“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jumat, 08 Juli 2022

Fikih Muyassar: SYARAT-SYARAT SHOLAT, RUKUN-RUKUNNYA, DALIL-DALILNYA DAN HUKUM ORANG YANG MENINGGALKANNYA

PEMBAHASAN KEEMPAT: SYARAT-SYARAT SHOLAT, RUKUN-RUKUNNYA, DALIL-DALILNYA DAN HUKUM ORANG YANG MENINGGALKANNYA

Pembahasan Pertama: Jumlah Sholat Fardhu (Wajib).
Jumlah Sholat wajib ada lima yaitu: Subuh, Dzuhur, Ashar, Maghrib dan Isya'. Ini sudah disepakati. Dalilnya adalah hadits Thalhah bin Ubaidillah bahwa ada seorang Baduwi bertanya:  
ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﻣﺎﺫا ﻓﺮﺽ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲَّ ﻣﻦ اﻟﺼﻼﺓ؟ ﻗﺎﻝ: (ﺧﻤﺲ ﺻﻠﻮاﺕ ﻓﻲ اﻟﻴﻮﻡ ﻭاﻟﻠﻴﻠﺔ.. اﻟﺤﺪﻳﺚ)
"Wahai Rasulullah,  sholat apa yang Alloh wajibkan atas diriku?" Beliau menjawab:  "Sholat lima waktu dalam sehari semalam..."¹

Dan hadits Anas radhiyallohu anhu tentang seorang laki-laki dari Baduwi  dan perkataannya kepada Nabi shollallohu alaihi wa sallam: 

ﻭﺯﻋﻢ ﺭﺳﻮﻟﻚ ﺃﻥ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺧﻤﺲ ﺻﻠﻮاﺕ ﻓﻲ ﻳﻮﻣﻨﺎ ﻭﻟﻴﻠﺘﻨﺎ. ﻗﺎﻝ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ -: (ﺻﺪﻕ)

"Utusan anda mengatakan bahwa kami diwajibkan (mengerjakan) sholat lima waktu dalam sehari semalam". Beliau shollallohu alaihi wa sallam menjawab: "Benar".²

Pembahasan Kedua: Kepada Siapa Sholat Diwajibkan?
Diwajibkan kepada setiap muslim yang baligh dan berakal, tidak sedang haid dan nifas. Anak kecil diperintahkan mengerjakannya ketika berusia tujuh tahun dan dipukul (jika tidak mau mengerjakannya) pada usia 10 tahun. Hal ini berdasarkan hadits:
ﺭﻓﻊ اﻟﻘﻠﻢ ﻋﻦ ﺛﻼﺛﺔ) ، ﻓﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ: (ﻭﻋﻦ اﻟﺼَّﺒﻲِّ ﺣﺘﻰ ﻳﺤﺘﻠﻢ)
"Pena diangkat dari tiga orang", beliau menyebutkan salah satunya: "Dari anak kecil sampai dia baligh".
Dan berdasarkan hadits Nabi shollallohu alaihi wa sallam: 
ﻣﺮﻭا ﺃﻭﻻﺩﻛﻢ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻟﺴﺒﻊ، ﻭاﺿﺮﺑﻮﻫﻢ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻟﻌﺸﺮ، ﻭﻓَﺮِّﻗﻮا ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﻤﻀﺎﺟﻊ
"Perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan sholat pada umur 7 tahun dan pukullah mereka (Jika enggan mengerjakannya) pada umur 10 tahun. Dan pisahkanlah tempat tidur mereka"³
 
Pembahasan Ketiga: Syarat-syarat Sholat⁴
Syarat Sholat ada sembilan:
1. Islam. Tidak sah dikerjakan orang kafir karena amalan mereka telah batal.

