Penulis -hafidzahullah- berkata:
تعريف البدعة
"Definisi bid'ah"
Penjelasan:
Bid'ah: yaitu setiap keyakinan, ucapan, atau amalan yang diada-adakan setelah wafatnya Nabi -shollallohu 'alaihi wa sallam- dengan niat untuk beribadah dan mendekatkan diri (kepada Alloh) dan tidak ada dalilnya dari kitab Al-Qur'an maupun Sunnah.
Dan ada pendapat lain yaitu: sesungguhnya bid'ah secara bahasa adalah isim musytaq (kata turunan) dari ibtidaa' (mengadakan) yaitu segala sesuatu yang diada-adakan tanpa ada contoh sebelumnya. Penulis Shahibul Lisan berkata:
بدّع الشيء يبدعه وابتداعه
yakni mengadakan sesuatu tanpa ada contoh sebelumnya.
Alloh -ta'ala- berfirman:
بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِۖ وَإِذَا قَضَىٰٓ أَمۡرٗا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ
"(Allah) pencipta langit dan bumi" (QS Al-Baqarah: 117)
yakni Alloh menciptakan keduanya tanpa ada contoh sebelumnya.
Ada yang berpendapat: definisinya secara istilah:
هي طريقة في الدين تضاهي الشريعة يقصد بها التعبد لله ولم علي عهد رسول الله -صلى الله عليه وسلم- ولم يدل عليها الدليل
"Yaitu sebuah tata cara dalam agama yang menyerupai syariat yang hal itu dimaksudkan untuk beribadah kepada Alloh -ta'ala- dan tidak ada pada masa Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- dan tidak ada dalil padanya".
Penulis -hafidzahulloh- berkata:
أقسام البدعة خمسة: كلها ضلالة و بعضها أشرّ من بعض
"Bid'ah dibagi lima: keseluruhannya kesesatan dan sebagiannya lebih buruk dari pada sebagian yang lain"
Penjelasan:
Penulis telah menyebutkan sebelum penutup kitab bahwa bid'ah hanya terbagi dua saja: Pertama: Bid'ah besar dan kedua: bid'ah kecil. Atau bid'ah yang menyebabkan pelakunya kafir dan yang menyebabkan pelakunya fasik. Atau yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam atau pun yang tidak.
Pembagian bid'ah menjadi lima sebagaimana yang disebutkan penulis:
1. BID'AH I'TIQADIYAH (bid'ah keyakinan). Penulis berkata: yaitu setiap keyakinan yang menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah seperti bid'ahnya Khawarij, Mu'tazilah, Murji'ah, Rafidhah dan Ittihadiyah (manunggaling kawulo gusti).
2. BID'AH LAFDZIYAH(bid'ah ucapan) yaitu setiap lafadz yang diucapkan oleh seseorang dalam rangka beribadah yang menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah. Misalnya adalah: melafadzkan niat sebelum sholat, dzikir berjamaah dengan suara keras mengiringi sholawat dan juga dzikir dengan suara keras mengiringi jenazah, dan yang selainnya banyak sekali. Sebagiannya terkadang bisa mengantarkan kepada kekufuran seperti berdoa kepada selain Alloh, istighotsah (minta pertolongan) kepada penghuni kubur dan yang semisalnya.
3. BID'AH BADANIYAH (bid'ah terkait amalan badan). Penulis berkata: yaitu setiap gerakan badan manusia dalam rangka ibadah dan menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah. Di antaranya adalah melakukan perjalanan jauh untuk ziarah kubur serta thawaf mengelilinginya; membuat majelis untuk membaca dzikir-dzikir pagi dan petang secara berjamaah dan juga menggerak-gerakkan badan ketika membaca dzikir-dzikir dan yang semisalnya.
4. BID'AH MAALIYAH (Bid'ah terkait masalah harta). Penulis berkata: yaitu setiap harta yang dimanfaatkan dalam rangka beribadah pada perkara yang menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah. Misalnya bernadzar kepada kubur-kubur dan mewakafkan tanah untuk hal itu dan juga memberi sokongan (dengan harta). Atau memberi sokongan harta untuk memperingati acara-acara maulid, atau untuk membangun kubah di atas kuburan dan yang semisalnya.
5. BID'AH TARKIYAH (bid'ah terkait meninggalkan suatu amal). Penulis berkata: yaitu setiap orang yang meninggalkan suatu perkara agama atau hal yang dibolehkan dalam rangka beribadah. Misalnya orang yang tidak menikah atau tidak makan daging dalam rangka beribadah dan bertaqarrub kepada Alloh. Di antaranya juga mengasingkan diri dari orang banyak.
Diterjemahkan dari kitab Tuhfatul Murid Syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al-Watr hal 127-130.



0 komentar:
Posting Komentar