" (QS Al-A'raf: 158)
Dan ini adalah makna dua kalimat syahadat yang seorang hamba tidaklah masuk kedalamam agama ini kecuali dengannya. Ini termasuk amalan hati secara keyakinan dan amalan lisan secara pengucapan yang tidaklah bermanfaat kecuali dengan terkumpul keduanya. Alloh -ta'ala- berfirman:
وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ
"Dan Alloh -ta'ala- tidaklah menyia-nyiakan iman kalian"(QS Al-Baqarah: 143) yaitu sholat kalian menghadap baitul maqdis sebelum perubahan kiblat. Sholat disebut dengan iman. Sholat mengumpulkan amalan hati, lisan dan anggota badan. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- menjadikan jihad, beribadah pada malam lailatul qodar, puasa Ramadhan dan sholat malamnya, serta menunaikan sholat lima waktu dan selainnya sebagai bagian dari iman. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- pernah ditanya: Amalan apa yang paling utama? Beliau menjawab: "Keimanan kepada Alloh dan rasulNya" (HR Bukhari dan Muslim)


[تعريف الإيمان]
س: ما هو الإيمان؟
جـ: الإيمان قول وعمل: قول القلب واللسان، وعمل القلب واللسان والجوارح، ويزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، ويتفاضل أهله فيه.

[الدليل على أن الإيمان قول وعمل]
س: ما الدليل على أنه قول وعمل؟
جـ: قال الله تعالى: {وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ} [الحجرات: ٧] الآية، وقال تعالى: {فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ} [الأعراف: ١٥٨] وهذا معنى الشهادتين اللتين لا يدخل العبد في الدين إلا بهما، وهي من عمل القلب اعتقادا ومن عمل اللسان نطقا لا تنفع إلا بتواطئهما، وقال تعالى: {وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ} [البقرة: ١٤٣] يعني صلاتكم إلى بيت المقدس قبل تحويل القبلة، سمى الصلاة كلها إيمانا، وهي جامعة لعمل القلب واللسان والجوارح، وجعل النبي صلى الله عليه وسلم الجهاد وقيام ليلة القدر وصيام رمضان وقيامه وأداء الخمس وغيرها من الإيمان، وسئل النبي صلى الله عليه وسلم «أي الأعمال أفضل؟ قال: " إيمان بالله ورسوله» (١) .


مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

Rabu, 12 Februari 2020

Hukum Orang Yang Mengingkari Salah Satu dari Rukun Islam yang Lima atau Mengakuinya namun Menyombongkan Diri

Pertanyaan:
Apa hukum orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam yang lima atau mengakuinya namun menyombongkan diri?

Jawab:
Diperangi sebagai orang kafir seperti selainnya dari orang-orang yang mendustakan dan menyombongkan diri seperti Iblis dan Fir'aun.

Hukum Orang yang Mengakuinya kemudian meninggalkannya karena sebab malas atau karena takwil.

Pertanyaan:
Bahagaimana hukum orang yang mengakuinya rukun Islam yang lima kemudian meninggalkannya karena sebab malas atau karena takwil.

Jawab:
Adapun sholat maka orang yang menunda waktu (mengerjakannya) dengan alasan ini maka dia diminta bertaubat. Jika dia bertaubat (maka itu yang dikehendaki) dan jika tidak maka dibunuh sebagai had; berdasarkan firman Alloh -ta'ala-:
فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ
"Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan" (QS At-Taubah: 5)

