“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Sabtu, 11 Januari 2020

Dalil di syaratkannya Inqiyad dari Al-Qur'an dan As-Sunnah

Pertanyaan:
Apa dalil di syaratkannya inqiyad (ketundukan/kepatuhan] dari Al-Qur'an dan As-Sunnah?

Jawab:
Alloh -ta'ala- berfirman:
وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى
"Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh". (QS Luqman: 22)
Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به
"Tidaklah beriman salah searan di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa" (1)

Note:
1. Sanadnya hasan insya Alloh. Diriwayatkan oleh Hasan bin Sufyan dalam Arbainnya. Diriwayatkan Imam Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (1/213), Taarikh baghdaad (4/369) dari hadits Abdullah bin Amr. Sanadnya lemah karena lemahnya Nu'aim bin Hammad. Ibnu Asakir berkata: Hadits gharib. Al-Albani berkata: Dho'if(ta'liqnya atas As-Sunnah oleh Ibnu Ashim 15). Imam Nawawi telah menshahihkan sanadnya (dan Nu'aim bin Hammad banyak salahnya, dia faqih dan paham masalah Fara'idh). Al-Hafidz berkata: Ibnu Adiy telah meneliti kekeliruannya dan berkata: sisa haditsnya mustaqim. Silahkan dilihat biografi Nu'aim bin Hammad dalam kitab At-Tankiil juz 1 hal 507. Al-Hafidz juga berkata: Berkata Abu Ahmad Al-hakim: bisa jadi dia menyelisihi di sebagian haditsnya. Dan telah berlalu bahwa Ibnu 'Adiy meneliti kesamaran padanya. Maka ini adalah sebaik-bak pendapat masalah ini. Adz-Dzahabi telah menyebutkan dalam Al-Mizan ada delapan hadits dan seakan hadits-hadits ini kritikan yang keras atas Nu'aim, namun hadits ini tidak termasuk di dalamnya.




[دليل اشتراط الانقياد من الكتاب والسنة]
س: ما دليل اشتراط الانقياد من الكتاب والسنة؟
جـ: قال الله تعالى: {وَمَنْ يُسْلِمْ وَجْهَهُ إِلَى اللَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى} [لقمان: ٢٢] وقال النبي صلى الله عليه وسلم: «لا يؤمن أحدكم حتى يكون هواه تبعا لما جئت به» (١) .


(١) (إسناده حسن إن شاء الله) ، رواه الحسن بن سفيان في الأربعين له، ورواه الإمام البغوي في شرح السنة (١ / ٢١٣) ، وتاريخ بغداد (٤ / ٣٦٩) من حديث عبد الله بن عمرو، وإسناده ضعيف لضعف نعيم بن حماد، وقال ابن عساكر: وهو حديث غريب، قال الألباني: يعني ضعيف، اهـ. (تعليقه على السنة لابن أبي عاصم ١٥) وقد صحح إسناده الإمام النووي (ونعيم بن حماد يخطى كثيرا، فقيه عارف بالفرائض) ، قال الحافظ: وقد تتبع ابن عدي ما أخطأ فيه وقال: باقي حديثه مستقيم. وانظر ترجمة نعيم بن حماد في كتاب التنكيل جـ ١ ص ٥٠٧، وقال الحافظ أيضا: وقال أبو أحمد الحاكم: ربما يخالف في بعض حديثه، وقد مضى أن ابن عدي يتتبع ما وهم فيه فهذا أفضل القول فيه. وقد ذكر الذهبي في الميزان ثمانية أحاديث وكأنها أشد ما انتقد على نعيم، وليس هذا الحديث منها.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)