Pertanyaan:
Apa perbedaan antara lafadz وَ (dan) dan lafadz ثُمَّ (kemudian)?
Jawab:
Karena kata hubung wa (dan) berkonsekwensi menyerupakan dan menyamakan. Sehingga orang yang mengatakan: "yang Alloh kehendaki dan engkau kehendaki" menyerupakan kehendak hamba dengan kehendak Alloh. Berbeda dengan kata hubung tsumma (kemudian) berkonsekwensi tabaiyyah (ketergantungan). Jadi, orang yang berkata: "yang Alloh kehendaki kemudian yang engkau kehendaki" berarti dia menetapkan bahwa kehendak hamba bergantung kepada kehendak Alloh -ta'ala- sehingga tidaklah terjadi kecuali setelahnya (kehendak Alloh), sebagaimana firman Alloh -ta'ala-:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ
"Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah" (QS Al-Insan: 30)
Demikian dengan dengan yang lainnya.
[الفرق بين الواو وثم]
س: ما الفرق بين الواو وثم في هذه الألفاظ؟
جـ: لأن العطف بالواو يقتضي المقارنة والتسوية، فيكون من قال: ما شاء الله وشئت، قارنًا مشيئة العبد بمشيئة الله مسويا بها، بخلاف العطف بثم المقتضية للتبعية، فمن قال: ما شاء الله ثم شئت، فقد أقر بأن مشيئة العبد تابعة لمشيئة الله تعالى، لا تكون إلا بعدها، كما قال تعالى: {وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ} [الإنسان: ٣٠] وكذلك البقية.
مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-



0 komentar:
Posting Komentar