“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Minggu, 17 Maret 2019

Muqadimah Pensyarah Umdatul Ahkam

Pendahuluan
الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا وسيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ونشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له ونشهد ان محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان

Kitab "Al Umdah" ini adalah seleksi dan pilihan dari riwayat-riwayat paling Shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yaitu dari dua kitab yang mulia Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Penulis rahimahallah  memilih dari keduanya dan menyusunnya sesuai bab-bab yang ditempuh ahli fikih dalam kitab-kitab furu'nya, agar bisa mempermudah orang menghafalnya dan menelitinya, mengambil pembahasan dari dalil-dalil yang sahih yang hal itu merupakan pokok-pokok dan kaidah-kaidah yang menjadi tujuan puncak dan tangga yang akan dinaiki para pemula kepada hukum-hukum Islam yang ma'tsur dari sebaik-baik manusia (Nabi shallallahu alaihi wa sallam).

Aku telah meneliti dari para ulama tentang syarah-syarah dan upaya (mereka dalam memberikan syarah) akan tetapi tidak dijumpai sampai sekarang satu pun dari syarah-syarah tersebut yang tersebar di tengah manusia dan kami tidak tahu apakah masih berupa tulisan tangan ataukah ada seiring berlalunya zaman, kecuali Syarahnya Al 'Alamah Al Mujtahid Ibnu daqiqil yang telah tersebar di tengah-tengah manusia.

Dan Syarah ini -atas kemuliaan pemiliknya dan agungnya faedah dalam metodenya-  mengelompokkan masalah sesuai dhawabith dan kaidah-kaidah ushul. Sesungguhnya perhatian beliau terhadap pembahasan ini  lebih banyak fokus untuk menjelaskan ketelitian fiqih hadits dan hukum-hukum yang dibutuhkan dan penjelasan mengenai perbedaan pendapat, namun bersamaan dengan hal ini sesungguhnya kebiasaan pembahasan yang diberikan oleh penulis adalah rumit berada diluar jangkauan pemahaman kebanyakan para penuntut ilmu dan orang-orang yang ingin mengetahui.

Oleh sebab itu saya memohon pertolongan kepada Allah untuk menulis syarah yang mudah metode-metodenya, dekat pengambilannya, dengan pembahasan terperinci agar permasalahannya tidak tumpang tindih dan campur aduk yang melahirkan kebingungan dan kerancuan.

Aku awali dengan menyampaikan "makna mujmal (global)" secara bebas yang sesuai dengan dzahir lafadz sebagai penjelasan permasalahan tersebut mengenai hikmah dari persyariatan yang tersirat dari lafadz-lafadz tersebut. Atau sebagai pengantar dan pendahuluan dan yang selain itu mengenai permasalahan yang tersirat dari kalimat-kalimat dan lafadz-lafadznya.

Jika dibutuhkan pembahasan untuk menjelaskan jalan-jalan hadits yang tidak disebutkan penulis, maka saya sertakan ringkasannya sebagai informasi tambahan tentang hal tersebut agar faedahnya lebih sempurna dan lebih lengkap pembahasannya. Kemudian saya keluarkan dari hadis tersebut permasalahan hukum-hukum dan adab-adab yang ditunjukkannya. Kemudian aku menyebutkan pendapat yang kuat dari khilaf ulama dengan menyebutkan penjelasan-penjelasan dan rujukan pengambilan pendapat mereka sebagai bantahan dari khilaf yang lemah yang tidak bersandar pada pendalilan yang kuat agar pembaca tidak terjatuh pada kerancuan pikiran yang tak ada manfaatnya.

Dan aku bersungguh-sungguh menjelaskan hikmah pensyariatan, keindahan Islam, ketinggian dan kemuliaan tujuan-tujuannya dari nash-nash tersebut agar para pembaca berdiri di atas kebaikan agamanya dan kemuliaan tujuan-tujuannya. Dan agar mereka paham bahwa Islam adalah agama dan daulah agar tidak terpengaruh dengan seruan-seruan sesat yang bertentangan dengan Islam dan prinsipnya yang tinggi.

Sangat disayangkan didapati banyak dari para da'i Islam mereka terseret dan terpedaya dengan keberadaan orang-orang Barat yang menipu. Mereka tidak meninggikan hukum-hukum Islam dan adab-adab yang diajarkan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam di atas kepala-kepala mereka. Mereka menganggap hal itu sebagai penghalang kemajuan.

Jika ditanyakan mengenai alasannya, maka engkau akan mendapatkan seperti alasannya orang-orang yang berkata:

 إِنَّا وَجَدْنَا آبَاءَنَا عَلَىٰ أُمَّةٍ وَإِنَّا عَلَىٰ آثَارِهِمْ مُهْتَدُونَ

 “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka.”
(QS Az-Zukhruf: 22)

Mereka tidak memiliki sandaran terhadap seruan-seruan mereka yang palsu, justru (seruan mereka)sejalan dengan musuh-musuh agama ini dari kalangan orang-orang Barat.

Aku memohon kepada Allah ta'ala agar Dia memberi manfaat dengan buku ini, sebagai peringatan bagi orang yang menempuh jalan finish dan menjadi penjelas bagi orang-orang yang mulai menempuh jalan (petunjuk), kemudian menjadikannya sebagai amalan yang ikhlas untuk mendapatkan wajah Allah yang mulia, sebagai pendekat kepada-Nya di darunna'im (Surga yang penuh nikmat). Dan semoga shalawat atas nabi kita Muhammad -shollallohu 'alaihi wa sallam- dan kepada keluarganya sahabatnya semuanya.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)