Allah ta'ala berfirman:
إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ
Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya, karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kamu orang-orang yang beriman. (QS Ali Imran: 176)
Khauf (takut kepada Allah) termasuk kedudukan agama yang paling utama dan paling mulia serta merupakan ibadah yang paling mencakup jenis ibadah lainnya yang wajib mengikhlaskannya hanya untuk Allah ta'ala.
Allah ta'ala berfirman:
وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ
"dan mereka selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya." (QS Al Anbiya: 28)
Dan firmanNya:
يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ
"Mereka takut kepada Tuhan yang (berkuasa) di atas mereka"(QS An Nahl: 50)
Dan firmanNya:
وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ
"Dan bagi siapa yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga."(QS Ar Rahman: 46)
Dan firmanNya:
فَإِيَّايَ فَارْهَبُونِ
"Maka hendaklah kepada-Ku saja kamu takut.”(QS An Nahl: 51)
Dan firmanNya:
فَلا تَخْشَوُا النَّاسَ وَاخْشَوْنِ
"Maka janganlah kalian takut pada manusia dan takutlah padaKu"(QS Al Maidah: 44)
Dan ayat-ayat semacam ini di Al Qur'an sangat banyak.
Khauf dari segi hakikatnya terbagi tiga:
PERTAMA:
Khauf Sirr (tersembunyi) yaitu takut kepada selain Allah berupa takut kepada berhala, Thaghut bahwa dia bisa menimpakan sesuatu yang tidak disukainya. Sebagaimana firman Allah ta'ala tentang kaum Nabi Hud alaihis salam bahwa mereka berkata:
إِنْ نَقُولُ إِلا اعْتَرَاكَ بَعْضُ آلِهَتِنَا بِسُوءٍ قَالَ إِنِّي أُشْهِدُ اللَّهَ وَاشْهَدُوا أَنِّي بَرِيءٌ مِمَّا تُشْرِكُونَ مِنْ دُونِهِ فَكِيدُونِ جَمِيعًا ثُمَّ لا تُنْظرُونِ
"Kami hanya mengatakan bahwa sebagian sesembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu.” Dia (Hud) menjawab, “Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah, bahwa aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan, Selain-Nya, sebab itu jalankanlah semua tipu daya kamu terhadapku dan jangan kamu tunda lagi." (QS Hud: 54-55)
Allah ta'ala berfirman:
وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ
"Mereka menakut-nakutimu dengan sembahan-sembahan yang selain Dia?" (QS Az Zumar: 36)
Dan ini terjadi pada penyembah kubur dan berhala semisalnya. Mereka takut kepada benda-benda itu. Dan mereka menakut-nakuti Ahlu Tauhid dengannya jika ahlu tauhid mengingkari penyembahannya dan memerintahkan mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah saja. Dan hal ini menghapuskan tauhid.
KEDUA:
Seseorang meninggalkan kewajiban yang dibenankan kepadanya karena takut kepada sebagian manusia. Ini terlarang. Ini termasuk salah satu bentuk syirik kepada Allah yang menghapuskan kesempurnaan tauhid. Dan inilah sebab turunnya ayat ini. Sebagaimana firman Allah ta'ala:
الَّذِينَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ فَانْقَلَبُوا بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ لَمْ يَمْسَسْهُمْ سُوءٌ وَاتَّبَعُوا رِضْوَانَ اللَّهِ وَاللَّهُ ذُو فَضْلٍ عَظِيمٍ إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ
"(Yaitu) orang orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang yang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung. Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak ditimpa suatu bencana dan mereka mengikuti keridaan Allah. Allah mempunyai karunia yang besar. Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya" (QS Ali Imran: 173-175)
Dan dalam riwayat hadits:
إِنَّ اللَّهَ تَعَالَى يَقُولُ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَ الْمُنْكَرَ أَنْ لَا تُغَيِّرَهُ؟ فَيَقُولُ: رَبِّ، خَشْيَةَ النَّاسِ. فَيَقُولُ: إِيَّايَ كُنْتَ أَحَقَّ أَنْ تَخْشَى.
"Sesungguhnya Allah ta'ala berkata kepada hambaNya pada hari kiamat: Apa yang menghalangimu ketika engkau melihat kemungkaran tidak mencegahnya?
Dia menjawab: Tuhanku, karena aku takut kepada manusia.
