“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 02 Mei 2019

At-Tuhfah: Definisi Ibadah dan Macam-Macamnya

At-Tuhfah: Definisi Ibadah dan Macam-Macamnya
العبادة هي اسم جامع لكل ما يحبه الله و يرضاه من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة
"Ibadah yaitu isim yang mencakup setiap yang dicintai Alloh dan diridhoiNya berupa perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan; yang dzahir maupun yang batin".

********
Penjelasan: العبادة diambil dari التعبد yaitu ketundukan dan merendahkan diri.
Sebagaimana perkataanmu: طريق معبدة  yakni مذللة.
Sedangkan secara istilah sebagaimana yang disampaikan oleh syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
هي اسم جامع لكل ما يحبه الله و يرضاه من الأقوال والأعمال الظاهرة والباطنة
"Ibadah yaitu isim yang mencakup setiap yang dicintai Alloh dan diridhoiNya berupa perkataan-perkataan dan perbuatan-perbuatan; yang dzahir maupun yang batin".
Ibnu Katsir berkata: Peribadahan kepada Alloh -ta'ala- yaitu: mentaatinya dengan amalan-amalan yang diperintahkan dan meninggalkan yang dilarang.

Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
Pembagian Ibadah ada lima:
1. Ibadah I'tiqadiyah: yaitu seorang muslim meyakini bahwa  Alloh 'azza wa jalla adalah Pencipta, Pemberi Rezeki, yang Menghidupkan, yang Mematikan, yang Mengatur seluruh urusan hamba-hambaNya, yang layak untuk diibadahi satu-satunya dan tidak ada sekutu bagiNya dalam doa, penyembelihan, nadzar dan yang selainnya. Dan Dia disifati dengan sifat mulia, kesempurnaan, kebesaran, keagungan dan yang selain itu dari macam keyakinan.

Penjelasan:
Dan mungkin dari ungkapan penulis di atas bisa diringkas dengan lebih ringkas dan lebih mencakup bahwa ibadah i'tiqadiyah yaitu meyakini keesaan Alloh ta'ala pada seluruh kekhususanNya berupa Uluhiyyah, Rububiyyah, dan Asma' wa shifat.

Dan kebalikan dari ungkapan ini adalah: meyakini bahwa ada selain Alloh yang bersekutu dengan Alloh dalam Uluhiyyah dan RububiyyahNya, atau (ada yang)secara independen memiliki kedua sifat tersebut selain Alloh, atau meyakini dalam permasalahan nama-nama dan sifat-sifat Alloh dengan keyakinan yang menyelisihi aqidah Salaf dari Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Penulis -hafidzahullohu ta'ala- berkata:
2. Ibadah Lafdziyah: seperti mengucapkan syahadat "lailaha illalloh wa muhammad rasululloh", membaca Al-Qur'an, berdoa, dzikir-dzikir dan yang selainnya.

Penjelasan:
Dan ungkapan penulis di atas memungkinkan untuk diringkas; bahwa ibadah lafdziyah yaitu memanfaatkan lisan untuk perkara-perkara yang dicintai dan diridhoi berupa ucapan-ucapan. Paling utamanya adalah lailaha illalloh.

Kebalikan dari definisi ini adalah mengucapkan kata-kata yang dibenci Alloh dan tidak diridhoiNya berupa kekufuran, kefasikan dan maksiat.

Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
3. Ibadah Badaniyah, seperti berdiri (ketika sholat), ruku', sujud, puasa, amalan-amalan haji, hijrah, jihad dan lain-lain dari macam ibadah badaniyah.

Penjelasan:
Ringkasan dari ungkapan penulis yaitu: memanfaatkan anggota badan dalam hal-hal yang dicintai dan diridhoi Alloh berupa amalan-amalan badaniyah seperti sholat dan lainnya.
Kebalikannya adalah menggunakan anggota badan atau menggunakan sebagian anggota badan untuk hal-hal yang tidak dicintai dan tidak diridhoi Alloh, seperti mencuri, menghalang-halangi jalan, dan lain sebagainya.

Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
4. Ibadah Maliyah (harta) seperti zakat, sedekah, dan yang semisalnya.
Penjelasan: bisa juga dikatakan: mempergunakan harta untuk bertaqarrub(beribadah) kepada Alloh, seperti zakat, shodaqah, dan lain sebagainya.

Kebalikannya yaitu menggunakan harta atau sebagiannya untuk sesuatu yang tidak diridhoi Alloh seperti untuk membeli hal-hal yang diharamkan, atau untuk sesuatu yang mubadzir dan berlebih-lebihan, atau untuk memerangi agama Alloh dan para wali-waliNya.

Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
5. Ibadah Tarkiyah yaitu seorang muslim meninggalkan seluruh keharaman, kesyirikan, dan bid'ah dalam rangka mentaati syariat Alloh. Ini adalah ibadah tarkiyah; diberi pahala orang yang meninggalkan keharaman demi mengharap wajah Alloh.

Penjelasan: Kesimpulannya adalah seorang muslim meninggalkan perkara yang diharamkan oleh Alloh dan rasulNya -shollallohu 'alaihi wa sallam- dan apa yang Alloh dan rasulNya melarangnya sebagai bentuk peribadahan.

Kebalikannya terjatuh pada perkara-perkara yang diharamkan oleh Alloh dan rasulNya berupa perkataan dan perbuatan yang dzahir dan yang batin.

Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal 59-63.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)