Hadits 20
عَنْ أبِي مُوسَى الأشعري رضِىَ الله عَنْهُ قاَل: أتيْتُ النبي صلى الله عليه وسلم وهُوَ يَستَاكُ بِسِوَاكٍ رَطْبٍ (١) قَالَ وطَرَف السوَاكِ عَلى لِسَانِهِ، وَهو يَقُولُ: أُع أُع، وَالسوَاك في فِيهِ كَأنَهُ يَتَهَوَّع.
Dari Abu Musa Al-‘Asy’ariy radhiyallohu ‘anhu berkata: Aku menemui Nabi shollallohu’alaihi wa sallam- dan beliau sedang bersiwak dengan siwak basah. Dia berkata: Ujung siwak itu ada di lidah beliau, dan terdengar suara U'-u', dan siwak berada di lidahnya, seakan-akan beliau mau muntah.
Penjelasan Lafadz:
1. Arti أُع أُع Menggambarkan suara orang yang mau muntah, asalnya hu'-hu' huruf Ha’ diganti hamzah.
2. Arti كأنه يتهوع yatahawwa’, yaitu muntah hanya sebatas suara saja.
Makna Global:
Abu Musa Al-‘Asy’ary menceritakan bahwasannya beliau menemui Nabi –shollallohu ‘alaihi wa sallam- dan beliau sedang bersiwak dengan siwak basah, karena lebih sempurna membersihkan (gigi) serta tidak remuk di mulut, sehingga mengganggu. Nabi terkadang –shollallohu ‘alaihi wa sallam- memasukkan siwak ke lidahnya, dan bersungguh-sungguh dalam bersiwak, sehingga membuat beliau seperti hendak muntah.
Kesimpulan hadits:
(1). Di syariatkannya bersiwak dengan ranting yang basah. Dan sesungguhnya siwak adalah bagian dari ibadah dan pendekatan diri kepada Alloh.
(2). Disyariatkan bersungguh-sungguh dalam bersiwak, sebab bersungguh-sungguh dalam bersiwak lebih bisa membersihkan secara sempurna.
(3). Sesekali waktu menggunakan siwak untuk membersihkan lidah.



0 komentar:
Posting Komentar