Perkataan Muallif -rahimahulloh-:
الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق ليظهره على الدين كله وكفى بالله شهيداً
"Segala puji bagi Alloh yang telah mengutus rasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq, agar Dia memenangkannya dari seluruh agama yang ada. Dan cukuplah Allah yang menjadi saksi".
Penjelasan:
✔Perkataan muallif:
الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق
"Segala puji bagi Alloh yang telah mengutus rasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq"
Alloh ta'ala dipuji karena kesempurnaanNya dan atas nikmat-nikmat-Nya. Kita memuji Alloh 'azza wa jalla karena Dialah yang memiliki kesempurnaan sifat-sifat dan seluruh sisi. Dan kita memujiNya juga karena kesempurnaan nikmat dan kebaikan-Nya.
(وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ الضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْأَرُونَ)
Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nyalah kamu meminta pertolongan. [QS An-Nahl 53].
Dan sebesar-besar nikmat yang Alloh karuniakan kepada makhlukNya adalah dengan diutusnya para nabi yang menjadi hidayah bagi makhlukNya. Oleh karenanya muallif berkata:
الحمد لله الذي أرسل رسوله بالهدى ودين الحق
"Segala puji bagi Alloh yang telah mengutus rasulNya dengan membawa petunjuk dan agama yang haq".
Dan yang dimaksud dengan Rasul di sini adalah "isim jenis". Seluruh rasul diutus dengan petunjuk dan agama yang haq akan tetapi yang Alloh jadikan penyempurna risalahNya adalah (dengan mengutus) Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam-. Alloh telah menutup kenabian dengan (diutusnya) beliau, dan telah sempurna bangunannya. Sebagaimana yang telah digambarkan Nabi Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam- tentang diri beliau dinisbatkan kepada para rasul lainnya, seperti seseorang yang membangun istana dan menyempurnakannya kecuali satu tempat batu bata. Maka manusia mendatangi bangunan istana tersebut dan terkagum-kagum dengannya kecuali satu tempat batu bata tersebut. Beliau bersabda:
فأنا اللَبِنَة، وأنا خاتم النبيين"
"Maka akulah batu bata tersebut, dan akulah penutup para nabi". (HR Bukhari dan Muslim)¹
✔Perkataan muallif: بالهدى (dengan petunjuk). Huruf ba' disini 'li mushohabah' (penyertaan). Al Huda (petunjuk) disini maknanya adalah ilmu yang bermanfaat. Ba' ini juga bisa berfungsi sebagai ta'diyah (membuat kata kerjanya butuh kepada obyak), yaitu bahwa yang dibawa beliau adalah petunjuk dan agama yang haq.
✔Sedangkan دين الحق Dinul Haq (agama yang benar) adalah amal sholih karena agama adalah amal, atau balasan atas amal-amal. Contoh pemutlakannya atas amal yaitu firman Alloh ta'ala:
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الأِسْلامُ
(Sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh adalah Islam)". (QS Ali Imron: 19).
Adapun contoh pemutlakannya kepada balasan adalah firman Alloh ta'ala:
وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الدِّينِ
(Dan tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?). (QS Al Infithor 17).
Dan Al Haq adalah lawan Al Bathil, yakni Al Haq terkandung didalamnya diperolehnya kemaslahatan-kemaslahatan dan tercegahnya kerusakan-kerusakan dalam hukum-hukumnya dan pemberitaannya.
