“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Sabtu, 11 Januari 2020

Dalil Syarat Ikhlas dari Al-Qur'an dan As-Sunnah

Pertenyaan:
Apa dalil syarat ikhlas dari Al-Kitab dan As-Sunnah?

Jawab:
Aloh -ta'ala- berfirman:
أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ

"Ingatlah, hanya kepunyaan Allah-lah agama yang bersih (dari syirik)". (QS Az-Zumar: 3)

Alloh -ta'ala- berfirman:
فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ
"Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya".(QS Az-Zumar: 2)

Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
أسعد الناس بشفاعتي من قال لا إله إلا الله خالصا من قلبه
"Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku (pada hari kiamat) adalah orang yang mengucapkan La ilaha illalloh ikhlas dari hatinya" (HR Bukhari 99, Ahmad (2/373).

إن الله تعالى حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله
"Sesungguhnya Alloh -ta'ala- mengharamkan masuk neraka orang yang mengucapkan Lailaha illalloh yang dia berharap wajah Alloh dengannya"(HR Bukhari 425 dan Muslim (Masajid/263)

[دليل اشتراط الإخلاص من الكتاب والسنة]
س ما دليل اشتراط الإخلاص من الكتاب والسنة؟
جـ: قال الله تعالى: {أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ} [الزمر: ٣] وقال تعالى: {فَاعْبُدِ اللَّهَ مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ} [الزمر: ٢] وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «أسعد الناس بشفاعتي من قال لا إله إلا الله خالصا من قلبه» (٢) وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «إن الله تعالى حرم على النار من قال لا إله إلا الله يبتغي بذلك وجه الله» (٣) .

(٢) رواه البخاري (٩٩) ، وأحمد (٢ / ٣٧٣) .
(٣) رواه البخاري (٤٢٥) ، ومسلم (مساجد / ٢٦٣) .

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)