Pertanyaan:
Apa hukum orang yang mengingkari salah satu dari rukun Islam yang lima atau mengakuinya namun menyombongkan diri?
Jawab:
Diperangi sebagai orang kafir seperti selainnya dari orang-orang yang mendustakan dan menyombongkan diri seperti Iblis dan Fir'aun.
Hukum Orang yang Mengakuinya kemudian meninggalkannya karena sebab malas atau karena takwil.
Pertanyaan:
Bahagaimana hukum orang yang mengakuinya rukun Islam yang lima kemudian meninggalkannya karena sebab malas atau karena takwil.
Jawab:
Adapun sholat maka orang yang menunda waktu (mengerjakannya) dengan alasan ini maka dia diminta bertaubat. Jika dia bertaubat (maka itu yang dikehendaki) dan jika tidak maka dibunuh sebagai had; berdasarkan firman Alloh -ta'ala-:
فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ
"Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan" (QS At-Taubah: 5)
Dan hadits أمرت أن أقاتل الناس (Aku diperintahkan untuk memerangi manusia...dst)1) serta hadits selainnya.
Adapun zakat, jika yang tidak mengeluarkannya orang yang tidak punya kekuatan maka pemimpin mengambil darinya dengan dipaksa dan diberi sangsi dengan mengambil sebagian dari hartanya; berdasarkan sabda nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
ومن منعها فإنا آخذوها وشطر ماله معها
"Barang siapa tidak mengeluarkan zakat maka kami yang mengambilnya dengan separuh dari hartanya"2).
Jika mereka (yang tidak mengeluarkan zakat) jamaah dan memiliki kekuatan maka wajib pagi pemimpin untuk memerangi mereka sampai mereka mengeluarkannya berdasarkan ayat-ayat dan hadits sebelumnya dan juga yang lainnya. Dan hal ini dilakukan oleh Abu Bakar dan para shahabat -radhiyallohu 'anhum ajmaiin-. Adapun puasa maka tidak ada nash tentangnya namun imam(pemimpin) atau wakilnya memberi sangsi yang menjadi peringatan baginya dan orang yang semisalnya. Ada pun haji maka sepanjang umur seorang hamba adalah waktu baginya yang tidak berakhir kecuali dengan kematian. Dan yang wajib adalah bersegera. Dan telah ada ancaman akhirat bagi yang menyepelekannya dan tidak ada nash yang menyebutkan hukuman khusus di dunia.
Note:
1). HR Bukhari (25,1399) dan Muslim (Al-Iman/32, 37)
2). Hasan. HR Abu Dawud (1575), An-Nasa'i (2292),(2297), Ibnu Jarud (174), Al-Hakim(1/398), Al-Baihaqi(4/105), Ahmad (4/2,4) dari jalan Bahz bin Hakim dari Bapaknya dari kakeknya. Hakim berkata: Sanadnya shahih, disepakati Adz-Dzahabi dan hadits ini dihasankan Syaikh Al-Albani dengan khilaf yang ma'ruf atas Bahz bin Hakim. Asy-Syafi'i berkata: Laisa bihujjah. Hadits ini tidaklah ditetapkan para ulama sebagai hadits seandainya shahih niscaya kami akan mengatakannya. Imam Syafi'i berpendapat dengan hal ini di qoulul qadim dan beliau ruju' pada qoulul jadid. Adapun penjelasan masalah "diambil setengah dari hartanya" telah ditetapkan oleh banyak para ulama ummat ini bahwa ghulul dalam shodaqah dan ghanimah tidak diwajibkan denda/sangsi. Oleh karenanya mereka menafsirkan hadits ini sebagai berikut:
1. Hadits ini mansukh (terhapus). Telah datang (penjelasan) bahwa ketetapan nash yang telah terhapus tidaklah diterima kecuali dengan adanya bukti akan hal tersebut dengan diketahuinya yang lebih dahulu. Dan ini tidaklah bisa dipastikan pada masalah ini.
2. Bahwa hadits ini di dalamnya ada kesamaran pada konteks matannya. bahwasannya yang shahih: فإنا آخذوها من شطر ماله (Sesungguhnya kami mengambilnya dari separuh hartanya) yakni hartanya dibagi dua bagian maka orang yang mengeluarkan zakat memilihnya dan dia mengambil shodaqoh dari separoh yang terbaik sebagai hukuman karena keengganannya mengeluarkan zakat.
3. Bahwasannya hadits ini shahih dan wajib untuk mengamalkan dzahirnya. Dan telah shahih beberapa hadits dari Nabi -shollallohu 'alahi wa sallam- tentang syariat hukuman terhadap harta dan tidak ada yang menghapusnya dengan hujah.