2. Berakal. Tidak sah dikerjakan orang gila karena tidak ada beban taklif kepada mereka.

3. Baligh. Tidak wajib dikerjakan anak kecil hingga mereka sampai baligh. Namun, mereka diperintahkan mengerjakannya pada umur 7 tahun dan dipukul (Jika enggan mengerjakannya) pada umur 10 tahun. Hal ini berdasarkan hadits:
ﻣﺮﻭا ﺃﻭﻻﺩﻛﻢ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻟﺴﺒﻊ ...
"Perintahkanlah anak-anak kalian mengerjakan sholat" Al hadits 

4. Suci dari dua hadats⁵ jika mampu berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam dalam hadits Ibnu Umar:
 ﻻ ﻳﻘﺒﻞ اﻟﻠﻪ ﺻﻼﺓ ﺑﻐﻴﺮ ﻃﻬﻮﺭ
"Allah tidak akan menerima sholat tanpa bersuci"⁶

5. Telah masuk waktunya untuk sholat yang telah ditentukan waktunya; berdasarkan firman Allah ta'ala: 
ﺇِﻥَّ اﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻣَﻮْﻗُﻮﺗًﺎ
"Sesungguhnya sholat diwajibkan yang telah ditentukan waktu-waktunya bagi orang-orang yang beriman" (QS An Nisa': 103)
Dan berdasarkan hadits Jibril tatkala mengimami Nabi shollallohu alaihi wa sallam sholat lima waktu. Kemudia Jibril berkata:
 ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﻫﺬﻳﻦ اﻟﻮﻗﺘﻴﻦ ﻭﻗﺖ
"Di antara dua waktu ini ada waktu (untuk sholat)"⁷
Sehingga tidak sah sholat sebelum masuk waktunya dan setelah keluar waktunya kecuali jika ada udzur.

6. Menutup aurat jika mampu dengan sesuatu yang tidak memperlihatkan warna kulit berdasarkan firman Allah ta'ala: 
ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺧُﺬُﻭا ﺯِﻳﻨَﺘَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﻛُﻞِّ ﻣَﺴْﺠِﺪٍ
"Wahai anak cucu adam pakailah pakaian kalian yang bagus tiap kali memasuki masjid "(QS Al A'raf: 31)
Dan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam: 
ﻻ ﻳﻘﺒﻞ اﻟﻠﻪ ﺻﻼﺓ ﺣﺎﺋﺾ ﺇﻻ ﺑﺨﻤﺎﺭ
"Allah tidak akan menerima sholat wanita yang telah haid kecuali dengan mengenakan khimar"⁸
Aurat laki-laki yang telah baligh adalah antara pusar dan lutut berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam kepada Jabir radhiyallohu anhu: 
ﺇﺫا ﺻﻠﻴﺖ ﻓﻲ ﺛﻮﺏ ﻭاﺣﺪ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﻭاﺳﻌﺎً ﻓﺎﻟﺘﺤﻒ ﺑﻪ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺿﻴﻘﺎً ﻓﺎﺗﺰﺭ ﺑﻪ
"Jika engkau sholat dengan satu pakaian, jika lebar berselimutlah dengannya. Jika sempit maka jadikanlah sarung"⁹

Yang paling utama dan paling afdhal adalah menutupi pundaknya dengan kain. Sebab, Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah melarang seseorang yang sholat dengan pakaian yang tidak menutupi pundak. 
Ada pun wanita, seluruh badannya adalah aurat selain wajah dan telapak tangan, kecuali jika ia sholat di depan laki-laki ajnabi  -laki-laki yang bukan mahram- maka ia menutup seluruh tubuhnya berdasarkan Sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam: 
اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻮﺭﺓ
"Wanita adalah aurat"¹⁰
 
Dan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam:
ﻻ ﻳﻘﺒﻞ اﻟﻠﻪ ﺻﻼﺓ ﺣﺎﺋﺾ ﺇﻻ ﺑﺨﻤﺎﺭ
"Allah tidak menerima sholat wanita yang sudah haid kecuali dengan memakai khimar"

