“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 14 Mei 2020

Perbedaan antara lafadz وَ (dan) dan lafadz ثُمَّ (kemudian)

Pertanyaan:
Apa perbedaan antara lafadz وَ (dan) dan lafadz ثُمَّ (kemudian)?

Jawab:
Karena kata hubung wa (dan) berkonsekwensi menyerupakan dan menyamakan. Sehingga orang yang mengatakan: "yang Alloh kehendaki dan engkau kehendaki" menyerupakan kehendak hamba dengan kehendak Alloh. Berbeda dengan kata hubung tsumma (kemudian) berkonsekwensi tabaiyyah (ketergantungan). Jadi, orang yang berkata: "yang Alloh kehendaki kemudian yang engkau kehendaki" berarti dia menetapkan bahwa kehendak hamba bergantung kepada kehendak Alloh -ta'ala- sehingga tidaklah terjadi kecuali setelahnya (kehendak Alloh), sebagaimana firman Alloh -ta'ala-:
وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ
"Tetapi kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali apabila dikehendaki Allah" (QS Al-Insan: 30)
Demikian dengan dengan yang lainnya.


[الفرق بين الواو وثم]
س: ما الفرق بين الواو وثم في هذه الألفاظ؟
جـ: لأن العطف بالواو يقتضي المقارنة والتسوية، فيكون من قال: ما شاء الله وشئت، قارنًا مشيئة العبد بمشيئة الله مسويا بها، بخلاف العطف بثم المقتضية للتبعية، فمن قال: ما شاء الله ثم شئت، فقد أقر بأن مشيئة العبد تابعة لمشيئة الله تعالى، لا تكون إلا بعدها، كما قال تعالى: {وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ} [الإنسان: ٣٠] وكذلك البقية.

مصدر:
200 سؤال والجواب في العقيدة الإسلاميّة
للشيخ العلامة حافظ بن أحمد الحكمي -رحمه الله-


0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)