“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Minggu, 03 Maret 2019

Pokok-Pokok Rukun Iman: Beriman Kepada Hari Kiamat

Perkataan penulis -rahimahulloh-p:
والبعث بعد الموت
"Beriman kepada kebangkitan setelah kematian".
Al ba'tsu (البعث) maknanya adalah al-ikhraj (الإخراج) yaitu keluarnya manusia dari kubur-kubur mereka setelah kematiannya. Ini adalah diantara keyakinan ahlus sunnah wal jamaah. Keyakinan ini ditetapkan dalam Al Qur'an dan As Sunnah serta ijma'nya kaum muslimin, bahkan menjadi keyakinannya orang-orang Yahudi dan Nasrani, mereka menetapkan bahwa nanti ada suatu hari dimana manusia dibangkitkan untuk diberikan balasan.
✔ Ada pun dalam Al Qur'an Alloh berfirman:
زَعَمَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنْ لَنْ يُبْعَثُوا قُلْ بَلَى وَرَبِّي لَتُبْعَثُن
"Orang-orang yang kafir mengira, bahwa mereka tidak akan dibangkitkan. Katakanlah (Wahai Rasululloh), “Tidak demikian, demi Tuhanku, kamu pasti dibangkitkan" (QS At Taghabun:7)
Dan firmanNya:

ثُمَّ إِنَّكُمْ بَعْدَ ذَلِكَ لَمَيِّتُونَ ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ تُبْعَثُونَ
"Kemudian setelah itu, sesungguhnya kamu pasti mati. Kemudian, sesungguhnya kamu akan dibangkitkan (dari kuburmu) pada hari Kiamat". (QS Al Mukminun: 15-16)
✔ Adapun dari As Sunnah, telah datang hadits-hadits mutawatir dari Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- dalam masalah ini.
✔ Ijma'nya kaum muslimin dalam masalah ini dengan ijma' yang qoth'i (pasti) bahwasannya manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dan mereka akan berjumpa Robbnya dan akan dibalas amal-amalnya.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْراً يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرّاً يَرَه
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya". (QS Al Zalzalah: 7-8)
يَا أَيُّهَا الأِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحاً فَمُلاقِيه
"Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya". (QS Al Insyiqaq: 6)

Maka renungkanlah akan pertemuan ini sehingga engkau beramal untuk menyambutnya. Dengan rasa takut ketika engkau berdiri di hadapan Alloh 'azza wa jalla pada hari kiamat dengan tanpa membawa amal sholih sedikit pun. Lihatlah apa yang telah lakukan pada hari nuqlah (perpindahan) tersebut? Apa yang telah engkau persiapkan untuk hari pertemuan tersebut?
Sesungguhnya kebanyakan manusia -pada saat ini- melihat upaya yang telah mereka lakukan untuk dunia, dan mereka mengetahui bahwa dunia -yang mereka bersusahpayah untuk menggapainya- mereka tidak tahu apakah mereka akan mendapatkannya ataukah tidak. Terkadang manusia membuat rencana untuk urusan dunianya besok ataupun lusa, akan tetapi dia tidak mendapati besok ataupun lusa. Namun untuk sesuatu yang yakin (terjadi) kebanyakan manusia lalai darinya. Alloh ta'ala berfirman:
بَلْ قُلُوبُهُمْ فِي غَمْرَةٍ مِنْ هَذَا
"Tetapi, hati mereka (orang-orang kafir) itu dalam kesesatan dari (memahami Al-Qur'an) ini" (QS Al Mukminun: 63)
Dan amalan-amalan dunia,  Alloh ta'ala berfirman:
وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَلِكَ هُمْ لَهَا عَامِلُونَ
"dan mereka mempunyai (kebiasaan banyak mengerjakan) perbuatan-perbuatan lain (buruk) yang terus mereka kerjakan". (QS Al Mukminun: 63)
disebutkan dengan jumlah ismiyah yang memiliki faidah penetapan dan terus menerus, yaitu هُمْ لَهَا عَامِلُون (mereka senantiasa mengerjakannya)
Alloh ta'ala berfirman:
لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَذَا
"Sungguh, kamu dahulu lalai tentang (peristiwa) ini" (QS Qaaf: 22) yaitu hari kiamat. Alloh ta'ala berfirman:
فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ
"maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam" (QS Qaaf: 22)

Ini adalah hari kebangkitan yang disepakati semua agama samawi dan setiap yang meyakini agama. Ini merupakan bagian dari rukun iman yang enam yang menjadi keyakinan ahlus sunnah wal jamaah dan tidak ada yang mengingkari dari kalangan orang-orang yang memeluk agama selamanya.

*****************
Diterjemahkan dari Syarah Aqidah Al Wasithiyyah Syaikh Utsaimin -rahimahulloh-

 

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)