“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Sabtu, 17 Oktober 2020

Dzikir yang Kering



Syaikh Ibnu Al-Utsaimin -rahimahulloh- berkata:
Betapa seringnya lisan kita berdzikir namun dengan hati yang lalai. Hal ini tidak diragukan lagi mengurangi pahala dan pengaruh dzikir itu berupa shalihnya hati, ketergantungan kepada Alloh , inabah (kembali bertaubat) kepadaNya dan yang selainnya.

Tafsir surat Al-Hadid hal 539 (Syaikh Utsaimin -rahimahulloh-)

‏ما أكثر ذكرنا باللسان مع غفلة الجنان وهذا لا شك أنه ينقص الثواب وينقص الآثار المترتبة على الذكر من صلاح القلب والاتجاه إلى الله والإنابة إليه وغير ذلك.

📖 (تفسير سورة الحديد ص539) ‎#ابن_عثيمين

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)