“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 24 Mei 2022

Fikih Muyassar: Waktu Waktu Sholat Fardhu

Bab Ketiga: Waktu waktu Sholat
Sholat wajib lima kali dalam sehari semalam. Setiap sholat memiliki waktu tertentu yang telah ditetapkan Syariat. Alloh ta'ala berfirman:

ﺇِﻥَّ اﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻛَﺎﻧَﺖْ ﻋَﻠَﻰ اﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻛِﺘَﺎﺑًﺎ ﻣَﻮْﻗُﻮﺗً

"Sesungguhnya sholat itu adalah kewajiban yang telah ditentukan  waktunya atas orang-orang yang beriman" (QS An Nisa': 103)

Maksudnya diwajibkan pada waktu-waktu yang telah ditentukan sehingga tidak sah sholat sebelum masuk waktunya.
Waktu-waktu sholat ini dasarnya adalah hadits Ibnu 'Umar radhiyallohu anhuma bahwa Nabi shollallohu alaihi wa sallam bersabda:

ﻭﻗﺖ اﻟﻈﻬﺮ ﺇﺫا ﺯاﻟﺖ اﻟﺸﻤﺲ ﻭﻛﺎﻥ ﻇﻞ اﻟﺮﺟﻞ ﻛﻄﻮﻟﻪ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺤﻀﺮ اﻟﻌﺼﺮ، ﻭﻭﻗﺖ اﻟﻌﺼﺮ ﻣﺎ ﻟﻢ ﺗﺼﻔﺮ اﻟﺸﻤﺲ، ﻭﻭﻗﺖ ﺻﻼﺓ اﻟﻤﻐﺮﺏ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳَﻐِﺐِ اﻟﺸﻔﻖ، ﻭﻭﻗﺖ ﺻﻼﺓ اﻟﻌﺸﺎء ﺇﻟﻰ ﻧﺼﻒ اﻟﻠﻴﻞ اﻷﻭﺳﻂ، ﻭﻭﻗﺖ ﺻﻼﺓ اﻟﺼﺒﺢ ﻣﻦ ﻃﻠﻮﻉ اﻟﻔﺠﺮ ﻣﺎ ﻟﻢ ﺗﻄﻠﻊ اﻟﺸﻤﺲ

"Waktu Dzuhur adalah ketika matahari condong (ke barat) dan bayangan seseorang sama panjang dengan dirinya selama belum datang waktu Ashar. Waktu Ashar selama matahari belum menguning.  Waktu sholat Maghrib sebelum hilang warna jingga (di langit). Waktu sholat Isya sampai pertengahan malam. Dan waktu sholat Subuh dari terbitnya fajar sampai sebelum terbitnya matahari"¹

Sholat Dzuhur awal waktunya adalah condongnya matahari (ke barat) yakni tergelincirnya dari tengah langit ke arah barat. Waktunya sampai bayangan benda sama dengan panjang bendanya. Disunnahkan menyegerakannya di awal waktu, kecuali jika cuaca sangat terik, disunnahkan diundur sampai cuaca teduh.² Hal  ini berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam:

ﺇﺫا اﺷﺘﺪ اﻟﺤﺮ ﻓﺄﺑﺮﺩﻭا ﺑﺎﻟﺼﻼﺓ ﻓﺈﻥ ﺷﺪﺓ اﻟﺤﺮ ﻣﻦ ﻓﻴﺢ ﺟﻬﻨﻢ

"Jika panas terik maka tunggulah sholat sampai cuaca teduh karena panas yang sangat terik berasal dari hembusan Jahannam"³

Waktu Ashar mulainya dari akhir waktu Dzuhur -yaitu panjang bayangan sama dengan panjang bendanya- dan berakhir dengan terbenam matahari yaitu di akhir menguningnya matahari dan disunnahkan menyegerakannya di awal waktu. Shalat Ashar adalah sholat Wustha yang telah Allah sebutkan dalam firmanNya:

ﺣَﺎﻓِﻈُﻮا ﻋَﻠَﻰ اﻟﺼَّﻠَﻮَاﺕِ ﻭَاﻟﺼَّﻼَﺓِ اﻟْﻮُﺳْﻄَﻰ ﻭَﻗُﻮﻣُﻮا ﻟِﻠَّﻪِ ﻗَﺎﻧِﺘِﻴﻦَ

"Jagalah seluruh sholat itu dan sholat Wustha dan kerjakanlah sholat dengan khusyu'". (QS Al Baqarah: 238)

Nabi shollallohu alaihi wa sallam telah memerintahkan untuk menjaga sholat Ashar ini. Beliau bersabda:

ﻣﻦ ﻓﺎﺗﺘﻪ ﺻﻼﺓ اﻟﻌﺼﺮ ﻓﻜﺄﻧﻤﺎ ﻭُﺗﺮَ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ

"Orang yang terlewat (tidak mengerjakan) sholat Ashar seolah-olah telah tercabut keluarga dan hartanya"⁴

Beliau juga bersabda:

ﻣﻦ ﺗﺮﻙ ﺻﻼﺓ اﻟﻌﺼﺮ ﻓﻘﺪ ﺣﺒﻂ ﻋﻤﻠﻪ

"Barang siapa meninggalkan sholat Ashar maka telah gugur amalannya"⁵

Waktu sholat Maghrib dari tenggelamnya matahari sampai hilangnya awan merah⁶; berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam:

ﻭﻗﺖ ﺻﻼﺓ اﻟﻤﻐﺮﺏ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻐﺐ اﻟﺸﻔﻖ

"Waktu sholat Maghrib sebelum hilang awan jingga"⁷

Disunnahkan mensegerakan di awal waktu berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam :

