“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 14 Maret 2019

At-Tuhfah - Rukun Iman yang Enam(1): Iman kepada Alloh -ta'ala-

Penulis -hafidzahulloh- berkata:
أركان الإيمان ستة
"Rukun Iman yang Enam"
Sebagaimana dalam hadits Jibril yang dikeluarkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwasannya Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- tatkala Jibril bertanya tentang iman beliau menjawab:

أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ

"Engkau beriman kepada Alloh, para malaikatNya, kitab-kitabnya, para utusanNya, hari kiamat, dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk" (HR Bukhari & Muslim)

Penjelasan:
Keimanan kepada Alloh meliputi:
1). Keimanan akan wujud Allah, yang hal itu ditunjukkan oleh:
✔ Fitrah yang selamat.
✔ Ayat-ayat Allah yang kauniyah seperti matahari, bulan, silih bergantinya malam dan siang, penciptaan langit dan yang selainnya.
✔ Akal yang selamat, karena setiap yang baru pastilah ada penciptanya.

2). Iman kepada uluhiyahNya (Alloh satu-satunya Dzat yang berhak diibadahi dengan benar -pent).

3). Iman kepada rububiyahNya ( Alloh satu-satunya Dzat yang menciptakan, menguasai dan mengatur alam semesta -pent)

4). Iman kepada asma dan shifatNya (Alloh memiliki nama-nama yang indah dan shifat-shifat yang tinggi sesuai keagunganNya -pent)

5). Iman terhadap ketinggian DzatNya di atas seluruh makhlukNya.

Note:
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal 29

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)