Dan hadits أمرت أن أقاتل الناس (Aku diperintahkan untuk memerangi manusia...dst)1) serta hadits selainnya.
Adapun zakat, jika yang tidak mengeluarkannya orang yang tidak punya kekuatan maka pemimpin mengambil darinya dengan dipaksa dan diberi sangsi dengan mengambil sebagian dari hartanya; berdasarkan sabda nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
ومن منعها فإنا آخذوها وشطر ماله معها
"Barang siapa tidak mengeluarkan zakat maka kami yang mengambilnya dengan separuh dari hartanya"2).
Jika mereka (yang tidak mengeluarkan zakat) jamaah dan memiliki kekuatan maka wajib pagi pemimpin untuk memerangi mereka sampai mereka mengeluarkannya berdasarkan ayat-ayat dan hadits sebelumnya dan juga yang lainnya. Dan hal ini dilakukan oleh Abu Bakar dan para shahabat -radhiyallohu 'anhum ajmaiin-. Adapun puasa maka tidak ada nash tentangnya namun imam(pemimpin) atau wakilnya memberi sangsi yang menjadi peringatan baginya dan orang yang semisalnya. Ada pun haji maka sepanjang umur seorang hamba adalah waktu baginya yang tidak berakhir kecuali dengan kematian. Dan yang wajib adalah bersegera. Dan telah ada ancaman akhirat bagi yang menyepelekannya dan tidak ada nash yang menyebutkan hukuman khusus di dunia.

Note:
1). HR Bukhari (25,1399) dan Muslim (Al-Iman/32, 37)
2). Hasan. HR Abu Dawud (1575), An-Nasa'i (2292),(2297), Ibnu Jarud (174), Al-Hakim(1/398), Al-Baihaqi(4/105), Ahmad (4/2,4) dari jalan Bahz bin Hakim dari Bapaknya dari kakeknya. Hakim berkata: Sanadnya shahih, disepakati Adz-Dzahabi dan hadits ini dihasankan Syaikh Al-Albani dengan khilaf yang ma'ruf atas Bahz bin Hakim. Asy-Syafi'i berkata: Laisa bihujjah. Hadits ini tidaklah ditetapkan para ulama sebagai hadits seandainya shahih niscaya kami akan mengatakannya. Imam Syafi'i berpendapat dengan hal ini di qoulul qadim dan beliau ruju' pada qoulul jadid. Adapun penjelasan masalah "diambil setengah dari hartanya" telah ditetapkan oleh banyak para ulama ummat ini bahwa ghulul dalam shodaqah dan ghanimah tidak diwajibkan denda/sangsi. Oleh karenanya mereka menafsirkan hadits ini sebagai berikut:
1. Hadits ini mansukh (terhapus). Telah datang (penjelasan) bahwa ketetapan nash yang telah terhapus tidaklah diterima kecuali dengan adanya bukti akan hal tersebut dengan diketahuinya yang lebih dahulu. Dan ini tidaklah bisa dipastikan pada masalah ini.
2. Bahwa hadits ini di dalamnya ada kesamaran pada konteks matannya. bahwasannya yang shahih: فإنا آخذوها من شطر ماله (Sesungguhnya kami mengambilnya dari separuh hartanya) yakni hartanya dibagi dua bagian maka orang yang mengeluarkan zakat memilihnya dan dia mengambil shodaqoh dari separoh yang terbaik sebagai hukuman karena keengganannya mengeluarkan zakat.
3. Bahwasannya hadits ini shahih dan wajib untuk mengamalkan dzahirnya. Dan telah shahih beberapa hadits dari Nabi -shollallohu 'alahi wa sallam- tentang syariat hukuman terhadap harta dan tidak ada yang menghapusnya dengan hujah.
4. Hadits ini dhaif dilihat dari sisi bahwasannya riwayat Bahz tidak bisa dipakai sebagai hujjaah. Sebagian ulama berpendapat demikian sedangkan sebagian yang lain menyelisihi pendapat ini. Dan pendapat kedua inilah yang lebih dekat epada kebenaran menurut kami. Allohu ta'ala a'lam.

[حكم من جحد واحدا من قواعد الإسلام الخمس أو أقر به واستكبر عنه]
س: ما حكم من جحد واحدا منها أو أقر به واستكبر عنه؟
جـ: يقتل كفرا كغيره من المكذبين والمستكبرين مثل إبليس وفرعون.