7. Menjauhkan najis dari badan, pakaian dan tempat sholat jika mampu; berdasarkan firman Allah ta'ala: 
ﻭَﺛِﻴَﺎﺑَﻚَ ﻓَﻄَﻬِّﺮْ
"Dan pakaianmu sucikanlah" (QS Al Mudatsir: 4)
Dan Sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam: 
ﺗَﻨَﺰَّﻫﻮا ﻋﻦ اﻟﺒﻮﻝ؛ ﻓﺈﻥ ﻋﺎﻣﺔ ﻋﺬاﺏ اﻟﻘﺒﺮ ﻣﻨﻪ
"Bersucilah kalian dari air kencing karena umumnya adzab kubur disebabkan karenanya"¹¹
Berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam kepada Asma' tentang darah haid yang mengenai pakaian:
  ﺗﺤﺘُّﻪ، ﺛﻢ ﺗﻘﺮﺻﻪ ﺑﺎﻟﻤﺎء، ﺛﻢ ﺗﻨﻀﺤﻪ، ﺛﻢ ﺗﺼﻠﻲ ﻓﻴﻪ
"Hendaklah engkau menggosoknya kemudian menguceknya dengan air lalu engkau sholat dengan mengenakannya"¹²
Sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam kepada para sahabat setelah orang Baduwi kencing di masjid:
ﺃهرﻳﻘﻮا ﻋﻠﻰ ﺑﻮﻟﻪ ﺳﺠﻼً ﻣﻦ ﻣﺎء
"Tuangkanlah di air kancingnya seember air"¹³
 
8. Menghadap kiblat jika mampu. Berdasarkan firman Allah ta'ala :
ﻓَﻮَﻝِّ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﺷَﻄْﺮَ اﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ اﻟْﺤَﺮَاﻡِ
"Hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram" (Al Baqarah: 144)
Dan berdasarkan hadits:
ﺇﺫا ﻗﻤﺖ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﺄﺳﺒﻎ اﻟﻮﺿﻮء، ﺛﻢ اﺳﺘﻘﺒﻞ اﻟﻘﺒﻠﺔ
"Apabila kamu berdiri untuk sholat, maka sempurnakanlah wushu lalu menghadaplah ke kiblat"¹⁴

9. Niat; tidak gugur dengan keadaan apa pun. Berdasarkan hadits Umar:
  ﺇﻧﻤﺎ اﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﻴﺎﺕ
"Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya"
Niat itu tempatnya di hati. Hakekat niat adalah tekad untuk melakukan sesuatu. Tidak ada syariat dengan melafadzkannya sebab Nabi shollallohu alaihi wa sallam tidak mengucapkannya dan tidak diriwayatkan dari seorang pun sahabat Nabi yang melakukannya.

Bersambung in syaa Alloh...

📚 Diterjemahkan dari Kitab Al-Fiqih Al-Muyassar fi Dhouil Kitabi was Sunnah hal 50-52.

Note:
1. Riwayat Muslim no 11.
2. Riwayat Muslim no 12.
3. Riwayat Ahmad 3/201, Abu Dawud no 494, At Tirmidzi no 407 dan ia berkata: Hadits Hasan. Dishahihkan Al Hakim dalam Al Mustadrak 1/201 dan dishahihkan Al Albani dalam Al Irwa no 247.
4. Yaitu sesuatu yang menjadi syarat keabsahan sholat.
5. Yang besar dan yang kecil.
6. HR Muslim 224
7. Riwayat Ahmad 3/330, An Nasa'i 1/91, At Tirmidzi  150, dan hadits ini Shahih (Irwaul Ghalil 250)
8. Riwayat Abu Dawud no 627, At Tirmidzi no 375, Ibnu Majah 655 dan dishahihkan AL Albani (Al Irwa' 196). Maksudnya dengan haid adalah sudah sampainya umur mendapatkan beban syariat.
9. Dikeluarkan oleh Al Bukhari no 361, Muslim 3010.
10. Riwayat Tirmidzi 397 dan dishahihkan Syaikh Al Albani (Al Irwa' 273)
11. Diriwayatkan. Ad Daruquthny 1/97 no 453 dan dishahihkan Syaikh Al Albani (Al Irwa no 280)
12. Riwayat Al Bukhari no 227, Muslim 191.
13. Riwayat Al Bukhari 220,
14. Riwayat Al Bukhari 6251 dan Muslim 297







