“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Kamis, 11 Januari 2024

Fikih Muyassar : Hukum-hukum terkait Imamah dan Shalat Jama'ah

PEMBAHASAN TERKAIT IMAMAH DALAM SHALAT
Pembahasan Ketujuh: Hukum-hukum terkait Imamah dan Shalat Jama'ah
Hukum-hukum terkait imamah dan jama'ah selain yang telah disebutkan sebelumnya:
1. Orang yang dewasa dan berakal disunnahkan dekat dengan imam. Orang yang memiliki keutamaan, berakal, kedewasaan, dan kehati-hatian di dahulukan untuk berdiri dibelakang imam dan dekat dengannya. Hal ini berdasarkan sabda Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- :

ليلني منكم أولو الأحلام والنُّهى، ثم الذين يلونهم، ثم الذين يلونهم
"Hendaklah orang yang dekat denganku di antara kalian adalah orang dewasa dan berakal, lalu orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka"1.
Hikmahnya adalah agar mereka bisa mengambil (contoh) dari imam, membetulkan bacaan imam jika diperlukan, dan menunjuk di antara mereka menjadi pengganti jika terjadi sesuatu dalam shalat.
Baca juga tulisan sebelumnya:
Fikih Muyassar: Apakah yang menjadi tanggungan seorang Imam terkait dengan makmum?
2. Bersemangat untuk mendapatkan shaf pertama. Dianjurkan bagi makmum untuk maju mengisi shaf pertama, berusaha mendapatkannya, dan waspada agar tidak tertinggal. Hal ini berdasarkan sabda Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-:
تقدموا فأتموا بي، وليأتم بكم من بعدكم، لا يزال قوم يتأخرون حتى يؤخرهم الله
"Majulah kalian dan ikutilah aku. Dan orang yang ada dibelakang kalian mengikuti kalian. Suatu kaum senantiasa mengakhirkan diri hingga Allah pun menjadikan mereka terakhir"22
Berdasarkan sabda Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-:
لو يعلم الناس ما في النداء والصف الأول، ثم لم يجدوا إلا أن يستهموا عليه لاستهموا
"Seandainya seseorang mengetahui apa yang ada di dalam adzan dan shaf pertama, lalu mereka tidak akan mendapatkannya kecuali dengan melakukan undian, niscaya mereka akan melakukan undian"3.
Adapun wanita maka disunnahkan untuk mengambil shaf yang paling belakang, berdasarkan sabda Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-:
خير صفوف الرجال أولها وشرها آخرها، وخير صفوف النساء آخرها، وشرها أولها
"Shaf para laki-laki yang paling baik adalah yang paling depan, dan yang terburuk adalah yang paling belakang. Shaf para wanita yang paling baik adalah yang paling belakang, dan yang terburuk adalah yang paling depan4"
3. Meluruskan dan merapatkan shaf, menutup celah renggang, dan memenuhi shaf awal, lalu shaf setelahnya. Imam disunnahkan untuk memerintahkan makmum agar meluruskan shaf dan menutup celah renggang sebelum memulai shalat, berdasarkan perbuatan dan sabda Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam masalah ini.
سووا صفوفكم فإن تسوية الصفوف من تمام الصلاة
"Luruskan shaf-shaf kalian karena lurusnya shaf termasuk kesempurnaan shalat"5
Dan dari Anas bin Malik -radhiyallahu 'anhu- dia berkata:
أقيمت الصلاة فأقبل علينا رسول الله - صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - بوجهه فقال: أقيموا صفوفكم وتراصُّوا، فإني أراكم من وراء ظهري
"Iqamah shalat telah dikumandangkan. Lalu Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- menghadapkan wajahnya kepada kami seraya bersabda: 'Luruskan shaf-shaf kalian dan rapatkanlah, sesungguhnya aku bisa melihat kalian dari belakang punggungku"6
Anas bin Malik -radhiyallahu 'anhu berkata:
كان أحدنا يلزق منكبه بمنكب صاحبه وقدمه بقدمه
"Dahulu salah seorang di antara kami menempelkan pundaknya ke pundak teman di sampingnya dan menempelkan kaki dengan kaki teman di sampingnya"7
Disunnahkan memenuhi shaf awal terlebih dahulu kemudian shaf di belakangnya. Jika ada yang kurang, hendaknya yang kurang itu di shaf terakhir. Hal ini berdasarkan sabda Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- :
ألا تصفُّون كما تصف الملائكة عند ربها؟ فقلنا: يا رسول الله، وكيف تصف الملائكة عند ربها؟ قال: يتمون الصفوف الأُول، ويتراصون في الصف
"Tidakkah kalian mengatur shaf sebagaimana para malaikat menata shaf di sisi Tuhannya? Kami bertanya: 'Wahai Rasulullah, bagaimana para malaikat bershaf di sisi Tuhannya? Beliau menjawab: 'Mereka menyempurnakan shaf yang awal dan merapatkannya8"
4. Shalatnya orang yang sendirian di belakang shaf. Tidak sah shalat orang yang sendirian di belakang shaf berdasarkan sabda Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-:
لا صلاة لمنفرد خلف الصف
"Tidak ada shalat bagi orang yang shalat sendirian di belakang shaf"9
(Dalam sebuah riwayat:)
رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم رجلاً يصلي وحده خلف الصف، فأمره أن يعيد الصلاة
"Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- melihat seseorang yang shalat sendirian di belakang shaf, lantas beliau menyuruhnya mengulangi shalat"10
https://shamela.ws/book/22726/106#p1
Note:
1 HR Muslim no 432.
2 HR Muslim no 438.
3 HR Muslim no 437.
4 HR Muslim 440.
5 HR Muslim 433.
6 HR Bukhari no 719.
7 HR Bukhari no 725.
8 HR Muslim no 430.
9 HR Ahmad no 4/23 dan Ibnu Majah no 1003, dihasankan Imam Ahmad, sanadnya dishahihkan Al Bushairy dalam Zawaid Ibnu Majah, dan dishahihkan Al Albany dalam Shaih Ibnu Majah 822.
10 HR Ahmad 4/228, Abu Dawud no 682, AT Tirmidzi no 230, Ibnu Majah no 1003. Dihasankan At Tirmidzy, dishahihkan Ahmad Syakir dalam Hawasyi At Tirmidzi 1/448-450, dan dishahihkan Al Albany dalam shahih At Tirmidzi no 191.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)