“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Rabu, 22 Januari 2020

Taisir (60): Dua rekaat Sunnah Fajar Lebih Baik Dari Pada Dunia dan Seisinya

Hadits 60:
عنْ عائِشَةَ رضِيَ اللهُ عنْها قالَتْ : (( لَمْ يَكُنِ النَّبِيُّ ( على شيءٍ منَ النَّوافِلِ تَعاهُدَاً منْهُ على ركْعَتَي الفَجْرِ )) .
وفي لفْظٍ لِمُسْلِمٍ : (( رَكْعَتا الفَجْرِ خيرٌ منَ الدُّنيا وما فيها )) .

Dari 'Aisyah -radhiyallohu 'anha- berkata: "Tidak pernah Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- memperhatikan satu sunnah nafilah pun melebihi sunnah 2 rekaat fajar".
Dalam riwayat Muslim: "Dua rekaat (sunnah) fajar lebih baik dari pada dunia dan seiisinya" (HR Bukhari 1169 dan Muslim 724 dan 725)

Makna Global:
Dalam hadits ini ada penjelasan akan pentingnya dan penekanan dua rekaat sunnah fajar. Aisyah -radhiyallohu anha- telah menyebutkan bahwa Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- menekankannya dan menaruh perhatian besar padanya dengan perbuatan dan ucapan beliau; Aisyah berkata: Tidak pernah Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- memperhatikan dan merutinkan satu sunnah nafilah pun melebihi sunnah 2 rekaat fajar. Dan beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda: Keduanya lebih baik dari pada dunia dan seisinya.

Kesimpulan hadits:
1. Sunnah yang ditekankan pada (sholat sunnah) dua rekaat fajar. Maka tidak selayaknya mengabaikannya.
2. Keutamaannya yang agung dimana dua rekaat sunnah fajar dijadikan pahalanya lebih baik dari pada dunia dan seisinya.
3. Adalah Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- memberikan perhatian yang lebih dari pad sunnah selainnya.
4. Sesungguhnya orang yang mengabaikannya -padahal hal itu mudah, besar pahalanya dan motivasi dari Pembuat Syariat untuk mengerjkannya- menunjukkan lemahnya agamanya dan terhalangnya dari kebaikan yang agung.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)