 اﻟﺒﺎﺏ اﻟﺮاﺑﻊ: ﻓﻲ ﺷﺮﻭﻁ اﻟﺼﻼﺓ، ﻭﺃﺭﻛﺎﻧﻬﺎ، ﻭﺃﺩﻟﺔ ﺫﻟﻚ، ﻭﺣﻜﻢ ﺗﺎﺭﻛﻬﺎ.
ﻭﻓﻴﻪ ﻣﺴﺎﺋﻞ:
اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ اﻷﻭﻟﻰ: ﻓﻲ ﻋﺪﺩ اﻟﺼﻠﻮاﺕ اﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺔ:
ﻋﺪﺩ اﻟﺼﻠﻮاﺕ اﻟﻤﻜﺘﻮﺑﺔ ﺧﻤﺲ، ﻭﻫﻲ: اﻟﻔﺠﺮ ﻭاﻟﻈﻬﺮ ﻭاﻟﻌﺼﺮ ﻭاﻟﻤﻐﺮﺏ ﻭاﻟﻌﺸﺎء. ﻭﻫﻲ ﻣﺠﻤﻊ ﻋﻠﻴﻬﺎ، ﻭﻗﺪ ﺩﻝّ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﺣﺪﻳﺚ ﻃﻠﺤﺔ ﺑﻦ ﻋﺒﻴﺪ اﻟﻠﻪ ﺃﻥ ﺃﻋﺮاﺑﻴﺎً ﻗﺎﻝ: ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﻣﺎﺫا ﻓﺮﺽ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻲَّ ﻣﻦ اﻟﺼﻼﺓ؟ ﻗﺎﻝ: (ﺧﻤﺲ ﺻﻠﻮاﺕ ﻓﻲ اﻟﻴﻮﻡ ﻭاﻟﻠﻴﻠﺔ.. اﻟﺤﺪﻳﺚ) (1) ، ﻭﺣﺪﻳﺚ ﺃﻧﺲ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ - ﻓﻲ ﻗﺼﺔ اﻟﺮﺟﻞ ﻣﻦ ﺃﻫﻞ اﻟﺒﺎﺩﻳﺔ، ﻭﻗﻮﻟﻪ ﻟﻠﻨﺒﻲ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ -: ﻭﺯﻋﻢ ﺭﺳﻮﻟﻚ ﺃﻥ ﻋﻠﻴﻨﺎ ﺧﻤﺲ ﺻﻠﻮاﺕ ﻓﻲ ﻳﻮﻣﻨﺎ ﻭﻟﻴﻠﺘﻨﺎ. ﻗﺎﻝ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ -: (ﺻﺪﻕ) ... اﻟﺤﺪﻳﺚ (2) .
اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ اﻟﺜﺎﻧﻴﺔ: ﻋﻠﻰ ﻣﻦ ﺗﺠﺐ؟
ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﻤﺴﻠﻢ اﻟﺒﺎﻟﻎ اﻟﻌﺎﻗﻞ، ﻏﻴﺮَ اﻟﺤﺎﺋﺾ ﻭاﻟﻨﻔﺴﺎء، ﻭﻳﺆﻣﺮ ﺑﻬﺎ اﻟﺼﺒﻲ ﺇﺫا ﺑﻠﻎ ﺳﺒﻊ ﺳﻨﻴﻦ، ﻭﻳُﻀﺮﺏ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻟﻌﺸﺮ؛ ﻟﺤﺪﻳﺚ: (ﺭﻓﻊ اﻟﻘﻠﻢ ﻋﻦ ﺛﻼﺛﺔ) ، ﻓﺬﻛﺮ ﻣﻨﻬﺎ: (ﻭﻋﻦ اﻟﺼَّﺒﻲِّ ﺣﺘﻰ ﻳﺤﺘﻠﻢ) ، ﻭﻟﻘﻮﻟﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ -: (ﻣﺮﻭا ﺃﻭﻻﺩﻛﻢ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻟﺴﺒﻊ، ﻭاﺿﺮﺑﻮﻫﻢ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻟﻌﺸﺮ، ﻭﻓَﺮِّﻗﻮا ﺑﻴﻨﻬﻢ ﻓﻲ اﻟﻤﻀﺎﺟﻊ) (3) .
اﻟﻤﺴﺄﻟﺔ اﻟﺜﺎﻟﺜﺔ: ﻓﻲ ﺷﺮﻭﻃﻬﺎ (4) :
ﻭﺷﺮﻭﻃﻬﺎ ﺗﺴﻌﺔ:
1- اﻹﺳﻼﻡ: ﻓﻼ ﺗﺼﺢ ﻣﻦ ﻛﺎﻓﺮ؛ ﻟﺒﻄﻼﻥ ﻋﻤﻠﻪ.
2- اﻟﻌﻘﻞ: ﻓﻼ ﺗﺼﺢ ﻣﻦ ﻣﺠﻨﻮﻥ؛ ﻟﻌﺪﻡ ﺗﻜﻠﻴﻔﻪ.
3- اﻟﺒﻠﻮﻍ: ﻓﻼ ﺗﺠﺐ ﻋﻠﻰ اﻟﺼﺒﻲ ﺣﺘﻰ ﻳﺒﻠﻎ، ﻭﻟﻜﻦ ﻳﺆﻣﺮ ﺑﻬﺎ ﻟﺴﺒﻊ، ﻭﻳُﻀﺮﺏ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻟﻌﺸﺮ؛ ﻟﺤﺪﻳﺚ: (ﻣﺮﻭا ﺃﻭﻻﺩﻛﻢ ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻟﺴﺒﻊ ... ) اﻟﺤﺪﻳﺚ.
4- اﻟﻄﻬﺎﺭﺓ ﻣﻦ اﻟﺤَﺪَﺛﻴﻦ (5) ﻣﻊ اﻟﻘﺪﺭﺓ: ﻟﻘﻮﻟﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ اﺑﻦ ﻋﻤﺮ: (ﻻ ﻳﻘﺒﻞ اﻟﻠﻪ ﺻﻼﺓ ﺑﻐﻴﺮ ﻃﻬﻮﺭ) (6) .
