“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 07 Juli 2020

Disunnahkannya Bersiwak

Bab Keempat: Siwak dan Sunnah-Sunnah Fitrah.
Di sini ada beberapa pembahasan.
Siwak yaitu menggunakan ranting atau semacamnya pada gigi atau gusi untuk menghilangkan sisa makanan yang menempel padanya dan bau yang tidak sedap.

الباب الرابع: في السواك وسنن الفطرة، وفيه عدة مسائل:
السواك: هو استعمال عود أو نحوه في الأسنان أو اللثة؛ لإزالة ما يعلق بهما من الأطعمة والروائح.
Masalah Pertama: Hukumnya.
Siwak disunnahkan di setiap waktu. Bahkan orang yang berpuasa seandainya ia bersiwak tidaklah mengapa baik di pagi hari atau sore hari sebab Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- menganjurkan secara mutlak dan tidak mengkaitkan dengan waktu tertentu. Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
السواك مطهرة للفم مرضاة للرب
"Siwak itu alat pembersih mulut dan menjadikan dicintai Alloh"(HR Bukhari, Ahmad dan An-Nasa'i)

Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- bersabda:
لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة
"Seandainya tidak memberatkan ummatku pastilah aku perintahkan bersiwak setiap hendak sholat" (HR Bukhari dan Muslim)

المسألة الأولى: حكمه:
السواك مسنون في جميع الأوقات، حتى الصائم لو تَسَوَّك في حال صيامه فلا بأس بذلك سواء كان أول النهار أو آخره؛ لأن النبي - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - رغَّب فيه ترغيباً مطلقاً، ولم يقيده بوقت دون آخر، حيث قال - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (السواك مطهرة للفم مرضاة للرب) (١). وقال - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -: (لولا أن أشق على أمتي لأمرتهم بالسواك عند كل صلاة) (٢).

(١) أخرجه البخاري في كتاب الصوم ٢/ ٤٠ معلقاً بصيغة الجزم، ورواه أحمد (٦/ ٤٧)، والنسائي (١/ ١٠).
وصححه الألباني في الإرواء (١/ ١٠٥).
(٢) متفق عليه: البخاري برقم (٨٨٧)، ومسلم في كتاب الطهارة برقم (٢٥٢).

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)