Allah berfirman: Padahal Aku-lah yang berhak engkau takuti"¹ ²
KETIGA:
Khauf Thabi'i (takut tabiat) yaitu takut kepada musuh atau binatang buas atau pun selainnya. Ini takut yang tidak tercela, sebagaimana firman Allah ta'ala dalam kisah Musa aalaihis salam.
فَخَرَجَ مِنْهَا خَائِفاً يَتَرَقَّبُ
"Maka keluarlah dia (Musa) dari kota itu dengan rasa takut, waspada (kalau ada yang menyusul atau menangkapnya)" (QS Al Qashash: 21)
Dan makna firmanNya:
إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ
"Sesungguhnya mereka hanyalah setan yang menakut-nakuti (kamu) dengan teman-teman setianya"
Yaitu menakut-nakuti kalian dengan teman-teman setianya.
فَلا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ
"Maka janganlah kalian takut kepada mereka dan takutlah kepadaKu "
Allah ta'ala melarang orang-orang beriman takut pada selainNya dan memerintahkan mereka untuk takut hanya kepada Allah sehingga mereka tidaklah takut kecuali hanya kepadaNya. Dan ini adalah ikhlas yang diperintahkan Allah kepada para hambanya dan Allah meridhai ini untuk mereka. Jika mereka memurnikan khauf dan seluruh ibadah maka Allah akan memberikan apa yang mereka inginkan dan akan menjadikan mereka aman dari ketakutan di dunia dan di akhirat. Ini sebagaimana firman Allah ta'ala:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِنْ دُونِهِ
"Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya? Mereka menakut-nakutimu dengan sembahan-sembahan yang selain Dia?" (QS Az Zumar: 36)
Imam Ibnul Qayyim -rahimahullah- berkata: "Di antara tipu muslihat musuh Allah adalah dia menakut-nakuti orang-orang beriman dengan bala tentaranya dan teman-teman setianya adalah agar kaum mukminin tidak memeranginya, tidak memerintahkan kepada yang ma'ruf dan tidak melarang dari kemungkaran. Dan Allah ta'ala mengkabarkan bahwa ini adalah makar dan teror setan. Allah melarang kita agar kita tidak takut kepada mereka.
Beliau berkata:
Makna ayat ini menurut seluruh ahli tafsir yaitu menakut-nakuti mereka (orang mukmin) dengan para pengikutnya. Qatadah berkata: "Dia membesarkan mereka di dada-dada kalian"
Sehingga tatkala kuat keimanan seorang hamba maka hilanglah rasa takut kepada wali-wali setan dari hatinya. Dan tatkala lemah imannya maka menjadi kuat rasa takut kepada mereka.
Ayat ini menunjukkan bahwa memirnikan khouf termasuk syarat-syarat kesempurnaan iman.
Note:
1. Shahih. Ahmad (3/27, 29, 77), Ibnu Hibban (1845) dan Ibnu Majah dalam Kitabul Fitan: (4008); Bab Al Amru bil Ma'ruf wa An Nahyu 'anil Munkar dari riwayat Abu Sa'id Al Khudry dan dishahihkan Al albany dalam shahih Jami' (1814)
2. Riwayat Ibnu Majah dari Abu Sa'id dengan lafadz:
لا يحقر أحدكم نفسه; قالوا: يا رسول الله, كيف يحقر أحدنا نفسه؟ قال: يرى أمرا لله فيه مقال ثم لا يقول فيه، فيقول الله يوم القيامة: ما منعك أن تقول في كذا: كذا وكذا؟ فيقول: خشيت الناس. فيقول: فإياي كنت أحق أن تخشى
"Janganlah salah seorang di antara kalian merendahkan dirinya sendiri.
Shahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana salah seorang di antara kami merendahkan dirinya?
Beliau bersabda: Dia melihat sesuatu yang berkaitan dengan hak Allah yang dia mampu untuk menyampaikan namun kemudian dia tidak mengatakannya. Maka Allah ta'ala berkata kepadanya pada hari kiamat: Kenapa engkau tidak menyampaikan dalam masalah ini: demikian dan demikian?
Dia menjawab: Karena takut kepada manusia.
Allah berkata: Padahal Aku lah yang paling berhak untuk ditakuti".
Hadits ini dibawakan oleh Ibnu Katsir ketika menafsirkan firman Allah dalam surat Al maidah:
(لعن الذين كفروا من بني إسرائيل على لسان داود وعيسى ابن مريم) .
https://shamela.ws/book/2386/361#p1



0 komentar:
Posting Komentar