*******
Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
تعريف التوحيد
"Definisi Tauhid"
*********
Penjelasan:
Tauhid secara bahasa artinya pengesaan (menjadikan satu saja). Huruf wawu (و ), ha' (ح)dan dal(د) dalam artian bahasa menunjukkan pengesaan.
Adapun tauhid secara istilah adalah pengesaan Alloh dengan sesuatu yang khusus bagiNya berupa Uluhiyyah Rububiyyah dan Asma' wa shifat.
***********
Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
و له ركنان: الأول: إفراد الله بالعبادة
"Tauhid memiliki 2 rukun. Pertama: Pengesaan Alloh dalam ibadah"
**********
Penjelasan:
Barang siapa mensekutukan sesuatu bersama Alloh dalam ibadah maka dia bukanlah muwahhid(orang yang bertauhid). Alloh berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ
"Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama" (QS Al-Bayyinah: 5)
FirmanNya:
ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتُلْقَىٰ فِي جَهَنَّمَ مَلُومًا مَدْحُورًا
"Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain di samping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah)".(QS Al-Isra': 39)
وَلَا تَدْعُ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَنْفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِنْ فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِنَ الظَّالِمِينَ
"Dan jangan engkau menyembah sesuatu yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi bencana kepadamu selain Allah, sebab jika engkau lakukan (yang demikian), maka sesungguhnya engkau termasuk orang-orang zhalim.”(QS Yunus: 106)
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki" (QS An-Nisa': 48 & 116)
ۚ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ
"Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan-akan dia jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh".(QS Al-Hajj: 31)
Mengesakan Alloh dalam beribadah adalah agamanya seluruh para nabi. Dan ini adalah tujuan terbesar dari diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab. Alloh ta'ala berfirman:
وَاسْأَلْ مَنْ أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رُسُلِنَا أَجَعَلْنَا مِنْ دُونِ الرَّحْمَٰنِ آلِهَةً يُعْبَدُونَ
"Dan tanyakanlah (Muhammad) kepada rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelum engkau, “Apakah Kami menentukan tuhan-tuhan selain (Allah) Yang Maha Pengasih untuk disembah?”(QS Az-Zukhruf: 45)
Pada asalnya, umat-umat ini adalah bertauhid, sedangkan syirik adalah sesuatu yang terjadi setelahnya. Bahkan tauhid ini sesuai dengan fitrah yang lurus yang merupakan fitrah dari Alloh yang telah ditetapkanNya untuk manusia. Sedangkan syirik dengan berbagai jenis dan macamnya adalah sebesar-besar ihdats(sesuatu yang baru) pada agama Alloh -azza wa jalla-. Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- telah bersabda sebagaimana yang ada dalam shohihain dari 'Aisyah:
من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو ردّ
"Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam urusan kami ini (Islam) yang bukan bagian darinya maka amalan itu tertolak".
Hadits-hadits dalam masalah ini sangat banyak dan bukan di sini untuk memperpanjang pembahasannya.
*********
Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
الركن الثاني: إفراد الرسول صلى الله عليه و سلم بالمتابعة
Rukun kedua yaitu menjadikan Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- sebagai satu-satunya yang diikuti.
*********
Penjelasan:
Sebagaimana kita tidak beribadah kepada selain Alloh, maka demikian pula kita tidak mengikuti kecuali kepada Rsululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- karena Alloh memerintahkan kita untuk mengikuti, mentaati dan meneladaninya; dan karena Alloh memilih beliau menjadi utusanNya untuk para makhlukNya. Alloh mengkhabarkan bahwa beliau tidaklah berbicara dari hawa nafsunya. Dan Alloh menjadikan tanda kejujuran dalam mencintaiNya adalah dengan memgikuti Nabinya -shollallohu 'alaihi wa sallam-. Alloh ta'ala berfirman:
مَنْ يُطِعِ الرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ۖ
"Barangsiapa menaati Rasul (Muhammad), maka sesungguhnya dia telah menaati Allah. (QS An-Nisa': 80)
FirmanNya:
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah" (QS Al-Hasyr: 7)
FirmanNya:
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu" (QS Al-Ahzab: 21)
FirmanNya:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ
"Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan" (QS An-Nisa': 65)
FirmanNya:
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَىٰ ؛ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَىٰ
"dan tidaklah yang diucapkannya itu (Al-Qur'an) menurut keinginannya. Tidak lain (Al-Qur'an itu) adalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya)" (QS An-Najm: 3)
Dan firmanNya:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ
"Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu" (QS Ali Imran: 31)
Dan Alloh telah menjadikan hidayah dalam mentaati beliau -shollallohu 'alaihi wa sallam- sebagaimana firmanNya:
وَإِنْ تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا ۚ
"Jika kamu taat kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk" (QS An-Nur: 54)
**********
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal 45-47.



0 komentar:
Posting Komentar