4. Hadits ini dhaif dilihat dari sisi bahwasannya riwayat Bahz tidak bisa dipakai sebagai hujjaah. Sebagian ulama berpendapat demikian sedangkan sebagian yang lain menyelisihi pendapat ini. Dan pendapat kedua inilah yang lebih dekat epada kebenaran menurut kami. Allohu ta'ala a'lam.
[حكم من جحد واحدا من قواعد الإسلام الخمس أو أقر به واستكبر عنه]
س: ما حكم من جحد واحدا منها أو أقر به واستكبر عنه؟
جـ: يقتل كفرا كغيره من المكذبين والمستكبرين مثل إبليس وفرعون.
[حكم من أقر بها ثم تركها لنوع تكاسل أو تأويل]
س: ما حكم من أقر بقواعد الإسلام الخمس ثم تركها لنوع تكاسل أو تأويل؟
جـ: أما الصلاة فمن أخرها عن وقتها بهذه الصفة فإنه يستتاب، فإن تاب وإلا قتل حدا لقوله تعالى: {فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ فَخَلُّوا سَبِيلَهُمْ} [التوبة: ٥] وحديث: «أمرت أن أقاتل الناس» (1) . الحديث وغيره، وأما الزكاة فإن كان مانعها ممن لا شوكة له أخذها الإمام منه قهرا ونكله بأخذ شيء من ماله؛ لقوله صلى الله عليه وسلم: «ومن منعها فإنا آخذوها وشطر ماله معها» (2) . الحديث، وإن كانوا جماعة ولهم شوكة وجب على الإمام قتالهم حتى يؤدوها للآيات والأحاديث السابقة وغيرها، وفعله أبو بكر والصحابة رضي الله عنهم أجمعين. وأما الصوم فلم يرد فيه شيء ولكن يؤدبه الإمام أو نائبه بما يكون زجرا له ولأمثاله. وأما الحج فكل عمر العبد وقت له لا يفوت إلا بالموت، والواجب فيه المبادرة، وقد جاء الوعيد الأخروي في التهاون فيه، ولم ترد فيه عقوبة خاصة في الدنيا.
(1) رواه البخاري (٢٥، ١٣٩٩) ، ومسلم (الإيمان / ٣٢، ٣٧) .
(2) (حسن) رواه أبو داود (١٥٧٥) ، والنسائي (٢٢٩٢) أ، (٢٢٩٧) أ، وابن الجارود (١٧٤) ، والحاكم (١ / ٣٩٨) ، والبيهقي (٤ / ١٠٥) ، وأحمد (٤ / ٢، ٤) من طرق عن بهز بن حكيم عن أبيه عن جده، وقد قال الحاكم: صحيح الإسناد. ووافقه الذهبي، وقد حسن الحديث الشيخ الألباني للخلاف المعروف على بهز بن حكيم، وقال الشافعي: ليس بحجة، وهذا الحديث لا يثبته أهل العلم بالحديث ولو ثبت لقلنا به، وكان الشافعي قد قال به في مذهبه القديم ثم رجع عن ذلك في الجديد، أما عن شرح مسألة " أخذ نصف ماله معه " فقد تقرر عن كثير من علماء الأمة أن الغلول في الصدقة والغنيمة لا يوجب غرامة في المال. ولذلك فإنهم اتجهوا إلى تأويل هذا الحديث بما يلي:
(١) أن الحديث منسوخ، ورد ذلك بأن دعوى النسخ غير مقبولة إلا مع وجود الدليل على ذلك مع العلم بتاريخ الأسبق، وهذا غير محقق في مسألتنا.
(٢) أن الحديث فيه وهم قد وقع في سياق متنه وأن الصحيح " فإنا آخذوها من شطر ماله " أي يجعل ماله شطرين فيتخير عليه المصدق ويأخذ الصدقة من خير الشطرين عقوبة لمنعه الزكاة، فأما ما لا يلزمه فلا.
(٣) أن الحديث صحيح ويجب أن يؤخذ به على ظاهره، وأنه قد ثبت عدة أحاديث عن النبي صلى الله عليه وسلم في شرعية العقوبات المالية لم ثبت نسخها بحجة.
(٤) أن الحديث ضعيف باعتبار أن بهزا لا يحتج به، وقد ذهب إلى ذلك بعض العلماء وخالفهم آخرون، والقول الثاني هو الأقرب عندنا، والله تعالى أعلم.
[تعريف الإيمان]
س: ما هو الإيمان؟
جـ: الإيمان قول وعمل: قول القلب واللسان، وعمل القلب واللسان والجوارح، ويزيد بالطاعة وينقص بالمعصية، ويتفاضل أهله فيه



0 komentar:
Posting Komentar