Penulis -hafidzahulloh ta'ala- berkata:
Pembagian syirik sangat banyak, saya sebutkan di antaranya empat belas macam.
1). Syirik dalam Rububiyah: misalnya seseorang meyakini bahwa ada selain Alloh yang menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan dan yang selain itu dari sifat-sifat Rububiyah.
2). Syirik dalam Uluhiyah: misalnya seseorang meyakini bahwa ada selain Alloh ada yang bisa memberi mudharat atau manfaat atau menyembyhkan tanpa izin dari Alloh dan yang semisal itu dari shifat-shifat Uluhiyah.
Koreksi: yang benar bahwa contoh tersebut terkait dengan syirik Rububiyah, ada pun syirik Uluhiyah yaitu seseorang meyakini bahwa ada selain Alloh yang berhak untuk diberikan suatu ibadah padanya, seperti sembelihan kurban atau nadzar atau pun do'a.
3). Syirik dalam Asma' dan Shifat, misalnya seseorang menshifati sebagian dari makhluk Alloh dengan sebagian shifat-shifat yang khusus bagi Alloh seperti pengetahuan tentang hal yang ghaib misalnya dan yang selain itu dari shifat-shifat Rabb kita -subhanahu wa ta'ala-.
4). Syirik Akbar (besar): yaitu syirik dalam keyakinan yang mengeluarkan dari Islam.
5). Syirik asghar (kecil) yaitu riya, tidak mengeluarkan dari agama Islam tapi wajib bertaubat darinya.
6). Syirik khafi (tersembunyi): yaitu seseorang beramal karena kedudukan orang lain dan ini riya juga. Dan ini sebagaimana yang saya ketahui tidak mengeluarkan dari agama Islam namun wajib taubat darinya.
7). Syirik I'tiqadi (keyakinan) yaitu syirik besar yang mengeluarkan pelkunya dari agama Islam -kita berlindung kepada Alloh darinya-.
8). Syirik amali(perbuatan) yaitu setiap amalan yang syariat Islam menghukuminya sebagai kesyirikan seperti penyembelihan kurban kepada selain Alloh, nadzar kepada selain Alloh dan yang selainnya.
9). Syirik lafdzi yaitu setiap ucapan yang syariat Islam menghukuminya sebagai kesyirikan seperti bersumpah kepada selain Alloh, seperti ucapan sebagian orang: 'Tidak ada sesuatupun bagiku kecuali Alloh dan engkau', 'aku bertawakal kepada Alloh dan kepadamu', 'kalaulah tidak karena Alloh dan fulan maka akan begini dan begitu dan yang selain itu dari lafadz-lafadz kesyirikan.
10). Syirik Tasyri' (Pensyariatan) yaitu seseorang meninggalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah, dan mengambil pendapat dan hukum-hukum manusia. Alloh ta'ala berfirman:
أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ ۚ
"Apakah mereka mempunyai sesembahan selain Allah yang menetapkan aturan agama bagi mereka yang tidak diizinkan (diridhai) Allah?" (QS Asy-Syura: 21)
10). Syirik Mahabbah: yaitu seseorang mencintai selain Alloh seperti kecintaannya kepada Alloh atau lebih lagi. Alloh ta'ala berfirman:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ
"Dan di antara manusia ada orang yang menyembah tuhan selain Allah sebagai tandingan, yang mereka cintai seperti mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah" (QS Al-Baqarah: 165)
11. Syirik Khouf dan Khosy-yah(rasa takut). Saya telah menjelaskannya pada bagian khouf, maka bisa dilihat lagi.
12. Syirik al-qoshd dan iradah (tujuan dan kehendak), yaitu seseorang menginginkan dengan amalannya kepada selain Alloh dan mengharapkan dengannya selain wajah Alloh. Inilah syirik qoshd dan irodah.
13. Syirik ketaatan: yaitu seorang hamba mentaati seseorang dalam penghalalan yang haram atau pengharaman yang halal. Alloh ta'ala berfirman:
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ
"Mereka menjadikan orang-orang alim (Yahudi), dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai tuhan selain Allah". ( QS At-Taubah: 31).
Penjelasan: Pembagian ini seluruhnya memungkinkan masuk pada salah satu dari tiga klasifikasi berikut ini:
1. Syirik I'tiqadi (keyakinan): masuk di bawahnya kesyirikan dalam Rububiyah, syirik akbar, syirik mahabbah, syirik khouf wa khosy-yah, syirik qoshd wa irodah. Dan memungkinkan juga termasuk padanya syirik uluhiyah dari sisi apa yang ada dalam hati pelakunya berupa keyakinan bahwa selain Alloh berhak untuk dipalingkan kepadanya sesuatu dari ibadah.
Dan masuk padanya juga syirik tasyri'(pensyariatan) dari sisi barang siapa berhukum dengan selain hukum Alloh dan meyakini bahwa hal itu lebih baik atau sama dengan hukum Alloh maka dia telah terjatuh dalam syirik i'tiqody (keyakinan).
2. Syirik Amaly(perbuatan): masuk padanya syirik uluhiyah seperti penyembelihan kepada selain Alloh, nadzar kepada selain Alloh, berdo'a kepada selain Alloh seperti kepada orang mati dan bintang-bintang. Ini juga syirik besar. Dan masuk padanya juga syirik tasyri' dimana seseorang meninggalkan Al-Qur'an dan As-Sunnah dan berhukum dengan pendapat manusia, undang-undang (buatan manusia) dan para dukun. Masuk padanya juga syirik ketaatan. Masuk juga riya' karena seseorang mengerjakan suatu amalan yang ditujukan untuk riya' (agar dilihat orang) dan sum'ah (didengar-dengarkan orang).
3. Syirik Lafdy(ucapan): yaitu setiap ucapan yang dihukumi syariat dengan kesyirikan seperti bersumpah kepada selain Alloh dan ucapan sebagian orang: tiada bagiku melainkan Alloh dan engkau, aku bertawakal kepada Alloh dan kepadamu, kalaulah bukan karena Alloh dan fulan maka akan demikian dan demikian dan lafadz-lafadz kesyirikan lainnya.
Dan bisa juga digolongkan apa yang telah dijelaskan dimuka menjadi dua klasifikasi:
PERTAMA: Syirik Akbar (besar). Masuk padanya seluruh kesyirikan kecuali syirik lafdzi dan syirik kecil yaitu syirik khafi.
KEDUA: Syirik Ashghar (kecil). Masuk padanya syirik ucapan dan syirik khafi. Terkadang mengantarkan kepada syirik akbar sesuai dengan keyakinan yang ada di hati pelakunya.
Diterjemahkan dari Kitab Tuhfatul Murid syarah Qoulul Mufid oleh Syaikh Nu'man bin Abdul Karim Al Watr -hafidzahulohu ta'ala- hal 74-79.



0 komentar:
Posting Komentar