✔Ucapan beliau ليظهره على الدين كله (Agar dia memenangkannya atas agama seluruhnya). Huruf lam adalah untuk ta'lil (sebab). Dan makna 'liyudzhirohu' yaitu mengungguli, sebab makna dzohuur bermakna tinggi di atas. Misalnya: Dzohrud dabbah (punggung hewan melata) adalah yang atasnya. Misal lain dzohrul ardhi (muka/bagian atas bumi). Sebagaimana firman Alloh ta'ala:
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ
"Dan sekiranya Allah menghukum manusia disebabkan apa yang telah mereka perbuat, niscaya Dia tidak akan menyisakan satu pun makhluk bergerak yang bernyawa di muka bumi ini"(QS Fatir: 45)
Huruf Ha' dalam يظهره (memenangkannya) apakah kembalinya kepada rasul ataukah kepada Ad-Dien (Islam)? Apabila kembalinya kepada Dienul Haq maka setiap orang yang berperang untuk Dienul haq maka dia memiliki kedudukan tinggi karena Alloh ta'ala berfirman: ليظهره (agar Dia memenangkan/meninggikan). Dien ini akan menang/unggul di atas seluruh agama, dan bagi orang yang tidak memiliki agama maka Dien ini akan lebih dimenangkan lagi, sebab orang yang tidak beragama lebih buruk dari pada orang yang beragama dengan kebathilan. Dengan demikian, setiap agama yang pemeluknya menganggap bahwa mereka di atas kebenaran maka Dienul Islam akan mengunggulinya, sedangkan yang selain itu (orang-orang yang tidak beragama) Islam lebih unggul lagi.
Dan jika Ha' kembalinya kepada rasul alaihi sholatu wa salam maka Allah akan memenangkan rasul-Nya karena agama yang haq ada bersamanya. Berdasar kedua kemungkinan (penafsiran tersebut), maka siapa pun yang berpegang pada agama yang haq ini maka dia akan menang dan unggul. Barang siapa yang mencari kemuliaan pada selainnya, sungguh dia telah mencari kehinaan sebab tidak ada kemenangan dan kemuliaan serta kehormatan kecuali dengan Dinul Haq (agama Islam).
Oleh karenanya, aku mengajakmu -wahai ikhwah sekalian- untuk berpegang pada agama Alloh lahir dan batin dalam perkara ibadah, tingkah laku dan akhlaq serta berdakwah kepadanya sehingga tegak agama ini dan menjadi lurus umat ini.
✔Ucapan muallif وكفى بالله شهيداً (cukuplah Alloh yang menjadi saksi).
Para ahli bahasa berkata: Huruf Ba' disini sebagai zaidah (tambahan) untuk memperindah lafadz dan bermubalaghoh dalam lafadz kifayah. Asalnya adalah وكفى الله (cukuplah Alloh). Dan "شهيداً" (sebagai saksi) sebagai tamyiz dari fail sebab asalnya adalah وكفت شهادة الله (cukuplah persaksian Alloh).
Al Muallif membawakan ayat dan seandainya ada yang berkata: Apa hubungan antara "cukuplah Alloh yang menjadi saksi" dengan firmanNya "agar Alloh memenangkanNya atas seluruh agama"? Jawabnya: hubungannya sangat jelas, sebab Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- datang menyeru manusia dan berkata:
من أطاعني دخل الجنة، ومن عصاني دخل النار
"Barang siapa taat kepadaku dia masuk surga, dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku masuk neraka"³.
Atau lisanul halnya mengatakan : "Barang siapa mentaatiku maka aku memberi keselamatan padanya, dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku maka aku memeranginya dan orang-orang yang berpegang dengan agama ini akan memeranginya juga, sehingga dihalalkan darah, harta, wanita-wanita, dan anak keturunan mereka. Dan dia (Rasululloh) ditolong dan tidak terkalahkan. Demikian pengokohan baginya di bumi, yaitu pengokohan Alloh bagi rasul-Nya di bumi: Persaksian fi'liyah (dengan tindakan)dari Alloh 'azza wa jalla bahwa Beliau adalah benar (seorang Rasul) dan bahwasannya agama ini adalah haq(benar).
Setiap orang yang membuat-buat kedustaan kepada Alloh maka kesesudahannya adalah ditinggalkan, sirna dan musnah. Perhatikanlah orang-orang yang mengaku-aku memperoleh nubuwah (kenabian) bagaimana kesesudahan mereka? Mereka dilupakan dan dibinasakan sebagaimana Musailamah Al Kadzab dan Aswad Al Ansii dan selain keduanya yang mengaku mendapat nubuwah. Semuanya lenyap dan menjadi jelas batilnya perkataan mereka. Dan mereka terhalangi dari kebenaran.
