“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 05 November 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Kesembilanbelas

Bait 33:
النكرات في سياق النفي تعطي العموم أو سياق النهي
33# "Isim nakiroh dalam bentuk peniadaan dan larangan memberi faidah keumuman".

Penjelasan:
Apabila terdapat isim nakiroh setelah penafi'an(peniadaan) atau setelah larangan maka menunjukkan akan keumuman dan keseluruhan.

Contoh nakiroh dalam bentuk nafi' (peniadaan) adalah ﻻإله إﻻالله "tiada Ilah yang haq diibadahi melainkan Alloh" meniadakan setiap ilah(sesembahan) di langit dan di bumi dan menetapkan uluhiyyah Alloh -ta'ala-. Demikian pula lafadz ﻻحول وﻻ قوة اﻻ بالله "Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan (daya dan kekuatan) Alloh". Yakni tiada perubahan apa pun dari seluruh keadaan dan tidak pula kekuatan pada perubahan tersebut kecuali oleh Alloh. Demikian pula firman Alloh -ta'ala-:
وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ
" dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya" (QS Al-Baqarah: 255)
يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْئًا
"(Yaitu) hari (ketika) seseorang tidak berdaya sedikitpun untuk menolong orang lain". (QS Al-Infithar: 19)
Umum atas seluruh manusia dan seluruh sesuatu.

Contoh nakiroh dalam bentuk larangan dalam firman Alloh -ta'ala-:
وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ ۘ
"Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, tuhan apapun yang lain"(QS Al-Qashas: 88)
وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا
"Dan sesungguhnya mesjid-mesjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorangpun di dalamnya di samping (menyembah) Allah". (QS Al-Jinn: 18)
وَلَا تَقُولَنَّ لِشَيْءٍ إِنِّي فَاعِلٌ ذَٰلِكَ غَدًا * إِلَّا أَن يَشَاءَ اللَّهُ ۚ
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: "Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi, kecuali (dengan menyebut): "Insya Allah". (QS Al-Kahfi: 23-24).

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)