“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 14 Maret 2019

At-Tuhfah - Rukun Iman yang Enam (2): Iman Kepada Para Malaikat

Sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- (...وملائكته...) "dan para malaikatNya". Al-Malaikat jama' dari malak (ملك) asalnya ma'lak (مأْلَك) yang diambil dari الأَلُوْكَةُ yang artinya utusan.

Para malaikat adalah makhluk yang diciptakan dari cahaya. Alloh menciptakan mereka agar beribadah kepadaNya dan menjalankan perintah-perintahNya. Mereka diberikan kemampuan dan kekuatan yang lebih dari pada kebanyakan makhluk-makhlukNya.
Beriman kepada para malaikat terbagi 2:

PERTAMA: Beriman secara global dengan yang kita ketahui diantara mereka dan yang tidak kita ketahui. Hal ini berdasarkan firmanNya:
ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ

"Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya." (QS Al-Baqarah: 285).

KEDUA: Beriman secara terperinci dengan apa yang Alloh sebutkan di antara mereka atau disebutkan Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- seperti Jibril, Mikail, Israfil, Malik, Munkar, Nakir. Atau (beriman) dengan sifat yang dijelaskan Alloh dan RasulNya di antara mereka. Alloh ta'ala berfirman tentang malaikat penjaga neraka:
عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ
"Penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras". (QS At-Tahrim: 6)
Dan pengkhabaran Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bahwa beliau pernah melihat Jibril dalam wujud asli Alloh menciptakan dirinya, bahwa dia memiliki 600 sayap. Setiap sayap menutupi diantara ufuk. Dan selain itu dari sifat-sifat malaikat yang telah ditetapkan. Dan (mengimani) jumlah malaikat yang disebutkan dalam Al Kitab dan As Sunnah. Sebagaimana yang Alloh firmankan tentang malaikat pemikul Arsy:
ۚ وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

"Pada hari itu delapan malaikat menjunjung ‘Arsy (singgasana) Tuhanmu di atas (kepala) mereka". (QS Al-Haqqah: 17)
Dan firmanNya tentang penjaga Jahannam:
عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ
"Di atasnya ada sembilan belas (malaikat penjaga)". (QS Al Muddatsir: 30).
Dan sebagaimana yang disebutkan di dalam shohihain dari hadits Abu Hurairah bahwa Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللهُمَّ، أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الْآخَرُ: اللهُمَّ، أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا
"Tidaklah ada suatu hari pun yang seorang hamba ada di paginya kecuali ada dua malaikat yang turun dan berkata salah satunya: Ya Alloh, berikanlah kepada orang yang berinfaq gantinya. Dan malaikat lainnya berkata: Ya Alloh, berikanlah kepada orang yang bakhil kebangkrutan". (HR Bukhari & Muslim)
dan selain jumlah-jumlah tersebut.

Dan (kita beriman) dengan amalan para malaikat yang disebutkan dalam Al Qur'an dan As Sunnah; seperti malaikat maut yang ditugaskan untuk mencabut nyawa, Mikail yang ditugaskan untuk menumbuhkan tanam-tanman, Jibril yang ditugaskan menyampaikan wahyu, Malik yang ditugaskan menjaga neraka, dan para malaikat yang diberi tugas menyertai hamba dan amalan-amalan mereka.

Note:
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal 30-31

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)