“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Rabu, 14 Agustus 2019

Syarah Bulughul Maram hadits - 2: Hukum Asal Air Adalah Suci

Hadits - 2
وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ - رضي الله عنه - قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ - صلى الله عليه وسلم: «إِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌ لاَ يُنَجِّسُهُ شَيْءٌ». أَخْرَجَهُ الثَّلَاثَةُ [ص: ٦] وَصَحَّحَهُ أَحْمَدُ.

"Dan dari Abu Sa'id Al-Khudry -radhiyallohu 'anhu- berkata: Bersabda Rasululloh -shollallohu 'alaihi wa sallam-: "Sesungguhnya air itu suci dan tidak ada sesuatu pun yang menajiskannya".
Dikeluarkan oleh tiga¹ dan dishahihkan Ahmad.

Faidah Hadits:
1. Hadits ini disebut hadits sumur Bidho'ah.
2. Air adalah suci selama benda najis tidak merubah salah satu dari tiga sifatnya yaitu baunya, rasanya dan warnanya baik sedikit maupun banyak. Ini adalah perkataan Imam Malik dan Dzohiriyah.
As-Saukany berkata dalam Subulus Salam bahwa tidak ada dalil tentang perbedaan antara sedikit dan banyaknya air. Dan ini adalah pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qoyyim.
Kalangan Hanafiyah dan Syafiiyah berpendapat bahwa air yang sedikit, najis memudharatkannya (menjadikannya najis) adapun bila banyak maka najis tidak berpengaruh padanya kecuali berubah salah satu dari sifatnya.

Catatan:
1. Yang tiga yaitu Abu Dawud, At-Tirmidzi dan An-Nasa'i.

Terjemah Tuhfatul Kiram Syarah Bulughul Maram karya Syaikh Muhammad Luqman As-Salafy.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)