“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 15 Oktober 2020

Fikih Muyassar: Syarat-Syarat Wudhu


Pembahasan Ketiga: Sahnya wudhu' disyaratkan hal-hal sebagai berikut:

1). Islam, berakal dan tamyiz. Tidak sah wudhunya orang kafir dan orang gila dan tidak sah pula wudhunya anak kecil yang belum mencapai umur tamyiz.
2). Niat. Berdasarkan hadits:
إنما الأعمال بالنيات
"Sesungguhnya amalan-amalan itu hanyalah tergantung dari niat-niatnya"(HR Bukhari dan Muslim).
Dan tidak disyariatkan melafadzkan niat karena tidak adanya dalil dari Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam.
3). Airnya suci, sebagaimana yang telah terdahulu dalam bab air. Adapun air najis maka tidak sah berwudhu dengannya.
4). Menghilangkan penghalang yang menghalangi sampainya air ke kulit berupa lilin atau adonan dan yang semisalnya: seperti pewarna kulit yang banyak dipakai para wanita sekarang ini.
5). Melakukan istijmar dan istinja' jika ada sebab yang mengharuskan sebagaimana terdahulu.
6. Tertib/urut. Akan ada penjelasannya nanti.
7. Mencuci seluruh anggota wudhu yang wajib untuk dibasuh.

المسألة الثالثة: في شروطه:
ويشترط لصحة الوضوء ما يأتي:
أ) الإسلام، والعقل، والتمييز، فلا يصح من الكافر، ولا المجنون، ولا يكون معتبراً من الصغير الذي دون سن التمييز.
ب) النية: لحديث: (إنما الأعمال بالنيات) (١). ولا يشرع التلفظ بها؛ لعدم ثبوته عن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -.
ج) الماء الطهور: لما تقدم في المياه، أما الماء النجس فلا يصح الوضوء به.
د) إزالة ما يمنع وصول الماء إلى البشرة، من شمع أو عجين ونحوهما: كطلاء الأظافر الذي يعرف بين النساء اليوم.
هـ) الاستجمار أو الاستنجاء عند وجود سببهما لما تقدم.a
و) الموالاة.
ز) الترتيب. وسيأتي الكلام عليهما بعد قليل.
ح) غسل جميع الأعضاء الواجب غسلها.

(١) رواه البخاري برقم (١)، ومسلم برقم (١٩٠٧).

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)