Penulis -hafidzahulloh- berkata:
احذروا البدع في الدين
"Waspadalah terhadap bid'ah dalam masalah agama"
Penulis berkata:
عن عائشة رضي الله عنها قالت: قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ
"Dari 'Aisyah -radhiyallohu anha- berkata: Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-: Barang siapa mengada-adakan dalam urusan kami (Islam) ini yang bukan darinya maka amalan itu tertolak" (HR Bukhari dan Muslim)
Penulis berkata:
Dan dalam riwayat Muslim:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو ردّ
"Barang siapa yang beramal dengan amalan yang bukan dari urusan (agama) kami maka amalan itu tertolak" (HR Muslim).
Penulis berkata:
عن جابر -رضي الله عنه- قال: كان رسول الله صلى الله عليه و سلم إذا خطب يقول: أما بعد، فإن خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ، وَخَيْرَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ، وَشَرَّ الْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ (وكل بدعة.ضلالة)، (وكل ضلالة في النار)
"Dari Jabir -radhiyallohu 'anhu- berkata: Rasululloh apabila hendak berkhotbah berkata: "Amma ba'du. Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabulloh, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam-, dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan. Dan setiap yang diada-adakan adalah bid'ah (Dan setiap bid'ah adalah kesesatan)(dan setiap kesesatan tempatnya di neraka).
(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan ini lafadz dari beliau. Dan diriwayatkan juga oleh An-Nasa'i dan dua tambahan ini darinya).
Penulis berkata:
Renungkanlah -wahai saudaraku muslim- dua hadits nabawi yang mulia shahih yang keduanya datang dari lentera kenabian. Dengan perhatian seksama pada kedua hadits ini engkau akan mendapati keduanya adalah penyembuh bagimu dari segala macam bid'ah yang terjadi pada agama Alloh ini. Demikian itu karena Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- menghukumi setiap kebid'ahan adalah kesesatan. Beliau tidak mengatakan sebagian dan sebagian. Namun beliau berkata: كلّ (seluruhnya) dan كل -wahai saudaraku muslim- adalah lafadz umum. Demikian pula sabda beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam-:
من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو ردّ
"Barang siapa yang beramal dengan amalan yang bukan dari urusan (agama) kami maka amalan itu tertolak" (HR Muslim).
Rooddun artinya marduud (tertolak). Beliau tidak mengatakan: tergantung niat pelakunya namun beliau menghukuminya bahwa amalan itu tertolak. Apabila ada yang mengatakan kepadamu: Tidak setiap bid'ah itu sesat. Dan tidak setiap amalan yang diada-adakan dalam agama ini tertolak. Maka katakan padanya: Siapa yang lebih tahu, engkau ataukah Rasululloh -shollallohu alaihi wa sallam-?
Dan siapa yang lebih bertaqwa, engkau ataukah Rosululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-?
Jika dia berpendapat dengan jelasnya dua hadits ini dan meyakini kandungannya serta mengamalkannya maka itu yang dikehendaki. Namun jika dia tetap pada perkataannya yang sebelumnya yaitu bahwa tidak setiap bid'ah sesat dan tidak setiap perkara yang diada-adakan(dalam ibadah) tertolak maka katakan padanya: Sesungguhnya Rasululloh -shollallohu 'alaihi wasallam- di satu sisi berkata: "Setiap bid'ah sesat" dan berkata pula: "Barang siapa yang beramal dengan suatu amalan yang bukan dari urusan agama kami maka tertolak". Dan engkau di sisi yang lain berkata: "Tidak setiap bid'ah sesat dan tidak setiap amalan yang diada-adakan tertolak". Maka katakan padanya: Ini adalah bentuk penentanganmu kepada Rasululloh -shollallohu 'alaihi wasallam-. Dan sebutkanlah padanya firman Alloh -ta'ala-:
وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلۡهُدَىٰ وَيَتَّبِعۡ غَيۡرَ سَبِيلِ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصۡلِهِۦ جَهَنَّمَۖ وَسَآءَتۡ مَصِيرًا
"Dan barangsiapa menentang Rasul (Muhammad) setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan dia dalam kesesatan yang telah dilakukannya itu dan akan Kami masukkan dia ke dalam neraka Jahanam, dan itu seburuk-buruk tempat kembali". (QS An-Nisa': 115)
Ya Alloh, wafatkanlah kami di atas Al-Qur'an dan As-Sunnah dan tolonglah kami dari seluruh bid'ah. Kabulkanlah wahai Rabb semesta alam.
Penjelasan:
Telah ada peringatan dari para salaf akan bid'ah dan pelakunya tatkala padanya terdapat bahaya yang besar. Di antaranya adalah perkataan Ibnu Mas'ud:
اتبعوا ولا تبتدعوا فقد كفيتم
"Ittiba'lah (ikutilah sunnah nabi) dan jangan berbuat bid'ah. Sesungguhnya kalian telah cukup (dengan mengikuti sunnah)"
Beliau juga berkata:
تعلموا العلم قبل أن يقبض، وقبضه أن يذهب أهله، ألا وإياكم والتنطع والتعمق التبدع وعليكم بالعتيق
"Belajarlah kalian ilmu agama sebelum ilmu itu dicabut. Dan dicabutnya adalah dengan diwafatkan para ahlinya. Berhati-hatilah kalian dari sikap memaksakan diri dalam berbicara dan berbuat bid'ah. Dan hendaklah kalian berpegang pada ajaran Rasululloh -shollallohu alaihi wa sallam-".
Ibnu Umar berkata:
كل بدعة ضلالة وإن رآها الناس حسنة
"Setiap bid'ah adalah kesesatan meskipun manusia melihatnya sebagai kebaikan"
Imam Malik -rahimahulloh- berkata:
من ابتدع في الإسلام بدعة يرى أنها حسنة فقد زعم أن محمدا خان الرسالة، لأن الله يقول: (اليوم أكملت لكم دينكم)
"Barang siapa yang membuat suatu bid'ah dalam Islam dan dia menganggap hal itu baik maka sungguh ia telah menuduh Nabi Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam- telah mengkhianati risalah kenabian sebab Alloh -ta'ala- berfirman: "Pada hari ini telah aku sempurnakan bagi kalian agama kalian"(QS Al-Maidah: 3)"
Imam Ahmad -rahimahulloh- berkata:
أصول السنة عندنا: التمسك بما كان عليه أصحاب النبي - صلى الله عليه و سلم- والإقتداء، وترك البدع، وكل بدعة.ضلالة
"Pokok-pokok sunnah menurut kami adalah: berpegang teguh pada perkara yang dipegangi oleh para shahabat Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- serta meneladani mereka. Meninggalkan bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan"
Imam Malik berkata:
خير الأمور السالفات على الهدى
وشرّ الأمور المحدثات البدائع
"Sebaik-baik urusan adalah (mengikuti) para salaf yang berada di atas petunjuk;
Dan seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan lagi bid'ah"
Benarlah orang yang berkatan
وكل خير في اتباع من سلف
وكل شرّ في ابتداع من خلف
"Setiap kebaikan adalah dengan mengikuti para salaf yang telah mendahului,
Dan setiap keburukan adalah pada bid'ahnya orang-orang yang datang setelahnya"
Diterjemahkan dari kitab Tuhfatul Murid Syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al-Watr hal 130-133.



0 komentar:
Posting Komentar