5- ﺩﺧﻮﻝ اﻟﻮﻗﺖ ﻟﻠﺼﻼﺓ اﻟﻤﺆﻗﺘﺔ: ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: (ﺇِﻥَّ اﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻣَﻮْﻗُﻮﺗًﺎ) 
[ اﻟﻨﺴﺎء: 103] 
، ﻭﻟﺤﺪﻳﺚ ﺟﺒﺮﻳﻞ ﺣﻴﻦ ﺃﻡّ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﺑﺎﻟﺼﻠﻮاﺕ اﻟﺨﻤﺲ، ﺛﻢ ﻗﺎﻝ: (ﻣﺎ ﺑﻴﻦ ﻫﺬﻳﻦ اﻟﻮﻗﺘﻴﻦ ﻭﻗﺖ) (7) . ﻓﻼ ﺗﺼﺢ اﻟﺼﻼﺓ ﻗﺒﻞ ﺩﺧﻮﻝ ﻭﻗﺘﻬﺎ، ﻭﻻ ﺑﻌﺪ ﺧﺮﻭﺟﻪ، ﺇﻻ ﻟﻌﺬﺭ.
6- ﺳﺘﺮ اﻟﻌﻮﺭﺓ ﻣﻊ اﻟﻘﺪﺭﺓ ﺑﺸﻲء ﻻ ﻳﺼﻒ اﻟﺒﺸﺮﺓ: ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: (ﻳَﺎ ﺑَﻨِﻲ ﺁﺩَﻡَ ﺧُﺬُﻭا ﺯِﻳﻨَﺘَﻜُﻢْ ﻋِﻨْﺪَ ﻛُﻞِّ ﻣَﺴْﺠِﺪٍ) 
[ اﻷﻋﺮاﻑ: 31] 
. ﻭﻗﻮﻟﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ -: (ﻻ ﻳﻘﺒﻞ اﻟﻠﻪ ﺻﻼﺓ ﺣﺎﺋﺾ ﺇﻻ ﺑﺨﻤﺎﺭ) (8) . ﻭﻋﻮﺭﺓ اﻟﺮﺟﻞ اﻟﺒﺎﻟﻎ ﻣﺎ ﺑﻴﻦ اﻟﺴﺮﺓ ﻭاﻟﺮﻛﺒﺔ ﻟﻘﻮﻟﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻟﺠﺎﺑﺮ - ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻪ -: (ﺇﺫا ﺻﻠﻴﺖ ﻓﻲ ﺛﻮﺏ ﻭاﺣﺪ، ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﻭاﺳﻌﺎً ﻓﺎﻟﺘﺤﻒ ﺑﻪ، ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﺿﻴﻘﺎً ﻓﺎﺗﺰﺭ ﺑﻪ) (9) . ﻭاﻷﻭﻟﻰ ﻭاﻷﻓﻀﻞ ﺃﻥ ﻳﺠﻌﻞ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﺗﻘﻪ ﺷﻴﺌﺎً ﻣﻦ اﻟﺜﻴﺎﺏ؛ ﻷﻥ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻧﻬﻰ اﻟﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﺼﻠﻲ ﻓﻲ اﻟﺜﻮﺏ ﻟﻴﺲ ﻋﻠﻰ ﻋﺎﺗﻘﻪ ﻣﻨﻪ ﺷﻲء. ﻭاﻟﻤﺮﺃﺓ ﻛﻠﻬﺎ ﻋﻮﺭﺓ ﺇﻻ ﻭﺟﻬﻬﺎ ﻭﻛﻔﻴﻬﺎ، ﺇﻻ ﺇﺫا ﺻﻠَّﺖ ﺃﻣﺎﻡ اﻷﺟﺎﻧﺐ -ﺃﻱ ﻏﻴﺮ اﻟﻤﺤﺎﺭﻡ- ﻓﺈﻧﻬﺎ ﺗﻐﻄﻲ ﻛﻞ ﺷﻲء؛ ﻟﻘﻮﻟﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ -: (اﻟﻤﺮﺃﺓ ﻋﻮﺭﺓ) (10)
8- اﺳﺘﻘﺒﺎﻝ اﻟﻘﺒﻠﺔ ﻣﻊ اﻟﻘﺪﺭﺓ: ﻟﻘﻮﻟﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ: (ﻓَﻮَﻝِّ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﺷَﻄْﺮَ اﻟْﻤَﺴْﺠِﺪِ اﻟْﺤَﺮَاﻡِ) 
[ اﻟﺒﻘﺮﺓ: 144] 
، ﻭﻟﺤﺪﻳﺚ: (ﺇﺫا ﻗﻤﺖ ﺇﻟﻰ اﻟﺼﻼﺓ ﻓﺄﺳﺒﻎ اﻟﻮﺿﻮء، ﺛﻢ اﺳﺘﻘﺒﻞ اﻟﻘﺒﻠﺔ) (14) .
9- اﻟﻨﻴﺔ: ﻭﻻ ﺗﺴﻘﻂ ﺑﺤﺎﻝ؛ ﻟﺤﺪﻳﺚ ﻋﻤﺮ: (ﺇﻧﻤﺎ اﻷﻋﻤﺎﻝ ﺑﺎﻟﻨﻴﺎﺕ) . ﻭﻣﺤﻠﻬﺎ اﻟﻘﻠﺐ، ﻭﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ اﻟﻌﺰﻡ ﻋﻠﻰ اﻟﺸﻲء. ﻭﻻ ﻳﺸﺮﻉ اﻟﺘﻠﻔﻆ ﺑﻬﺎ؛ ﻷﻥ اﻟﻨﺒﻲ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻟﻢ ﻳﺘﻠﻔﻆ ﺑﻬﺎ، ﻭﻟﻢ ﻳَﺮِﺩْ ﺃﻥ ﺃﺣﺪاً ﻣﻦ ﺃﺻﺤﺎﺑﻪ ﻓﻌﻞ ﺫﻟﻚ.
__________

