“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 09 Juli 2020

Kapan Bersiwak Ditekankan

Pembahasan Kedua: Kapan bersiwak ditekankan?
Ditekankan ketika hendak wudhu', ketika bangun tidur, ketika bau mulut telah berubah, ketika hendak membaca Al-Qur'an dan ketika hendak sholat. Demikian pula ketika hendak masuk masjid dan masuk rumah berdasarkan hadits Al-Qodaam bin Syariih dari bapaknya berkata: 

سألت عائشة، قلت: بأيِّ شيء كان يبدأ النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إذا دخل بيته؟ قالت: بالسواك 

"Aku bertanya kepada 'Aisyah. Aku berkata: Memulai dengan apa ketika Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- memasuki rumahnya? Beliau menjawab: "Dengan bersiwak"(HR Muslim)
Demikian pula ditekankan ketika lama diam dan gigi telah menguning sebagaimana hadits terdahulu.,

وكان رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إذا قام من الليل يَشُوصُ (٤) فاه بالسواك

"Dan adalah Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- apabila terbangun di malam hari beliau menggosok mulutnya dengan siwak" (HR Bukhari dan Muslim)

Seorang muslim ketika beribadah dan bertaqarrub kepada Alloh diperintahkan agar dalam kondisi paling bagus dalam hal kebersihan dan kesucian.

Diterjemah dari kitab fiqih muyassar fi dhouil kitabi was sunnah

المسألة الثانية: متى يتأكد؟
ويتأكد عند الوضوء، وعند الانتباه من النوم، وعند تغير رائحة الفم، وعند قراءة القرآن، وعند الصلاة. وكذا عند دخول المسجد والمنزل؛ لحديث القدام بن شريح، عن أبيه قال: سألت عائشة، قلت: بأيِّ شيء كان يبدأ النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إذا دخل بيته؟ قالت: بالسواك (٣). ويتأكد كذلك عند طول السكوت، وصفرة الأسنان، للأحاديث السابقة.
وكان رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - إذا قام من الليل يَشُوصُ (٤) فاه بالسواك (٥)، والمسلم مأمور عند العبادة والتقرب إلى الله، أن يكون على أحسن حال من النظافة والطهارة.

(١) أخرجه البخاري في كتاب الصوم ٢/ ٤٠ معلقاً بصيغة الجزم، ورواه أحمد (٦/ ٤٧)، والنسائي (١/ ١٠).
وصححه الألباني في الإرواء (١/ ١٠٥).
(٢) متفق عليه: البخاري برقم (٨٨٧)، ومسلم في كتاب الطهارة برقم (٢٥٢).
(٣) أخرجه مسلم برقم (٢٥٣).
(٤) الشوص: الدلك.
(٥) رواه البخاري في كتاب الوضوء باب السواك برقم (٢٤٥)، ومسلم في كتاب الطهارة باب السواك برقم (٢٥٥).
 

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)