“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 16 Desember 2019

Pertanyaan 3: Apakah Makna Al-Abdu(Hamba)?

Pertanyaan: Apakah makna 'abdu (hamba)?

Jawab: Al-'Abdu (hamba) jika yang dimaksudkan adalah Al-Mu'abbad yakni yang direndahkan dan ditundukkan. Maka dengan makna ini mencakup seluruh makhluk di alam semesta baik di ketinggian atau di bawah dari yang berakal maupun tidak berakal, yang basah maupun yang kering, yang bergerak maupun yang diam, yang nampak maupun yang tersembunyi, yang mukmin maupun yang kafir yang shalih maupun yang fajir, dan yang selainnya. Semuanya adalah menjadi makhluk bagi Alloh -azza wa jalla-, dan menjadi hamba bagiNya. Dijalankan dan ditundukkan dengan pengaturanNya. Dan masing-masing memiliki karakteristik tersendiri dan batas yang akan berakhir kepada-Nya. Masing-masing berjalan untuk waktu yang telah ditentukan yang tidak akan melebihinya meski sebesar dzarroh.
ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ
"Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui"(QS Al-An'am: 96)
dan pengaturan dari Yang Maha Adil lagi maha Bijaksana.

Jika yang dimaksudkan dengan abdun (hamba) adalah Al-Aabid (hamba) yang mencintai dan yang merendahkan diri (kepada Alloh -pent) maka hal itu khusus bagi orang-orang Mukmin yang mereka adalah para hambaNya yang dimuliakan dan para waliNya yang bertaqwa yang tiada rasa takut atas mereka dan tidak pula mereka bersedih.

معنى العبد]
س: ما معنى العبد؟
جـ: العبد إن أريد به المعبد أي المذلل المسخر، فهو بهذا المعنى شامل لجميع المخلوقات من العوالم العلوية والسفلية: من عاقل وغيره، ورطب ويابس، ومتحرك وساكن، وظاهر وكامن، ومؤمن وكافر، وبر وفاجر، وغير ذلك. الكل مخلوق لله عز وجل، مربوب له، مسخر بتسخيره، مدبر بتدبيره، ولكل منها رسم يقف عليه، وحد ينتهي إليه، كل يجري لأجل مسمى لا يتجاوزه مثقال ذرة {ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ} [الأنعام: ٩٦]
وتدبير العدل الحكيم. وإن أريد به العابد المحب المتذلل خص ذلك بالمؤمنين الذي هم عباده المكرمون وأولياؤه المتقون الذين لا خوف عليهم ولا هم يحزنون.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)