Akan tetapi Nabi Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam- ini justru sebaliknya, dakwahnya sampai sekarang -walhamdulillah- masih berlanjut dan (bahkan)sampai hari kiamat, tetap kokoh dan kuat. Dengan dakwahnya, dihalalkan -sampai hari ini- darah dan harta orang kafir yang menentangnya, dan ditawan wanita-wanita dan keluarga mereka⁴. Ini adalah persaksian fi'liyah, tidaklah Alloh menghukumnya, tidak pula membuka aibnya dan tidak pula mendustakannya. Dan persaksian ini setelah firman Alloh: ليظهره على الدين كله
"Agar Alloh memenangkannya di atas seluruh agama".
=============
Catatan kaki:
1. Diriwayatkan oleh Al Bukhari 3535 dalam kitabul manaqib bab khotamun nabiyyin -shollallohu 'alaihi wa sallam-, dan Muslim (2286) dalam kitabul fadhoil bab dzikru kaunihi khotamun nabiyyin -shollallohu 'alaihi wa sallam.
2. Catatan penterjemah: Makna Dien (الدين) dalam Al Qur'an memiliki beberapa makna yaitu: (1) Agama, (2) Amal, dan (3) Al Jaza' (balasan atas amal).
Sedangkan ayat
إِنَّ الدِّينَ عِنْدَ اللَّهِ الأِسْلامُ
(Sesungguhnya agama yang diridhoi Alloh adalah Islam)". (QS Ali Imron: 19).
Allohu a'lam - mungkin lebih sesuai dijadikan dalil bahwa makna Ad Din disini adalah agama.
Sedangkan ayat yang menunjukkan bahwa Ad-Din adalah amal adalah ayat :
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
"Untukmu Din-mu, dan untukku Din-ku.”( Al-Kafirun: 6). Kata Din disini bermakna amal.
Sebagaimana ayat
وَإِذَا سَمِعُوا اللَّغْوَ أَعْرَضُوا عَنْهُ وَقَالُوا لَنَا أَعْمَالُنَا وَلَكُمْ أَعْمَالُكُمْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ لَا نَبْتَغِي الْجَاهِلِينَ
Dan apabila mereka mendengar perkataan yang buruk, mereka berpaling darinya dan berkata, “Bagi kami amal-amal kami dan bagimu amal-amal kamu, semoga selamatlah kamu, kami tidak ingin (bergaul) dengan orang-orang bodoh.” (QS Al-Qasas: 55).
Allohu a'lam.
3. Sebagaimana yang diriwayatkan Al Bukhari (7280), kitabul i'tishom bab al-iqtida'u bi sunnani rosulillahi -shollallohu 'alaihi wa sallam- dari Abu Hurairah -radhiyallohu 'anhu- bahwa rasululloh shollallohu 'alaihi wa sallam bersabda:
كل أمتي يدخلون الجنة إلاّ من أبى, قالوا يا رسول الله! ومن يأبى؟ قال: من أطاعني دخل الجنة ومن عصاني فقد أبى
"Setiap ummatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Sahabat bertanya: Ya Rasululloh, siapakah orang yang enggan itu? Beliau bersabda: "Barang siapa mentaatiku dia masuk surga, dan barang siapa bermaksiat kepadaku dialah yang enggan".
4. Sebagaimana yang diriwayatkan Imam Bukhari (25) dan Muslim (22) dari Ibnu Umar radhiyallohu 'anhuma:
عن ابن عمر رضي الله عنهما: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: "أمرت أن أقاتل الناس حتى يشهدوا أن لا إله إلا الله وأن محمداً رسول الله, ويقيموا الصلاة ويؤتوا الزكاة, فإن فعلوا ذلك عصموا مني دمائهم وأموالهم؛ إلاّ بحق الإسلام وحسابهم على الله".
Bahwasannya Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwasannya tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Alloh dab Muhammad utusan Alloh, menegakkan sholat dan menunaikan zakat. Jika mereka sudah melakukannya maka terjaga dariku darah-darah mereka dan harta-harta mereka, kecuali dengan haknya Islam, dan hisabnya di sisi Alloh".
Diterjemahkan oleh Abu Unais lasmin Pati dengan beberapa editan dari Ust Abu Said - hafidzahulloh.



0 komentar:
Posting Komentar