“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Sabtu, 11 Januari 2020

Dalil Syarat Al-Yaqin dari Al-Qur'an dan As-Sunnah

Pertanyaan:
Apa dalil Yaqin dari Al-Qur'an dan As-Sunnah?

Jawab:
Firman Alloh 'azza wa jalla:
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا
"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu hanyalah mereka yang beriman kepada Alloh dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu" (QS Al-hujurat: 15)
sampai pada firmanNya: أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ "Mereka itulah orang-orang yang benar (dengan keimanannya)" (QS Al-hujurat: 15)

Dan juga sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
أشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله، لا يلقى الله بهما عبد غير شاك فيهما إلا دخل الجنة
"Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Alloh dan sesungguhnya aku adalah utusan Alloh. Tidaklah seorang hamba bertemu Alloh dengan membawa keduanya kecuali ia akan masuk surga" (HR Muslim dalam Al-Iman: 44 dan 45)
Dan sabda Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- kepada Abu Hurairah:
من لقيت وراء هذا الحائط يشهد أن لا إله إلا الله مستيقنا بها قلبه فبشره بالجنة
"Siapa pun yang engkau temui dibalik tembok ini bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi selain Aloh dengan keyakinan hatinya maka berilah kabar gembira dengan surga"(HR MUslim Al-Iman: 52)
Keduanya ada dalam As-Shahih.



[دليل اشتراط اليقين من الكتاب والسنة]
س: ما دليل اشتراط اليقين من الكتاب والسنة؟
جـ: قول الله عز وجل: {إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا} [الحجرات: ١٥] إلى قوله {أُولَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ} [الحجرات: ١٥] وقول النبي صلى الله عليه وسلم: «أشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله، لا يلقى الله بهما عبد غير شاك فيهما إلا دخل الجنة» (٢) وقال صلى الله عليه وسلم لأبي هريرة: «من لقيت وراء هذا الحائط يشهد أن لا إله إلا الله مستيقنا بها قلبه فبشره بالجنة» (٣) . كلاهما في الصحيح.

(٢) رواه مسلم (الإيمان / ٤٤، ٤٥) .
(٣) رواه مسلم (الإيمان / ٥٢) .

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)