“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 29 Juni 2020

Taisir (71): Makmum Berada di Kanan Imam Jika Sendirian


Hadits 71:
عَنْ عَبْدِ الله بْنِ عبَّاس رضيَ الله عَنْهُمَا قال: بِتُّ عِنْدَ خَالَتِي مَيْمُونَةَ فَقَامَ النَبيُّ صلى الله عليه وسلم يُصَلى مِنَ الليْل، فَقُمْتُ عن يَسَارهِ فَأخَذ برأسي فأقامني عَنْ يَمِينه.
"Dari Abdullah bin Abbas -radhiyallohu 'anhuma- berkata: "Aku pernah menginap di rumah bibiku, Maimunah. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bangun untuk sholat di malam hari. Aku pun berdiri (ikut sholat) dikiri beliau. Maka beliau memegang kepalaku dan memposisikanku di sebelah kanannya" (HR Bukhari 699 dan Muslim 763)

Makna Global
Shahabat yang mulia, pemukanya ummat, ahli tafsir Qur'an, yang memiliki kesungguhan dan ketekunan dalam memperoleh ilmu dan menelitinya. Bahkan untuk menelusuri suatu ilmu beliau menginap di rumah bibinya, istri Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- untuk melihat secara langsung sholat Tahajjudnya Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-. Tatkala Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- berdiri untuk sholat di malam hari, Ibnu Abbas berdiri untuk sholat bersama beliau. Beliau berdiri di samping kiri Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- sebagai makmum. Karena kanan adalah tempat yang mulia dan itu adalah tempat makmum di samping imam ketika sendiri, maka Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- memegang kepalanya dan memposisikannya di sebelah kanan beliau.

Ikhtilaf Ulama:
Yang masyhur di madzhab Imam Ahmad akan fasad(rusaknya) sholat makmum jika berdiri di sebelah kanan imam jika sebelah kanannya kosong.
Jumhur ulama -di antaranya Imam yang tiga: Abu Hanifah, Malik, dan Syafi'i berpendapat akan keabsahan sholatnya meski sebelah kanannya imam kosong. Ini juga riwayat kedua dari Imam Ahmad. 
Dan sebagian para imam shahabat beliau memilih pendapat ini. Mereka berdalil dengan hadits ini dan ini adalah pendalilan yang jelas pengambilannya. Bersamaan dengan itu mereka juga sepakat bahwa tempat berdirinya makmum yang sendirian yang utama adalah di sebelah kiri imam. 

Kesimpulan Hadits:
1. Yang utama bagi makmum adalah berdiri di samping kanan imam jika dia sendirian.
2. Keabsahan berdirinya makmum di sebelah kiri imam meski sebelah kanannya kosong sebab Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- tidak membatalkan sholatnya Ibnu Abbas.
3. Bahwasannya makmum yang sendirian jika berdiri di kiri imam maka dia berpindah ke kanannya lewat dari belakang sebagaimana yang disebutkan dalam sebagian lafadz-lafadz hadits dalam Shahih Bukhari.
4. Bahwa perbuatan dalam sholat jika disyariatkan untuk keabsahannya maka tidak merusak sholat.
5. Sahnya shaf anak kecil sendirian bersama orang baligh.
6. Disyariatkannya sholat malam dan kesunnahannya.
7. Kesungguhan Ibnu Abbas -radhiyallohu 'anhu-, semagatnya untuk mendapatkan ilmu serta penelusurannya.
8. Tidak disyaratkan bagi keabsahan imam, bahwa seorang imam mesti berniat sebagai imam sebelum masuk sholat.

Diterjemahkan dari Taisiiril Alam Syarah Umdatul Ahkam oleh Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Ali Basam.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)