[حكم من أقر بها ثم تركها لنوع تكاسل أو تأويل]
س: ما حكم من أقر بقواعد الإسلام الخمس ثم تركها لنوع تكاسل أو تأويل؟
جـ: أما الصلاة فمن أخرها عن وقتها بهذه الصفة فإنه يستتاب، فإن تاب وإلا قتل حدا لقوله تعالى: {فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ} [التوبة: ٥] وحديث: «أمرت أن أقاتل الناس» (1) . الحديث وغيره، وأما الزكاة فإن كان مانعها ممن لا شوكة له أخذها الإمام منه قهرا ونكله بأخذ شيء من ماله؛ لقوله صلى الله عليه وسلم: «ومن منعها فإنا آخذوها وشطر ماله معها» (2) . الحديث، وإن كانوا جماعة ولهم شوكة وجب على الإمام قتالهم حتى يؤدوها للآيات والأحاديث السابقة وغيرها، وفعله أبو بكر والصحابة رضي الله عنهم أجمعين. وأما الصوم فلم يرد فيه شيء ولكن يؤدبه الإمام أو نائبه بما يكون زجرا له ولأمثاله. وأما الحج فكل عمر العبد وقت له لا يفوت إلا بالموت، والواجب فيه المبادرة، وقد جاء الوعيد الأخروي في التهاون فيه، ولم ترد فيه عقوبة خاصة في الدنيا.

(1) رواه البخاري (٢٥، ١٣٩٩) ، ومسلم (الإيمان / ٣٢، ٣٧) .

(2) (حسن) رواه أبو داود (١٥٧٥) ، والنسائي (٢٢٩٢) أ، (٢٢٩٧) أ، وابن الجارود (١٧٤) ، والحاكم (١ / ٣٩٨) ، والبيهقي (٤ / ١٠٥) ، وأحمد (٤ / ٢، ٤) من طرق عن بهز بن حكيم عن أبيه عن جده، وقد قال الحاكم: صحيح الإسناد. ووافقه الذهبي، وقد حسن الحديث الشيخ الألباني للخلاف المعروف على بهز بن حكيم، وقال الشافعي: ليس بحجة، وهذا الحديث لا يثبته أهل العلم بالحديث ولو ثبت لقلنا به، وكان الشافعي قد قال به في مذهبه القديم ثم رجع عن ذلك في الجديد، أما عن شرح مسألة " أخذ نصف ماله معه " فقد تقرر عن كثير من علماء الأمة أن الغلول في الصدقة والغنيمة لا يوجب غرامة في المال. ولذلك فإنهم اتجهوا إلى تأويل هذا الحديث بما يلي:
(١) أن الحديث منسوخ، ورد ذلك بأن دعوى النسخ غير مقبولة إلا مع وجود الدليل على ذلك مع العلم بتاريخ الأسبق، وهذا غير محقق في مسألتنا.
(٢) أن الحديث فيه وهم قد وقع في سياق متنه وأن الصحيح " فإنا آخذوها من شطر ماله " أي يجعل ماله شطرين فيتخير عليه المصدق ويأخذ الصدقة من خير الشطرين عقوبة لمنعه الزكاة، فأما ما لا يلزمه فلا.
(٣) أن الحديث صحيح ويجب أن يؤخذ به على ظاهره، وأنه قد ثبت عدة أحاديث عن النبي صلى الله عليه وسلم في شرعية العقوبات المالية لم ثبت نسخها بحجة.
(٤) أن الحديث ضعيف باعتبار أن بهزا لا يحتج به، وقد ذهب إلى ذلك بعض العلماء وخالفهم آخرون، والقول الثاني هو الأقرب عندنا، والله تعالى أعلم.





[تعريف الإيمان]
س: ما هو الإيمان؟
جـ: الإيمان قول وعمل: قول القلب واللسان، وعمل القلب واللسان والجوارح، ويزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، ويتفاضل أهله فيه

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)