Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
لا يعلم الغيب أحد إلا الله
"Tidak ada yang mengetahui perkara ghaib kecuali Alloh"
Penjelasan:
Kemudian penulis -hafidzahullohu ta'ala- membawakan dalil dalil akan hal itu. Dan kami akan menyusunnya sebagai berikut:
1. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- dan para Nabi sebelumnya tidaklah mengetahui perkara yang ghaib kecuali sebagian darinya yang Alloh -ta'ala- ajarkan pada mereka.
Alloh -ta'ala- berfirman:
قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ إِنِّي مَلَكٌۖ إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۚ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِيرُۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang gaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepadamu bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku.” Katakanlah, “Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kamu tidak memikirkan(nya)?”(QS Al-An'am: 50)
Alloh berfirman:
قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي نَفۡعٗا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ وَلَوۡ كُنتُ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ لَٱسۡتَكۡثَرۡتُ مِنَ ٱلۡخَيۡرِ وَمَا مَسَّنِيَ ٱلسُّوٓءُۚ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ وَبَشِيرٞ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ
Katakanlah (Muhammad), “Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diriku kecuali apa yang dikehendaki Allah. Sekiranya aku mengetahui yang gaib, niscaya aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan tidak akan ditimpa bahaya. Aku hanyalah pemberi peringatan, dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman.” (QS Al-A'raf: 188)
Nabi Nuh -alaihis salam- berkata:
وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ
"Dan aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa aku mempunyai gudang-gudang rezeki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak mengetahui yang gaib..." (QS Hud: 31)
Alloh -ta'ala- berfirman:
عَٰلِمُ ٱلۡغَيۡبِ فَلَا يُظۡهِرُ عَلَىٰ غَيۡبِهِۦٓ أَحَدًا إِلَّا مَنِ ٱرۡتَضَىٰ مِن رَّسُولٖ فَإِنَّهُۥ يَسۡلُكُ مِنۢ بَيۡنِ يَدَيۡهِ وَمِنۡ خَلۡفِهِۦ رَصَدٗا
"Dia Mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya.(QS Al-Jin: 26-27)
2. Para malaikat tidak mengetahui perkara yang ghaib kecuali yang diajarkan oleh Alloh kepada mereka. Sebagaimana yang Alloh khabarkan tentang mereka bahwa mereka berkata:
قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ لَا عِلۡمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَآۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ
“Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.” (QS Al-Baqarah: 32)
Alloh -ta'ala- telah mengkabarkan tentang mereka:
حَتَّىٰٓ إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمۡ قَالُواْ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمۡۖ قَالُواْ ٱلۡحَقَّۖ وَهُوَ ٱلۡعَلِيُّ ٱلۡكَبِيرُ
" Sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata, “Apakah yang telah difirmankan oleh Tuhanmu?” Mereka menjawab, “(Perkataan) yang benar,” dan Dialah Yang Mahatinggi, Mahabesar"(QS Saba': 23)
Dua hal ini tidak disebutkan oleh penulis.
3. Jin tidak mengetahui perkara ghaib. Alloh ta'ala berfirman:
فَلَمَّا قَضَيۡنَا عَلَيۡهِ ٱلۡمَوۡتَ مَا دَلَّهُمۡ عَلَىٰ مَوۡتِهِۦٓ إِلَّا دَآبَّةُ ٱلۡأَرۡضِ تَأۡكُلُ مِنسَأَتَهُۥۖ فَلَمَّا خَرَّ تَبَيَّنَتِ ٱلۡجِنُّ أَن لَّوۡ كَانُواْ يَعۡلَمُونَ ٱلۡغَيۡبَ مَا لَبِثُواْ فِي ٱلۡعَذَابِ ٱلۡمُهِينِ
"Maka ketika Kami telah menetapkan kematian atasnya (Sulaiman), tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka ketika dia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa sekiranya mereka mengetahui yang gaib tentu mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan" (QS Saba': 14)
4. Dukun dan ahli nujum sama sekali tidak mengetahui perkara ghaib. Alloh -ta'ala- berfirman:
قُل لَّا يَعۡلَمُ مَن فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ٱلۡغَيۡبَ إِلَّا ٱللَّهُۚ وَمَا يَشۡعُرُونَ أَيَّانَ يُبۡعَثُونَ
"Katakanlah (Muhammad), “Tidak ada sesuatu pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang gaib, kecuali Allah. Dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.”(QS An-Naml: 65)
Dan firmanNya:
۞وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلۡغَيۡبِ لَا يَعۡلَمُهَآ إِلَّا هُوَۚ
"Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia" (QS Al-An'am: 59)
FirmanNya:
فَقُلۡ إِنَّمَا ٱلۡغَيۡبُ لِلَّهِ
"Katakanlah, “Sungguh, segala yang gaib itu hanya milik Allah"(QS Yunus: 20)
FirmanNya:
قُلِ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا لَبِثُواْۖ لَهُۥ غَيۡبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ
