“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 23 Desember 2019

Taisir (56): Besarnya Keutamaan Sholat Berjamaah atas Sholat Sendirian

Hadits 56:

عَنْ أبى هريرة رضي الله عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسلّم: "صَلاةُ الرجل في الجَمَاعَةِ تُضَعَّفُ عَلَى صَلاتِهِ في بَيْتهِ وَفي سُوقِهِ خَمْسَة (١) وَعِشرِينَ ضِعْفاً، وَذلِكَ أنَهُ إذا تَوَضَّأ فأحْسَنَ الوضوء. ثم خَرَجَ إِلى اْلمَسْجدِ لا يُخْرِجُهُ إِلاّ الصلاةُ. لم يَخْطُ خُطْوَةً إلاَّ رُفِعَتْ لَهُ دَرَجَةٌ، وَحُط عَنْهُ بِهَا خَطِيئَة، فَإذا صَلى لَمْ تَزَلِ اْلمَلائِكَةُ تُصَلِّى عَلَيْهِ مَا دَام في مُصلاّهُ: اللهُمَّ صَلّ عَلَيهِ، اللهم اغْفِرْ له، اللهُمَّ ارحَمْهُ، وَلا يَزَال في صَلاةٍ مَا انْتَظر الصلاةَ " متفق عليه واللفظ للبخاري.

"Dari Abu Hurairah -radhiyallohu 'anhu- berkata: Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Sholatnya seseorang secara berjamaah dilipatgandakan (pahalanya) terhadap sholatnya di rumahnya atau di pasarnya sebanyak dua puluh lima kali lipat. Yang demikian itu karena jika dia berwudhu' dan membaguskan wudhu'nya lalu pergi ke masjid yang dia pergi hanya untuk tujuan sholat, maka tidaklah dia mengayunkan satu langkah kecuali akan diangkat satu derajadnya dan dihapus satu kesalahannya. Apabila dia sholat maka malaikat senantiasa bersholawat untuknya selama dia masih ada di tempat sholatnya: "Ya Alloh limpahkanlah sholawat untuknya. Ya Alloh ampunilah dia. Ya Alloh rahmatilah dia" senantiasa dia berada dalam sholat selama dia menunggu sholat (selanjutnya)" (HR Bukhari 647 dan Muslim 6490

Makna Global:
Hadits ini mengisyaratkan akan keutamaan sholat berjamaah atas sholat munfarid. Sesungguhnya barang siapa yang sholat berjamaah akan dilipatkan pahalanya atas orang yang sholat sendirian dengan dua puluh lima kali lipat. Dan bahwasannya sebab dilipatgandakannya ini adalah karena orang yang hendak sholat apabila dia berwudhu' lalu dia membaguskan wudhu'nya, kemudia dia keluar dari rumahnya dengan niat yang ikhlas, tidaklah dia keluar untuk suatu tujuan kecuali untuk sholat; sehingga tidaklah dia mengayunkan satu langkah kecuali diangkat satu derajadnya dan dihapus satu kesalahannya.

Apabila dia sholat di masjid bersama jamaah maka senantiasa malaikat bersholawat untuknya dan mendoakan rahmat untuknya selama dia berada di tempat sholatnya. Malaikat berkata dalam do'anya dan permohonan rahmatnya: Ya Alloh ampunilah dia, ya Alloh rahmatilah dia.

Di antara sebab-sebab dilipatgandakan (pahala) sholat jamaah atas sholat munfarid yaitu selama dia masih menunggu sholat bersama jamaah maka dia mendapat pahala dalam penantiannya seperti pahala orang yang sedang sholat, sebab dia tidaklah menahan diri (di masjid) kecuali untuk menunggu sholat jamaah.

Dan inilah faidah yang besar; dan tidaklah bermalas-malas untuk mendapatkannya kecuali orang yang terhalang dan merugi.

Ikhtilaf Ulama:
Para ulama berselisih pendapat dalam upaya mengkompromikan antara hadits 27 derajad dengan hadits 25 derajad namun semua upaya mereka ini berupa dugaan dan perkiraan saja.
Dan yang paling dekat kepada pendapat yang shahih adalah: jumlah yang sedikit tidaklah menafikkan jumlah yang banyak sebab yang dipahami dari bilangan bukanlah yang maksudkan menurut pendapat yang shohih dari para ulama ushul. Bilangan tersebut masuk dalam cakupannya.

Kesimpulan hadits:
1. Keutamaan sholat berjamaah di masjid dan dilipatgandakan pahalanya. Keutamaan jamaah diperoleh dengan jumlah jamaah berapapun asalkan sesuai dengan pengertian jamaah. Bahwasannya banyaknya jumlah (jamaah) menjadikan mendapatkan tambahan pahala. Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ashabus Sunan dan Ahmad dari hadits Ubay bin Ka'ab secara marfu':"Sesungguhnya sholatnya seseorang bersama satu orang lebih banyak pahalanya dari pada sholat sendirian, dan sholatnya bersama dua orang lebih baik dari pada sholatnya bersama satu orang".
2. Kekurangan sholat munfarid(sendirian) dan sedikitnya keutamaan dibandingkan sholat berjamaah.
3. Bahwasannya berjamaah bukanlah syarat sholat, diperbolehkan sholat sendirian dengan sangat sedikitnya segi pahala.
4. Bahwasannya semua keutamaan berupa ditinggikannya derajad, dihapusnya kesalahan-kesalahan dan permohonan ampun malaikat diperoleh oleh karena bagusnya wudhu, keluarnya dari rumah ke masjid dengan niat sholat yang ikhlas. Maka pahala yang disebutkan tersebut didapatkan karena terkumpulnya amalan-amalan tersebut, seandainya ada bagian yang kurang maka tidaklah baginya mendapatkan pahala yang disebutkan tersebut.
5. Bahwasannya orang yang menunggu sholat pahalanya seperti orang yang mengerjakan sholat.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)