“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Jumat, 26 Juni 2020

Hal-hal Terlarang Bagi Orang Yang Buang Hajat

Masalah keempat: Hal-hal terlarang bagi orang yang buang hajat
Dilarang kencing di air yang menggenang berdasarkan hadits Jabir dari Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
أنه نهى عن البول في الماء الراكد
"Beliau melarang kencing di air yang menggenang" (HR Muslim)

Tidak boleh memegang kemaluan dengan tangan kanan ketika kencing dan tidak boleh beristinja' dengannya (tangan kanan). Hal ini berdasarkan sabda Rasululloh -shollallahu 'alaihi wa sallam-:

إذا بال أحدكم فلا يأخذن ذكره بيمينه، ولا يستنجي بيمينه

"Jika salah seorang di antara kalian kencing janganlah sekali-kali memegang kemaluannya dengan tangan kanan dan jangan pula beristinja dengan tangan kanan". (HR Bukhari)

Dan terlarang baginya kencing atau buang air besar di jalan atau di bawah naungan berteduh, di taman umum, di bawah pohon yang berbuah atau di aliran-aliran air. Berdasarkan hadits Muadz ia berkata: Rasululloh -shollallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:

اتقوا الملاعن الثلاث: البراز في الموارد، وقارعة الطريق، والظل

"Jauhilah tiga tempat (yang mendatangkan) laknat: berak di saluran air, di tengah jalan dan tempat berteduh"(HR Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Dan berdasarkan hadits Abu Hurairah -radhiyallohu 'anhu- bahwasannya Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:

(اتقوا اللاعنين)، قالوا: وما اللاعنان يا رسول الله؟ قال: (الذي يَتَخَلى في طريق الناس أو في ظلهم)

"Takutlah kalian pada dua (perbuatan yang mengundang) laknat". Sahabat bertanya: Apa itu dua perbuatan yang mengundang laknat wahai Rasululloh? Beliau bersabda: "Yaitu orang yang berak di jalan manusia atau di tempat berteduhnya"(HR Muslim)

Sebagaimana juga dilarang membaca Al-Qur'an, dilarang berijtimar dengan kotoran (binatang) atau tulang atau makanan yang berharga. Berdasarkan hadits Jabir -radhiyallohu 'anhu-:

نهى النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أن يتمسح بعظم أو ببعر

"Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- melarang ijtimar dengan tulang atau kotoran binatang"(HR Muslim)

Dan dilarang juga buang hajat di pekuburan kaum muslimin. Nabi shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:

لا أبالي أوسط القبور قضيت حاجتي، أو وسط السوق؟

"Aku tidak peduli, aku buang hajat di tengah kubur ataukah di tengah pasar (sama buruknya)".(HR Ibnu Majah dan dishahihkan syaikh Al-Albani dalam Irwaul Ghalil)


Diterjemah dari Fiqih Muyassar

المسألة الرابعة: ما يحرم فعله على من أراد قضاء الحاجة:
يحرم البول في الماء الراكد؛ لحديث جابر عن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (أنه نهى عن البول في الماء الراكد) (٣).
ولا يمسك ذكره بيمينه وهو يبول، ولا يستنجي بها. لقوله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (إذا بال أحدكم فلا يأخذن ذكره بيمينه، ولا يستنجي بيمينه) (٤).
ويحرم عليه البول أو الغائط في الطريق أو في الظل أو في الحدائق العامة أو تحت شجرة مثمرة أو موارد المياه؛ لما روى معاذ قال: قال رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (اتقوا الملاعن الثلاث: البراز في الموارد، وقارعة الطريق، والظل) (٥)، ولحديث أبي هريرة - رضي الله عنه - أن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قال: (اتقوا اللاعنين)، قالوا: وما اللاعنان يا رسول الله؟ قال: (الذي يَتَخَلى في طريق الناس أو في ظلهم) (٦). 
كما يحرم عليه قراءة القرآن، ويحرم عليه الاستجمار بالروث أو العظم أو بالطعام المحترم؛ لحديث جابر - رضي الله عنه -: (نهى النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - أن يتمسح بعظم أو ببعر) (٧). ويحرم قضاء الحاجة بين قبور المسلمين، قال النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (لا أبالي أوسط القبور قضيت حاجتي، أو وسط السوق؟) (٨).



(٣) رواه مسلم برقم (٢٨١)، ونحوه عند البخاري برقم (٢٣٩). والراكد: هو الساكن الذي لا يجري.
(٤) رواه البخاري برقم (١٥٤) واللفظ له، ومسلم برقم (٢٦٧).
(٥) رواه أبو داود برقم (٢٦)، وابن ماجه برقم (٣٢٨). وإسناده حسن انظر إرواء الغليل (١/ ١٠٠).
(٦) رواه مسلم برقم (٢٦٩).
(٧) رواه مسلم برقم (٢٦٣).
(٨) رواه ابن ماجه برقم (١٥٦٧) وصححه الألباني في إرواء الغليل (١/ ١٠٢).

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)