(1) ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻗﻢ (11) .
(2) ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻗﻢ (12) .
(3) ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ (3/201) ، ﻭﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﺑﺮﻗﻢ (494) ، ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺑﺮﻗﻢ (407) ﻭﻗﺎﻝ: "ﺣﺪﻳﺚ ﺣﺴﻦ"، ﻭﺻﺤﺤﻪ اﻟﺤﺎﻛﻢ ﻓﻲ اﻟﻤﺴﺘﺪﺭﻙ (1/201) ، ﻭﺻﺤﺤﻪ اﻷﻟﺒﺎﻧﻲ (اﻹﺭﻭاء ﺑﺮﻗﻢ 247) .
(4) ﻭﻫﻲ اﻟﺘﻲ ﻳﺘﻮﻗﻒ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺻﺤﺔ اﻟﺼﻼﺓ.
(5) اﻷﻛﺒﺮ ﻭاﻷﺻﻐﺮ
(6) ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻗﻢ (224) .
(7) ﺭﻭاﻩ ﺃﺣﻤﺪ (3/330) ، ﻭاﻟﻨﺴﺎﺋﻲ (1/91) ، ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺑﺮﻗﻢ (150) ﻭﻫﻮ ﺣﺪﻳﺚ ﺻﺤﻴﺢ (ﺇﺭﻭاء اﻟﻐﻠﻴﻞ ﺑﺮﻗﻢ 250) .