ﻻ ﺗﺰاﻝ ﺃﻣﺘﻲ ﺑﺨﻴﺮ، ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺆﺧﺮﻭا اﻟﻤﻐﺮﺏ ﺣﺘﻰ ﺗﺸﺘﺒﻚ اﻟﻨﺠﻮﻡ

"Umatku akan senantiasa dalam kebaikan selama tidak mengakhirkan hingga bintang-bintang bertaburan"⁸

Kecuali ketika malam di Muzdalifah bagi yang sedang ihram untuk haji maka disunnahkan menundanya sampai dikerjakan bersama sholat Isya dengan jama' ta'khir.
Ada pun sholat Isya' awal waktunya adalah hilangnya awan jingga sampai pertengahan malam. Berdasarkan sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam:

ﻭﻗﺖ ﺻﻼﺓ اﻟﻌﺸﺎء ﺇﻟﻰ ﻧﺼﻒ اﻟﻠﻴﻞ اﻷﻭﺳﻂ

"Dan waktu sholat Isya' sampai pertengahan malam"⁹

Disunnahkan menunda Isya' sampai akhir waktu yang utama selama tidak memberatkan. Dimakruhkan tidur sebelumnya dan bincang-bincang yang tidak bermanfaat setelahnya. Hal ini berdasarkan hadits Abu Barzakh radhiyallohu anhu:

ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ - ﺻَﻠَّﻰ اﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ - ﻛﺎﻥ ﻳﻜﺮﻩ اﻟﻨﻮﻡ ﻗﺒﻞ اﻟﻌﺸﺎء، ﻭاﻟﺤﺪﻳﺚ ﺑﻌﺪﻫﺎ

"Rasululloh shollallohu alaihi wa sallam tidak suka tidur sebelum Isya' dan bincang-bincang setelahnya"¹⁰

Waktu sholat fajar(Subuh) dari terbitnya fajar kedua (fajar shadiq) sampai terbitnya matahari. Disunnahkan mensegerakannya jika sudah jelas terbit fajar.

Ini adalah waktu-waktu yang disyariatkan mengerjakan sholat lima waktu padanya sehingga kaum muslimin  wajib terikat dengannya, menjaga waktu-waktunya dan tidak menundanya karena Alloh mengancam orang-orang yang menunda waktunya. Alloh ta'ala berfirman:

  ﻓَﻮَﻳْﻞٌ ﻟِﻠْﻤُﺼَﻠِّﻴﻦَ اﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻫُﻢْ ﻋَﻦْ ﺻَﻼَﺗِﻬِﻢْ ﺳَﺎﻫُﻮﻥَ

"Maka kecelakaanlah bagi orang yang sholat, yaitu yang mereka lalai dari sholatnya" (QS Al Maun: 4-5)

Alloh ta'ala berfirman:

ﻓَﺨَﻠَﻒَ ﻣِﻦْ ﺑَﻌْﺪِﻫِﻢْ ﺧَﻠْﻒٌ ﺃَﺿَﺎﻋُﻮا اﻟﺼَّﻼَﺓَ ﻭَاﺗَّﺒَﻌُﻮا اﻟﺸَّﻬَﻮَاﺕِ ﻓَﺴَﻮْﻑَ ﻳَﻠْﻘَﻮْﻥَ ﻏَﻴًّﺎ

"Maka datanglah generasi setelah meraka, mereka mensia-siakan sholat dan mengikuti hawa nafsunya. Suatu saat nanti mereka akan menemui kesesatan(di neraka)" (QS Maryam: 59)

Al Ghay dalam ayat ini maksudnya adalah siksaan yang pedih yang dilipatgandakan, keburukan dan kerugian di neraka Jahanam. 'Iyadzu billah.
Mengerjakan sholat pada waktu-waktunya termasuk amalan yang dicintai Allah dan paling utama. Nabi shollallohu alaihi wa sallam pernah ditanya:

ﺃﻱُّ اﻟﻌﻤﻞ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ؟ ﻗﺎﻝ: (اﻟﺼﻼﺓ ﻋﻠﻰ ﻭﻗﺘﻬﺎ

"Amalan apakah yang paling dicintai Alloh? Beliau menjawab: "Sholat pada waktunya"¹¹

Bersambung in syaa Alloh...

📚 Diterjemahkan dari Kitab Al-Fiqih Al-Muyassar fi Dhouil Kitabi was Sunnah hal 48-49.

Note:
1). Riwayat Muslim no 612.
2). Yaitu mendekati sholat Ashar.
3). Riwayat Muslim no 615, dan Al Bukhari no 533-534.
4). Muttafaqun alaih: Al Bukhari no 552 dan Muslim no 626, 201. Lafadz ini dari Imam Muslim. Arti ﻭﺗﺮ ﺃﻫﻠﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ : "keluarga dan hartanya dicabut (oleh Alloh) darinya"; atau dia kehilangan keluarga dan hartanya.
5. Riwayat Bukhari no 553.
6). Syafaq yaitu warna merah yang terlihat ketika matahari tenggelam sampai waktu Isya'. Warna merah ini terlihat setelah tenggelamnya matahari.
7). Riwayat Muslim no 173, 1/427. Ini bagian dari hadits tentang waktu-waktu sholat yang panjang.
8). Riwayat Ahmad 4/174, Abu Dawud no 418, Hakim 1/190-191 dan dia menshahihkannya berdasarkan syarat Imam Muslim dan Adz Dzahaby menyetujuinya.
9). Riwayat Muslim no 173. Ini bagian dari hadits tentang waktu-waktu sholat yang panjang.
10). Dikeluarkan oleh Imam Bukhari no 468 dan Muslim no 647.
11). Muttafaqun 'alaih.  Riwayat Bukhari no 527 dan Muslim no 85, 139.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)