“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 14 Maret 2019

At-Tuhfah - Rukun Iman yang Enam (4) Iman Kepada Para Rasul

Sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-: "Dan beriman kepada para rasulNya".
Mereka adalah pilihan Alloh di antara para makhlukNya. Alloh -azza wa jalla- memilih mereka untuk menyampaikan risalahNya. Alloh mempercayakan kepada mereka atas wahyuNya. Tidak ada di antara mereka dari kalangan wanita. Mereka adalah para lelaki yang di beri tugas dari keturunan Adam. Alloh -ta'ala- berfirman:

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ

"Allah memilih para utusan(-Nya) dari malaikat dan dari manusia". (QS Al-Hajj: 75)

Dan firmanNya:
اللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُ ۗ

"Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulan-Nya". (QS Al-An'am: 124)
Keimanan kepada Rasul ada 2 hal:
Pertama: Keimanan secara global dengan Rasul yang Alloh -ta'ala- sebutkan dan yang tidak Alloh sebutkan.
Kedua: Iman secara terperinci dengan para Rasul yang Alloh -ta'ala- sebutkan di antara mereka. Alloh menjelaskan Rasul tersebut dan kaumnya yang dia diutus kepada mereka.
Dalil dari yang pertama:
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ ۚ وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا

"Dan ada beberapa rasul yang telah Kami kisahkan mereka kepadamu sebelumnya dan ada beberapa rasul (lain) yang tidak Kami kisahkan mereka kepadamu. Dan kepada Musa, Allah berfirman langsung".(QS An-Nisa': 164)

Keimanan kepada para Rasul mencakup:
1. Bahwa mereka ma'shum (terjaga dari kesalahan) dalam menyampaikan wahyu, dan ma'shum dari dosa-dosa besar.
2. Bahwa mereka orang-orang yang benar dan dibenarkan (oleh Alloh) bukan orang-orang yang berkata tentang Alloh dalam permasalahan yang tidak mereka ketahui.
3. Bahwa mereka telah menyampaikan dengan penyampaian yang sempurna dan jelas. Tidak ada perkara kebaikan yang tidak mereka jelaskan, dan tidak ada keburukan kecuali mereka memperingatkan darinya.
4. Bahwa mereka (nabi dan Rasul) telah ditutup dengan (diutusnya) nabi kita Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam-, maka tidak ada nabi setelah beliau. Dan tidak ada agama yang diterima setelah diutusnya beliau sampai hari kiamat kecuali agama yang beliau bawa.

Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal 33-34

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)