“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Senin, 25 Maret 2019

At-Tuhfah - Tiga Tingkatan Dien

Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
Tingkatan Dien ada tiga, yaitu Islam, Iman dan Ihsan.
**********
Penjelasan:
Telah berlalu penjelasannya secara terperinci. Dan Ad-Dien memiliki beberapa makna, diantaranya al-hisab ( perhitungan amal) dan al-jaza'(balasan). Alloh ta'ala berfirman:

يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ

"Pada hari itu Allah menyempurnakan balasan yang sebenarnya bagi mereka"(QS An-Nur: 25)
Dan Dien secara istilah adalah: Agama yang dengannya Alloh utus para rasulNya dengan membawa syariat-syariatNya dan hukum-hukumNya.
Dien ini memiliki tiga tingkatan dengan dalil yang terdapat dalam hadits Jibril bahwa Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam- berkata kepada para shahabatnya setelah Jibril meninggalkannya:
هذا جبريل أتاكم يعلمكم أمور دينكم
"Dialah Jibril yang datang kepada kalian untuk mengajari kalian tentang agama kalian" (HR Bukhari & Muslim)
Maka apa yang disebutkan sebelumnya (yaitu Islam, Iman dan Ihsan dalam keseluruhan hadits tersebut -pent) dengan Dien (agama).

Iman lebih khusus dari pada Islam dan Ihsan lebih khusus dari Iman. Setiap mukmin adalah muslim, dan tidak sebaliknya. Dan setiap muhsin adalah mukmin namun tidak sebaliknya.

Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulloh- hal 44.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)