“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 18 Oktober 2022

FATHUL MAJID 180-181: MINTALAH REZEKI HANYA KEPADA ALLAH


Penulis rahimahulloh berkata:
Allah berfirman:
 فَٱبۡتَغُواْ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزۡقَ وَٱعۡبُدُوهُ وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ

"... maka mintalah rezeki dari Allah, dan sembahlah Dia dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan".(QS Al-Ankabut: 17)

Penjelasan:
Allah memerintahkan hambaNya agar meminta rezeki dariNya saja bukan dari selainNya yang tidak mampu memberikan rezeki untuk mereka sedikit pun dari langit maupun dari bumi. Di dahulukan dzarf (عند الله) sebagai ikhtishash (pengkhususan hanya meminta kepada Allah saja).

FirmanNya   وَٱعۡبُدُوهُ (sembahlah Dia) adalah athaf umum kepada yang khusus, karena meminta rezeki hanya kepadaNya termasuk ibadah yang diperintahkan.

Al 'Imad bin Katsir berkata: فَٱبۡتَغُواْ maksudnya mintalah عِندَ ٱللَّهِ (di sisi Allah) bukan dari selainNya. Sebab, Dia lah yang memilikinya. Adapun selainNya tidak memiliki sedikit pun dari rezeki itu. 

FirmanNya وَٱعۡبُدُوهُ (sembahlah Dia) maknanya yaitu murnikanlah peribadahan hanya untukNya saja yang tiada sekutu bagiNya.  

FirmanNya وَٱشۡكُرُواْ لَهُۥٓۖ (bersyukurlah kepadaNya) atas nikmat yang dikaruniakanNya kepadamu. 

FirmanNya إِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ (hanya kepadaNya kalian dikembalikan) yaitu hari kiamat. Setiap orang akan dibalas sesuai amalannya.

Fathul Majid Syarah Kitabut Tauhid oleh Syaikh Abdurrahman bin Hasan rahimahulloh 
Terbitan Muassasah Zaad Hal 180 - 181.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)