“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 05 November 2019

Syarah Mandzumah Qawaidul Fiqhiyah - Kaidah Keenambelas

Bait 30:

وإن أتى التحريم في نفس العمل أو شرطه، فذو فساد و خلل
30# "Jika terdapat pengharaman pada suatu amalan atau syaratnya maka amalan tersebut rusak dan tercela"

Penjelasan:
Ini adalah hukum ibadah-ibadah yang ada dengan sebab yang diharamkan. Jika pengharaman tersebut terkait pada ibadah itu sendiri atau terkait pada syaratnya maka amalan tersebut batal. Misalnya: Sholat pada waktu yang terlarang, atau membelakangi kiblat, atau terkena najis padanya, atau berhadats, atau tanpa niat, atau mengurangi rukun-rukun sholat atau syarat-syaratnya. Demikian pula puasa pada hari yang terlarang dan yang semisal dengan itu maka ibadah-ibadah pada kasus semacam ini batal.

Adapun jika pengharaman tersebut tidak terkait pada ibadah itu sendiri atau syaratnya maka ibadahnya tetap sah namun terkait dengan keharaman. Seperti wudhu dari bejana yang diharamkan; emas, perak atau rampasan. Atau sholat dengan memakai imamah dari sutera atau cincin emas dan yang semisalnya; maka sholatnya sah namun dengan keharaman yang dipakainya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)