“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Rabu, 13 Mei 2026

Fathul Majid 356-357: Bertawakkal Kepada Allah (bag 5)

Penulis berkata:
وعن ابن عباس -رضي الله عنهما- قال: " حسبنا الله ونعم الوكيل ". قالهاإبراهيم صلى الله عليه وسلم حين ألقي في النار، وقالها محمد صلى الله عليه وسلم حين قالوا له: {إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ} ١ رواه البخاري.
"Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Ucapan "Hasbunallah wa ni'mal wakil" "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung" diucapkan oleh Ibrahim -shallallahu 'alaihi wa sallam- tatkala dilemparkan ke dalam api. Dan juga diucapkan oleh Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- tatkala dikatakan kepada beliau: “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Ali Imran: 173)
[HR Bukhari]
Firman Allah 'حسبنا الله' yaitu Cukuplah Allah (sebagai penolong) sehingga kami bertawakkal hanya kepadaNya. Allah ta'ala berfirman:
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ
"Bukankah Allah yang mencukupi hamba-Nya?"(QS Az Zumar: 36)
Firman Allah: وَنِعْمَ الْوَكِيلُ yakni Allah adalah sebaik-baik yang diserahkan urusan kepadaNya. Sebagaimana firman Allah ta'ala: 
وَاعْتَصِمُوا بِاللَّهِ هُوَ مَوْلاكُمْ فَنِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيرُ
"Dan berpegang teguhlah kalian kepada Allah. Dialah Pelindungmu; Dia sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong" (QS Al Hajj: 78.
Kata yang dikhususkan dengan ni'ma نعم dihilangkan yang taqdirnya (perkiraannya) adalah huwa هو.
Ibnul Qayyim -rahimahullah- berkata:
 هو حسب من توكل عليه وكافي من لجأ إليه، وهو الذي يؤمن خوف الخائف، ويجير المستجير، فمن تولاه واستنصر به وتوكل عليه; وانقطع بكليته إليه تولاه وحفظه وحرسه وصانه. ومن خافه واتقاه، أمنه مما يخاف ويحذر، ويجلب إليه ما يحتاج إليه من المنافع

"Dia adalah pencukup orang yang bertawakkal kepadaNya dan penjamin bagi orang yang berlindung kepadaNya. Dialah yang memberi aman dari rasa takut orang yang ketakutan. Dia melindungi orang yang meminta perlindungan (kepadaNya). Maka barang siapa yang meminta perlindungan kepadaNya, minta tolong kepadaNya, bertawakkal kepadaNya, dan menyerahkan seluruh urusan kepadaNya niscaya dia akan mengurus, menjaga, memelihara dan melindunginya. Barang siapa yang takut dan bertaqwa kepadaNya maka Dia akan memberinya keamanan dari hal yang dia takutkan dan khawatirkan serta mendatangkan untuknya manfaat-manfaat yang dia butuhkan.

Ucapan Penulis: "Nabi Ibrahim -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengucapkan kalimat ini tatkala dilemparkan ke dalam api". Allah ta'ala berfirman:
قَالُوا حَرِّقُوهُ وَانْصُرُوا آلِهَتَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ فَاعِلِينَ قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلَامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأَخْسَرِينَ
Mereka berkata, "Bakarlah dia dan bantulah tuhan-tuhan kamu, jika kamu benar-benar hendak berbuat.” Kami (Allah) berfirman, “Wahai api! Jadilah kamu dingin, dan penyelamat bagi Ibrahim!” Dan mereka hendak berbuat jahat terhadap Ibrahim, maka Kami menjadikan mereka itu orang-orang yang paling rugi. (QS Al Anbiya: 68-70)

Perkataan Penulis: Nabi Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- mengucapkan kalimat ini tatkala orang-orang berkata:
إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ إِيمَاناً وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ
"Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, “Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung.” (Ali Imran: 173)
Dan itu terjadi setelah Quraisy dan pasukan sekutu pulang dari Uhud. Sampai berita kepada beliau bahwa Abu Sufyan dan orang yang bersamanya telah menghimpun pasukan lagi untuk menghadapi kaum muslimin. Maka Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam- berangkat dengan 70 penunggang kuda hingga sampai di Hamraul Asad. Lalu Allah melemparkan rasa takut ke hati Abu Sufyan. Maka dia pun kembali ke Makkah bersama pasukannya.  Dan sekelompok kafilah Abdul Qais melewati mereka. Abu Sufyan berkata:  "Hendak kemana kalian?". Mereka menjawab: "Kami hendak ke Madinah". Dia berkata: "Maukah kalian menyampaikan pesan dariku untuk Muhammad?" Mereka menjawab: "Tentu". Abu Sufyan berkata: "Apabila kalian bertemu dengannya, kabarkan kepadanya kami telah bersepakat bergerak menyerangnya dan menyerang para shahabatnya untuk memusnahkan sisa-sisa mereka. Kafilah itu pun bertemu Rasulullah -shallallahu 'alaihi wa sallam- ketika beliau ada di Hamraul Asad. Mereka menyampaikan perkataan Abu Sufyan. Maka beliau berkata: 
حسبنا والله ونعم الوكيل
"Cukuplah Allah (sebagai penolong) bagi kami dan Dia lah sebaik-baik pelindung".

Dalam dua kisah ini terdapat keutamaan kalimat yang agung ini dan merupakan perkataan dua orang khalilullah -'alaihimas shalatu wa sallam- dalam kondisi genting. Terdapat dalam hadits:
إذا وقعتم في الأمر العظيم فقولوا: حسبنا الله ونعم الوكيل 
"Jika kalian menghadapi persoalan yang besar maka katakanlah: Hasbunallah wa ni'mal wakil"¹

Dalam bab ini ada beberapa permasalahan:
1. Tawakkal termasuk perkara fardhu.
2. Tawakkal adalah syarat iman.
3. Tafsir surat Al Anfaal.
4. Tafsir ayat bagian akhirnya.
5. Tafsir surat At thalaq.
6. Agungnya kalimat ini, bahwa kalimat ini adalah perkataan Ibrahim dan Muhammad -shallallahu 'alaihi wa sallam- dalam kondisi genting.

Note:
1. Hadits dhoif (lemah). Diriwayatkan Ahmad (1/326) dan Ibnu Mardawaih dari Abu hurairah secara marfu' sebagaimana di Jami' Shaghir. Di dhaifkan Al Munawy dalam Faidhul Qadiir (1/455) dan didhaifkan Al albany dalam Dhaif Jami' (829).

https://shamela.ws/book/2386/374#p1

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)