Penulis -hafidzahulloh- berkata:
تحريم إتيان الكهان والعرافين
"Haramnya mendatangi kahin (dukun) dan 'arraf".
Penjelasan:
Kahin yaitu orang yang mengaku mengetahui yang ghaib dengan bersandar kepada sebab. Ini dikatakan Ibnu Hajar dalam Al-Fath.
Dan beliau berkata: Kahin yaitu mengklaim mengetahui yang ghaib. 'Arraf yaitu yang mengaku mengetahui tempat yang dicari. Ibnu Hajar berkata: Kahin adalah kata yang dimutlakkan kepada 'arraf, yang melempar dengan kerikil (salah satu cara meramal pada masa itu -pent) dan ahli nujum.
Penulis -hafidzahulloh- berkata:
عن عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْها: سَأَلَ أُنَاسٌ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الكُهَّانِ، فَقَالَ: «إِنَّهُمْ لَيْسُوا بِشَيْءٍ»، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، فَإِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ بِالشَّيْءِ يَكُونُ حَقًّا، قَالَ: فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «تِلْكَ الكَلِمَةُ مِنَ الحَقِّ يَخْطَفُهَا الجِنِّيُّ، فَيُقَرْقِرُهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ كَقَرْقَرَةِ الدَّجَاجَةِ، فَيَخْلِطُونَ فِيهِ أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ
Dari 'Aisyah -radhiyallohu 'anha-: orang-orang bertanya kepada Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- tentang kahin (dukun). Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Sesungguhnya mereka tidaklah (mengetahui) apa-apa". Mereka berkata: "Ya Rasululloh, terkadang mereka mengatakan sesuatu dan benar terjadi". Beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Kata-kata itu dari kebenaran yang dicuri oleh jin lalu dibisikkan ke telinga walinya seperti suara ayam betina lalu ditambahkan padanya lebih dari seratus kedustaan"(Muttafaqun 'alaih)
Dan dari Mu'awiyah bin Hakam As-Sulamy berkata:
قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنِّي حَدِيثُ عَهْدٍ بِجَاهِلِيَّةٍ، وَقَدْ جَاءَ اللهُ بِالْإِسْلَامِ، وَإِنَّ مِنَّا رِجَالًايَأْتُونَ الْكُهَّانَ، قَالَ: «فَلَا تَأْتِهِمْ» قَالَ: وَمِنَّا رِجَالٌ يَتَطَيَّرُونَ، قَالَ: " ذَاكَ شَيْءٌ يَجِدُونَهُ فِي صُدُورِهِمْ، فَلَا يَصُدَّنَّهُمْ
"Aku berkata: Ya Rasululloh, saya baru saja meninggalkan masa jahiliyah dan Alloh telah mendatangkan Islam. Sesungguhnya para laki-laki di antara kami mendatangi dukun. Beliau bersabda:"Jangan datangi mereka". Dia berkata: Dan di antara kami ada para laki-laki yang bertatoyyur (merasa sial dengan burung dan selainnya -pent).
Beliau bersabda: "Itu adalah sesuatu yang mereka dapatkan di dada-dada mereka maka janganlah hal itu menghalangi mereka" (HR Muslim)
Penjelasan:
Disimpulkan dari hadits yang pertama bahwa dukun itu bukanlah apa-apa (tidak mengetahui yang ghaib -pent) dan secara asal apa yang ada pada mereka adalah kedustaan. Mereka minta bantuan pada setan-setan.
Disimpulkan dari kedua haramnya mendatangi kahin(dukun). Dan pada penjelasan yang terdahulu menjadi jelaslah bahwa perdukunan termasuk syirik sebab dukun mengklaim mengetahui perkara ghaib.
Penulis -hafidzahulloh- berkata:
Dari sebagian istri-istri Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
من أتى عرافا فسأله لم تقبل له صلاة أربعين ليلة
"Barang siapa mendatangi dukun lalu bertanya kepadanya maka tidak akan diterima sholatnya selama 40 malam". (Riwayat Muslim).
*Penjelasan:
Disimpulkan dari hadits ini haramnya mendatangi 'dukun untuk menanyakan barang yang hilang, atau
kejadian yang akan terjadi. Dan tidak termasuk dalam hal ini yaitu orang yang mendatangi dukun lalu menanyainya untuk membongkar kedustaannya kepada manusia dan bahwa dia tidaklah benar. Barang siapa mendatangi dukun lalu menanyainya namun tidak membenarkannya maka tidak diterima sholatnya selama 40 hari. Namun jika dia bertanya lalu mebenarkannya maka dia telah kafir dengan ajaran yang dibawa oleh Rasululloh Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam- sebagaimana hadits shahih dari Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-.
Perkataan Beliau: tidak akan diterima sholatnya selama 40 malam, maknanya adalah bertanya kepada dukun bisa menggugurkan pahala sholat dan wajib kepada penanya dukun ini untuk sholat selama 40 malam.
Penulis -hafidzahulloh- berkata:
Aku katakan: Al-Kahin yaitu yang mengkhabarkan kepada manusia tentang peristiwa-peristiwa yang belum terjadi. Seperti "Mahdi Amin" dukun dan yang selainnya. Demikian pula mereka yang mengkhabarkan hal-hal yang tersembunyi. Dan engkau telah mengetahui haramnya mendatangi mereka dan bahwasannya mereka bukanlah apa-apa, bahkan mereka di atas kebatilan.
Al-'Arraf yaitu yang menunjukkan kepada manusia tentang lokasi barang hilang, atau dicuri atau pun selainnya dari hal-hal yang telah terjadi dan perkaranya tersembunyi. Para manusia mendatangi Arraf ini lalu dia mengkhabari mereka tempat sihir (buhul) atau barang hilang, atau nama pencuri atau penyihir, atau permasalahan-permasalahan lain yang telah terjadi dan tersembunyi bagi mereka. Dan telah engkau ketahui juga tentang haramnya mendatangi mereka. Dan orang yang mendatangi mereka lalu bertanya kepadanya maka Alloh tidak akan menerima sholatnya selama 40 malam sebagai hukuman apa yang telah mereka lakukan berupa kejahatan mendatangi kahin dan arraf. Kita mohon perlindungan kepada Alloh dari kesesatan setelah datang petunjuk.
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulohu ta'ala- hal 111-114.



0 komentar:
Posting Komentar