“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 28 Oktober 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Shalawat Kepada Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- dan para shahabatnya


Bait 3 & 4:
ثم الصلاةُ معْ سلامٍ دائمِ *** على الرسولِ القرشيِّ الخاتَمِ

وآله وصحبِه الأبرارِ *** الحائزين مراتبَ الفَخَارِ
#3 Kemudian SHolawat dan salam senantiasa tercurah kepada Rasululloh dari Quraisy penutup (para nabi),
#4 Dan kepada keluarga dan shahabatnya yang berbakti yang mencapai derajad yang membanggakan"

Penjelasan:
Adapun shalawat dari Alloh yaitu pujianNya kepada hambaNya di Al-Malaul A'la. Maka padanya diperoleh kebaikan. Dan salam adalah penjagaan dari keburukan dan musibah-musibah.
Rasul yaitu orang yang diberikan syariat kepadanya dan diperintahkan untuk menyampaikannya.
Al-Khatim (penutup) yaitu Alloh menutup kenabian dan kerasulan dengan diutusnya beliau. Dengan demikian tidak ada Nabi setelah beliau.
Aalun Nabi,(keluarga Nabi) yaitu para pengikut beliau sampai hari kiamat. Termasuk padanya para Shahabat. Sehingga turut disebutkannya para shahabat maka ini adalah sebuah pengkhususan dari sesuatu yang umum karena keistimewaan dan kemuliaan mereka dengan ilmu yang bermaanfaat dan amalan yang shalih serta ketakwaan yang sempurna yang layak bagi mereka mendapatkan kebanggaan di dunia dan di akhirat. Semoga Alloh meridhoi mereka.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)