“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 14 Maret 2019

At-Tuhfah - Pengertian Islam

Penulis -hafidzahulloh- berkata:
PENGERTIAN ISLAM
هو الإستسلام لله بالتوحيد، والإنقياد له بالطاعة، والخلوص من الشرك والبدع و أهلهما
"Islam yaitu: Berserah diri kepada Alloh dengan tauhid, tunduk patuh kepadaNya dengan ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan bid'ah serta pengusungnya"

Penjelasan:
Islam adalah agamanya para nabi seluruhnya sebagaimana yang dikhabarka Alloh di dalam Al Qur'an. Oleh karenanya hendaklah seorang muslim berserah diri kepada Alloh -azza wa jalla- secara lahir dan batin. Alloh -ta'ala- berfirman:

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

"Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?" (QS Ali Imran: 83)

Agama Islam yang diperintahkan oleh Alloh -ta'ala- untuk diikuti dan diamalkan adalah agama yang dibawa oleh Nabi -shollalloh alaihi wa sallam- bukan syariat Nabi sebelumnya. Alloh ta'ala berfirman:

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk orang yang rugi". (QS Ali Imran: 85)

Perkataan penulis:"tunduk patuh kepadaNya dengan ketaatan" adalah bentuk berserah diri juga karena tunduk kepada Alloh dengan perkara yang diperintahkan.

Perkataan penulis: "berlepas diri dari syirik dan bid'ah" karena ini adalah perkara yang bertentangan dengan Islam dan tauhid. Tidak akan bersatu antara tauhid dan syirik. Dan tidak akan sempurna iman dan Islam yang bercampur dengan bid'ah dan maksiat, - yaitu bid'ah atau maksiat yang tidak menjadikan kafir (pelakunya)-. Alloh 'azza wa jalla berfirman:
وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

"Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi". (QS Az-Zumar: 65)
Dan Rasululloh -shollallohu alaihi wa sallam- bersabda dalam shahihain dari hadit Aisyah -radhiyallohu anha-:

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ
"Barang siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini yang bukan bagian darinya (dinul Islam), maka tertolak" (HR Bukhari dan Muslim).

Perkataan penulis: "dan para pengusungnya" sebab (berlepas diri dari para pelaku kebid'ahan dan kesyirikan -pent) hal itu termasuk ketaatan kepada Alloh -azza wa jalla-. Alloh ta'ala berfirman:
لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

"Engkau (wahai Rasululloh) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya" (QS Al-Mujadilah: 22)
Dan firman Alloh -ta'ala-:

قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ

Sungguh, telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengannya, ketika mereka berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami mengingkari (kekafiran)mu dan telah nyata antara kami dan kamu ada permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah saja,” (QS Al-Mumtahanah: 4)
Dan firmanNya:
ۚ فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَىٰ لَا انْفِصَامَ لَهَا ۗ

"Barang siapa ingkar kepada Tagut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus". (QS Al-Baqarah: 256)

Dan sungguh, telah berjalan di atas manhaj (metode) ini Rasululloh -shollallohu 'alai wa salam- dan para shahabatnya serta orang-orang sejalan dengan mereka dari kalangan para ulama Islam sesuai dengan ketetapan-ketetapan syariat Islam.

Note:
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal. 16-19.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)