“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jumat, 06 Maret 2020

Tuhfah: Ahli Nujum adalah Tukang Sihir

Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:

هل المنجم ساحر؟
"Apakah ahli nujum itu penyihir?"

Penulis berkata:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ، اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ»

"Dari Abdulloh bin Abbas -radhiyallohu 'anhuma- berkata: Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Barangsiapa mempelajari suatu ilmu dari perbintangan maka dia telah mempelajari satu cabang dari ilmu sihir. Bertambah sesuai yang dipelajarinya" (dikeluarkan oleh Abu Dawud, Ibnu Majah dan Ahmad dengan sanad shahih).

Penulis berkata: Aku katakan: dari hadits ini menjadi jelas bagimu bahwa setiap ahli nujum adalah penyihir. Dan tatkala seseorang bertambah dalam ilmu nujumnya maka bertambah pula sihirnya. Kita berlindung kepada Alloh dari ahli nujum penyihir.

Penjelasan:
Ahli Nujum adalah orang yang mengklaim mengetahui perkara ghaib dengan perantara bintang-bintang. Dia meramalkan kejadian-kejadian di bumi dengan pergerakannya. Perbuatan ini adalah syirik besar sebab dengannya mengantarkan pada pengakuan mengetahui ilmu ghaib padahal Alloh ta'ala berfirman:
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ ۚ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

"Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”(QS An-Naml: 65)

Perkataan Rasululloh -shollohu alaihi wa sallam: "barang siapa mempelajari ilmu nujum", yakni belajar  ilmu ilmu tentang perbintangan (astrologi) yang mengantarkannya  mengklaim mengetahui perkara ghaib. Dan tidak termasuk dalam bahasan ilmu perbintangan ini yang dipelajari untuk mengetahui musim tahunan atau mengetahui arah empat mata angin.

Perkataan Rasululloh -shollohu alaihi wa sallam: "dia telah mempelajari satu cabang dari ilmu sihir" yakni belajar bagian dari ilmu tersebut. As-Syu'bah (cabang) maknanya adalah bagian. Alloh -ta'ala- berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal". (QS Al-Hujurat: 13)

Perkataan beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam-: "Bertambah sesuai yang dipelajarinya" yakni ketika bertambah dalam mempelajari bagian dari astrologi maka bertambahlah sihirnya dan diambilkan dari hadits -sebagaimana yang disebutkan penulis-: Sesungguhnya ahli nujum itu adalah penyihir.

Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulohu ta'ala- hal 106-107.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)