“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 30 Juli 2020

Bersikap Pertengahan Dalam Menggunakan Harta


Apakah berhias dan memakai pakaian-pakaian yang mewah menafikkan zuhud?

Syaikh Sholih bin Fauzan Al-Fauzan -hafidzahulloh- menjawab:

Seseorang hendaklah bersikap pertengahan. Hendaklah bersikap pertengahan. Jika Alloh memberikan nikmat kepadanya hendaklah bersikap pertengahan tidak boros dalam masalah pakaian, wewangian dan kendaraan.
Dan janganlah seperti kondisi orang-orang fakir sehingga mengingkari nikmat Alloh yang diberikan padanya. Bersikap pertengahanlah dalam urusanNya. Sebaik-baik urusan adalah yang pertengahan antara kikir dan pemborosan.

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَنفَقُواْ لَمۡ يُسۡرِفُواْ وَلَمۡ يَقۡتُرُواْ

"Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir" (QS Al-Furqan: 67)

Pertengahan antara kikir dan bakhil dengan berlebih-lebihan.

‏🔵 هل التجمل ولبس الملابس الفاخرة ينافي الزهد ؟

قال الشيخ صالح بن فوزان الفوزان
حفظه الله :

يتوسط الإنسان ، الإنسان يتوسط ، إذا أعطاه الله نعمة يتوسط ما يسرف في اللباس والطيب والمراكب.

ولا  يكون كهيئة الفقراء ؛ فيجحد نعمة الله عليه. فليتوسط في أمره ، وخير الأمور الوسط ، https://t.co/CZL9CvdMmX‎

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)