Katakanlah, “Allah lebih mengetahui berapa lamanya mereka tinggal (di gua); milik-Nya semua yang tersembunyi di langit dan di bumi" (QS Al-Kahfi: 26)
Dan firmanNya:
وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُطۡلِعَكُمۡ عَلَى ٱلۡغَيۡبِ
" Allah tidak akan memperlihatkan kepadamu hal-hal yang gaib"(QS Ali 'Imran: 179)
Penulis -hafidzahulloh- ta'ala berkata:
عَنِ عبد الله بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " مَفَاتِحُ الغَيْبِ خَمْسٌ لاَ يَعْلَمُهَا إِلَّا اللَّهُ: لاَ يَعْلَمُ أحد مَا يكون فِي غَدٍ إِلَّا اللَّهُ، وَلاَ يَعْلَمُ أَحَدٌ مَا يَكُوْنُ فِي الأَرْحَامُ إِلَّا اللَّهُ، وَ لَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا؛ وَلَا تَدْرِيْ نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوْتُ؛ وَلَا يَعْلَمُ أَحَدٌ مَتَى يَجِيْءُ المَطَرُ إِلَا اللّٰه ، وَلَا يَعْلَمُ مَتَى تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلَا اللّٰه "
"Dari Abdullah bin Umar -radhiyallohu 'anhuma: Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda: "Kunci-kunci hal yang ghaib ada lima tidak ada yang mengetahuinya kecuali Alloh: tidak ada seorang pun yang tau apa yang akan terjadi besok kecuali Alloh. Tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim kecuali Alloh. Tidak ada seorang pun yang tahu apa yang akan dikerjakan besok. Tidak ada seorang pun yang yang tahu di mana dia akan mati. Tidak ada seorang pun yang tahu kapan datangnya hujan kecuali Alloh. Dan tidak ada seorang pun yang tahu kapan datangnya hari kiamat kecuali Alloh" (Dikeluarkan Al-Bukhari dan Ahmad dengan sanad shahih)
Penjelasan:
Ucapan beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam- : "Kunci-kunci yang ghaib ada 5, tiada yang mengetahuinya kecuali Alloh.." Khabar dari Rasululloh yang perkataannya benar lagi dibenarkan ini menunjukkan akan dustanya orang yang mengaku mengetahui perkara ghaib dari kalangan dukun, tukang ramal, ahli nujum dan orang-orang upahan seperti penyihir yang mereka memakan harta manusia dengan batil.
Jika ada yang berkata: Sesungguhnya manusia berkata: Besok aku akan melakukan demikian dan demikian, padahal Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- berkata: "tiada jiwa yang mengetahui apa yang akan dilakukan besok"?
Jawabnya: Bahwasannya di sana ada perbedaan antara hasil dan harapan. Terkadang seseorang merencanakan dan memperhitungkan untuk melakukan demikian dan demikian. Kemudian ada penghalang yang menghalangi antara dia dan rencana yang telah dia niatkan untuk mengerjakannya. Berdasarkan hal ini maka manusia tidak bisa mengetahui secara yakin dan bahkan tidak pula dengan dugaan yang kuat bahwa dia besok akan melakukan demikian dan demikian.
Dan perkataan beliau: "Dan tiada seorang pun yang mengetahui kapan turun hujan kecuali Alloh..."
Perkataan beliau: "Dan tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang ada di dalam rahim kecuali Alloh...". Terkadang ada orang yang berkata: Sesungguhnya para dokter menginformasikan bahwa seorang wanita hamil, dan bahwa janinnya hidup atau mati di dalam rahimnya.
Jawaban akan pernyataan ini bahwa mereka (para dokter) tidak mengetahui berapa banyak yang akan menjadi rejekinya, seberapa lama hidupnya, tidak pula mengetahui bahagia dan celakanya. Ini seandainya kita terima bahwa mereka mengetahui jenis kelamin laki-laki dan perempuannya (bayi yang ada di rahim).
Alloh -ta'ala- berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلۡغَيۡثَ وَيَعۡلَمُ مَا فِي ٱلۡأَرۡحَامِۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسٞ مَّاذَا تَكۡسِبُ غَدٗاۖ وَمَا تَدۡرِي نَفۡسُۢ بِأَيِّ أَرۡضٖ تَمُوتُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرُۢ
"Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal".(QS Luqman: 34)
Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
Aku katakan: Dari ayat-ayat dan hadits-hadits yang mulia ini maka menjadi jelaslah bagi para pembaca yang bijaksana akan batilnya apa yang dibawakan para dukun, tukang ramal dan ahli nujum berupa kedustaan dan penyesatan, seperti Mahdi Amiin dan rekannya Al-Maushuful Muhyiah, Qawiir dan yang selainnya dari kalangan para dukun. Karena tidak ada seorang pun yang mengetahui perkara ghaib kecuali Alloh saja yang tiada sekutu bagiNya.
Penjelasan:
Dan dari terdahulu yang dibawakan penulis maka menjadi jelaslah bahwa orang yang mengklaim mengetahui hal ghaib bersama Alloh atau selain Alloh maka dia kafir, wal 'iyadu billah.
Diterjemahkan dari kitab Tuhfatul Murid Syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al-Watr hal 118-122.



0 komentar:
Posting Komentar