“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jumat, 28 Februari 2020

Penjelasan Shifat Alloh Al-Aliim dan Al-Khabir

Diterjemahkan dari kitab Syarah Aqidah Al-Wasithiyyah Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin -rahimahulloh-; hal 190-191

*Firman Alloh -ta'ala-: ( ٱلْعَلِيمُ ٱلْخَبِيرُ )"Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal" (QS At-tahrim: 3)

Penjelasan:
* Tentang ٱلْعَلِيمُ telah berlalu penjelasannya.
* Makna ٱلْخَبِيرُ yaitu mengetahui perkara-perkara yang tersembunyi. Sehingga sifat ini merupakan sifat yang khusus setelah penyebutan sifat yang umum. Kita katakan: Al-Aliim artinya mengetahui perkara-perkara yang nampak sedangkan Al-Khabir mengetahui perkara-perkara yang tersembunyi. Sehingga pengtahuan tentang perkara-perkara yang tersembunyi disebutkan dua kali: pertama dengan bentuk umum dan kedua dengan bentuk khusus agar tidak ada yang menyangka bahwa ilmunya hanya khusus dalam perkara yang dzahir saja.

Sebagaimana hal ini terjadi pada makna-makna maka hal ini juga terjadi pada individu-individu. Misalnya:
تَنَزَّلُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ وَٱلرُّوحُ فِيهَا
"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril"(QS Al-Qadar: 4)

 Ar-Ruuh adalah Jibril dan dia dari kalangan malaikat. Kita katakan: Para malaikat, dan di antaranya Jibril. Dan dikhususkannya penyebutan Jibril sebagai bentuk pemuliaan untuknya. Sehingga dia disebutkan dua kali: pertama dalam bentuk umum dan kedua dengan bentuk khusus.
Pada ayat ini terdapat nama-nama Alloh ta'ala yaitu: Al-Aliim dan Al-Khobir, dari shifatnya: Al-Ilmu (mengetahui yang dzahir) dan Al-Khubroh (mengtahui yang bathin).

Dan di dalamnya terdapat faidah-faidah maslakiyah (berkenaan dengan pensucian jiwa -pent); Bahwasannya keimanan seseorang akan perkara ini akan menambahkan rasa takut dan khasyahnya kepada Alloh, baik dalam kesendirian maupun ketika dalam keramaian.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)