(8) ﺭﻭاﻩ ﺃﺑﻮ ﺩاﻭﺩ ﺑﺮﻗﻢ (627) ، ﻭاﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺑﺮﻗﻢ (375) ، ﻭاﺑﻦ ﻣﺎﺟﻪ ﺑﺮﻗﻢ (655) ، ﻭﺻﺤﺤﻪ اﻷﻟﺒﺎﻧﻲ (اﻹﺭﻭاء ﺑﺮﻗﻢ 196) . ﻭاﻟﻤﻘﺼﻮﺩ ﺑﺎﻟﺤﺎﺋﺾ: اﻟﺘﻲ ﺑﻠﻐﺖ ﺳﻦ اﻟﺘﻜﻠﻴﻒ.
(9) ﺃﺧﺮﺟﻪ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺑﺮﻗﻢ (361) ، ﻭﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻗﻢ (3010) .
(10) ﺭﻭاﻩ اﻟﺘﺮﻣﺬﻱ ﺑﺮﻗﻢ (397) ، ﻭﺻﺤﺤﻪ اﻷﻟﺒﺎﻧﻲ (اﻹﺭﻭاء ﺑﺮﻗﻢ 273) .
(11) ﺭﻭاﻩ اﻟﺪاﺭﻗﻄﻨﻲ (1/97) ﺑﺮﻗﻢ (453) ، ﻭﺻﺤﺤﻪ اﻷﻟﺒﺎﻧﻲ (اﻹﺭﻭاء ﺑﺮﻗﻢ 280) .
(12) ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺑﺮﻗﻢ (227) ، ﻭﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻗﻢ (291) .
(13) ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺑﺮﻗﻢ (220) .
(14) ﺭﻭاﻩ اﻟﺒﺨﺎﺭﻱ ﺑﺮﻗﻢ (6251) ، ﻭﻣﺴﻠﻢ ﺑﺮﻗﻢ (397) .

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)