“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 25 Mei 2026

Fathul Majid 345-346: Takut Hanya Kepada Allah (bag 2) - Tafsir Surat At Taubah Ayat 18



Penulis berkata:
Allah ta'ala berfirman:
 إِنَّمَا یَعۡمُرُ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ مَنۡ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلۡیَوۡمِ ٱلۡـَٔاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمۡ یَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ فَعَسَىٰۤ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ أَن یَكُونُوا۟ مِنَ ٱلۡمُهۡتَدِینَ 
"Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksanakan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".[Surat At-Taubah: 18]

Allah ta'ala mengkhabarkan bahwa masjid-masjid Allah yang memakmurkannya hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir, yaitu orang-orang yang beriman dengan hati-hati mereka, beramal dengan anggota badannya, dan mereka memurnikan rasa takut hanya kepadaNya bukan pada selainNya. Maka Allah ta'ala menetapkan sifat pemakmuran masjid bagi mereka setelah sebelumnya Allah meniadakan sifat itu dari orang-orang musyrik karena memakmurkan masjid adalah dengan ketaatan dan amal shalih. Adapun orang musyrik meski doa beramal namun amal mereka :
كَسَرَابٍ بِقِيعَةٍ يَحْسَبُهُ الظَّمْآنُ مَاءً حَتَّى إِذَا جَاءَهُ لَمْ يَجِدْهُ شَيْئاً
"perbuatan mereka seperti fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi apabila didatangi tidak ada apa pun" (QS An Nur: 39)
Atau
كَرَمَادٍ اشْتَدَّتْ بِهِ الرِّيحُ فِي يَوْمٍ عَاصِفٍ
"perbuatan mereka seperti abu yang ditiup oleh angin keras pada suatu hari yang berangin kencang" (QS Ibrahim: 18)
Amalan yang seperti itu, ketiadaannya lebih baik baginya. Maka, tidak ada masjid yang benar-benar makmur kecuali dengan keimanan yang inti teragungnya adalah tauhid dengan amal shalih yang murni dari kotoran-kotoran syirik dan bid'ah. Semuanya ini masuk dalam sebutan iman yang sempurna menurut Ahlus Sunnah wal Jamaah. 
Firman Allah:
وَلَمۡ یَخۡشَ إِلَّا ٱللَّهَۖ
"Dan dia tidak takut kecuali hanya kepada Allah"
Ibnu 'Athiyyah berkata:
" يريد خشية التعظيم والعبادة والطاعة، ولا محالة أن الإنسان يخشى المحاذير الدنيوية، وينبغي أن يخشى في ذلك كله قضاء الله وتصريفه".
"Yang dimaksud adalah rasa takut yang disertai pengagungan, peribadahan, dan ketaatan. Adapun manusia maka tidak akan lepas dari takut terhadap bahaya-bahaya dunia. Namun dalam semua itu, sepatutnya yang dia takutkan adalah ketetapan dan pengaturan Allah"
Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
الخوف عبودية القلب، فلا يصلح إلا لله، كالذل والإنابة والمحبة والتوكل والرجاء وغيرها من عبودية القلب
"Khauf (takut) adalah ibadah hati, hanya boleh ditujukan kepada Allah, sebagaimana merasa hina, kembali bertaubat, cinta, tawakkal, rasa harap, dan ibadah hati lainnya".

FirmanNya:
فَعَسَى أُولَئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ
"Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk".[Surat At-Taubah: 18]
Ibnu Abi Thalhah berkata dari Ibnu Abbas -radhiyallahu 'anhuma: Ia berkata: 
إن أولئك هم المهتدون، وكل " عسى " في القرآن فهي واجبة
"Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. Setiap kata عسى dalam Al Qur'an dalam Al Qur'an maknanya adalah wajib (pasti terjadi)".¹

Dan dalam sebuah hadits:
" إذا رأيتم الرجل يعتاد المسجد فاشهدوا له بالإيمان " قال الله تعالى: {إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِر ِ}
"Jika kalian melihat seorang laki-laki yang sering mendatangi masjid (dalam rangka ibadah) maka persaksikanlah dia memiliki iman. Allah ta'ala berfirman (yang artinya): Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian"² (Diriwayatkan Ahmad dan At Tirmidzi dan Al Hakim dari Abu sa'id Al Khudry)

Note:
1. Ibnu Katsir berkata: Ibnu Abbas berkata: Ini seperti firman Allah kepada nabiNya -shallallahu 'alaihi wa sallam- : 
عسى أن يبعثك ربك مقاما محمودا
"mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji"(QS Al Isra': 79) yaitu Syafaat. Muhammad bin Ishaq bin Yasar berkata: Kata وعسى dalam Al Qur'an jika dari Allah adalah pasti benarnya.
2. Dha'if. Ahmad (3/68, 76) dan at Tirmidzi : Kitabut Tafsir (3093): Bab wa min suratit Taubah. Al Hakim (1/212, 213, 2/332). Sanadnya lemah. Di dhaifkan Al Albany dalam Al Misykah (723) dan dhaiful Jami' (608).


https://shamela.ws/book/2386/362#p1

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)