“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 05 November 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Kedelapanbelas

Bait 32:
(و أل)تفيد الكل في العموم في الجمع والإفراد كالعليم
32# "Dan alif lam (أل) memberikan faidah umum pada lafadz jamak maupun mufrad seperti al-'Aliim"

Apabila masuk Alif Lam (أل) pada lafadz mufrad atau lafadz jamak maka bermakna istghraq (mencakup keseluruhan) dan umum pada seluruh maknanya.

Masuk pada lafadz mufrad(tunggal) seperti pada firman Alloh -ta'ala-:
وَالْعَصْرِإِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ  إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman" (QS Al-'Ashr: 1-3)
Yakni setiap manusia merugi, tidak dikhususkan satu golongan tertentu kecuali yang dikecualikan yaitu orang-orang yang beriman dengan hati-hati mereka dan beramal sholih dengan jawarihnya(anggota badannya); dan saling menasehati dengan kebenaran yaitu ilmu nafi'(yang bermanfaat) dan amalan sholih; dan saling menasehati dengan kesabaran dalam menjalaninya. Mereka inilah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa terluput sesuatu dari hal tersebut maka dia mendapat kerugian sekadar apa yang terluput tersebut.

Demikian pula pada firman Alloh ta'ala:
إِنَّ الْإِنسَانَ خُلِقَ هَلُوعًا* إِذَا مَسَّهُ الشَّرُّ جَزُوعًا * وَإِذَا مَسَّهُ الْخَيْرُ مَنُوعًا *
"Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah, dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir" (QS Al-Ma'arij: 19-21)

إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
"sesungguhnya manusia itu sangat ingkar (tidak berterima kasih) kepada Tuhannya". (QS Al-'Adiyat: 6)

إِنَّ الْإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
"Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)". (QS Ibrahim: 34)
Yakni, seluruh manusia ada pada sifat-sifat ini kecuali yang dikeluarkan Alloh dari sifat-sifat tercela tersebut kepada sifat-sifat baik yang merupakan lawannya.

Dan contoh masuknya Alif Lam (أل) pada lafaz mufrad yaitu pada nama-nama Alloh dan sifat-sifatNya. Ketika masuk pada suatu nama dari nama Alloh atau suatu sifat dari sifat-sifatNya maka memberi faidah keseluruhan makna tersebut, mencakup segala sesuatu dari maknanya dan pada puncak maknanya. Misal Al-Hayyu (Maha Hidup) dan Al-Qayyum (Maha Berdiri Sendiri); yakni bahwa Dia memiliki kehidupan yang sempurna serta terus menerus sebagai sifat dari DzatNya. Dan Al-Qayyum yang sempurna yang ada pada diriNya dan tegak dalam mengatur seluruh makhlukNya.

Al-'Aliim: yang memiliki ilmu yang menyeluruh t Agunherhadap segala sesuatu yang diketahui.
Ar-Rahman Ar-Rahiim yang memiliki rahmat yang menyeluruh lagi meliputi seluruh makhlukNya.
Al-Ghaniy yang memiliki kekayaan yang sempurna lagi mutlak dari seluruh sisinya.
Al-'Aliyyul A'laa yang memiliki ketinggian yang mutlak dari seluruh sisinya.
Al-Adzim (Maha Agung), Al-Kabir (Maha Besar), Al-Jalil (Maha Mulia), Al-Jamiil(Maha Indah), Al Hamiid (Maha Terpuji) dan Al Majiid (Maha Mulia) yang memiliki seluruh makna-makna keagungan, kebesaran, kemuliaan, keindahan, pujian dan sanjungan.
Analogikan dengan asma dan shifat Alloh lainnya.
Seandainya tidak ada pada kaidah ini kecuali pembahasan yang berharga ini niscaya sudah cukup dengannya kemuliaan dan keagungan.

Dan misalnya masuknya Alif Lam (أل) pada jamak adalah pada firman Alloh -ta'ala-:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ ۖ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ
"Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji".(QS Fathir: 15)

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu"(QS An-Nisa': 1)
Pada khithob (orang yang diseru) ini mencakup seluruh manusia.
Dan firmanNya -ta'ala-:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا
"Wahai orangorang yang beriman..." masuk di dalamnya keseuruhan kaum mukminin.
إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ
"Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis" (QS At-Taubah: 28)
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ
"Sesungguhnya orang-orang Islam laki-laki dan perempuan..." (QS Al-Ahzab: 35) sampai akhir ayat mencakup seluruh golongan yang disebutkan.
Dan sabda nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
إنما الأعمال بالنيات
"Sesungguhnya setiap amalan-amalan itu tergantung niat-nitanya" mencakup seluruh amalan yang terkait badan, harta, penghambaan dan fisik/materi. Allohu a'lam

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)