“Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri?” (QS. Fushshilat: 33)

Selasa, 06 Agustus 2019

Tafsir Surat An-Naas

Alloh -ta'ala- berfirman:
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ # مَلِكِ النَّاسِ # إِلَٰهِ النَّاسِ # مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ # الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ # مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

1). Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhannya manusia,
2). Raja manusia,
3). Sembahan manusia,
4). dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi,
5). yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia,
6). dari (golongan) jin dan manusia.”

Syaikh Nashir As-Sa'dy -rahimahulloh- berkata dalam kitab tafsirnya:
"Surat ini mengandung permintaan perlindungan kepada Rabb (Tuhannya) manusia, pemiliknya dan sesembahannya dari setan yang merupakan asal dan sumber dari seluruh keburukan; yang karena fitnah dan keburukannya ia membisikkan ke dalam dada-dada manusia. Sehingga dia menjadikan keburukan nampak bagus bagi mereka dan menampakkan keburukan tersebut dalam bentuk yang indah. Setan mengerahkan segenap kemampuannya untuk melakukannya.

Dan dia mengesankan kebaikan sebagai keburukan dan menghalang-halangi darinya. Setan menampakkan kebaikan tersebut berbeda dengan kenyataannya. Setan senantiasa seperti ini memberikan was-was dan bersembunyi, yakni menjauh jika seorang hamba berdzikir kepada Rabb-nya dan meminta tolong untuk menolaknya.

Maka selayaknya  bagi hamba untuk meminta pertolongan, perlindungan, dan penjagaan dengan Rububiyah Alloh untuk segenap manusia. Sesungguhnya seluruh makhluk berada di bawah Rububiyah dan kekuasaanNya. Setiap yang melata Dialah yang memegang ubun-ubunnya. Dan karena uluhiyahNya Dia menciptakan mereka. Maka tidaklah sempurna bagi mereka kecuali dengan mencegah keburukan musuh mereka yang ingin memutuskan Uluhiyah (pengakuan bahwa Allohlah satu-satunya yang berhak diibadahi dengan benar) dari mereka dan berusaha memalingkan mereka darinya. Dan setan ingin menjadikan mereka termasuk golongannya agar menjadi penghuni neraka. Dan was-was sebagaimana bisa berasal dari Jin juga bisa dari manusia. Oleh karenanya Alloh berfirman: مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ "dari golongan jin dan manusia".

Segala puji bagi Alloh yang awal dan yang akhir, secara lahir dan batin. Dan kita memohon kepada Alloh agar menyempurnakan nikmatNya dan mengampuni dosa-dosa kita yang menghalangi antara kita dengan barakahNya yang banyak, dan (mengampuni juga) kesalahan dan hawa nafsu yang menjauhkan hati-hati kita dari mempelajari ayat-ayatNya. Kita mengharap dan berharap kepadaNya agar Dia tidak mengharamkan untuk kita kebaikan yang ada di sisiNya karena keburukan yang ada pada kita. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari berharap kepada Alloh kecuali orang-orang kafir. Dan tidak ada yang putus harapan dari rahmatNya kecuali orang-orang yang sesat.

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ # مَلِكِ النَّاسِ # إِلَٰهِ النَّاسِ # مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ # الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ # مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

وهذه السورة مشتملة على الاستعاذة برب الناس ومالكهم وإلههم، من الشيطان الذي هو أصل الشرور كلها ومادتها، الذي من فتنته وشره، أنه يوسوس في صدور الناس، فيحسن [لهم] الشر، ويريهم إياه في صورة حسنة، وينشط إرادتهم لفعله،
ويقبح لهم الخير ويثبطهم عنه، ويريهم إياه في صورة غير صورته، وهو دائمًا بهذه الحال يوسوس ويخنس أي: يتأخر إذا ذكر العبد ربه واستعان على دفعه.
فينبغي له أن [يستعين و] يستعيذ ويعتصم بربوبية الله للناس كلهم.
وأن الخلق كلهم، داخلون تحت الربوبية والملك، فكل دابة هو آخذ بناصيتها.
وبألوهيته التي خلقهم لأجلها، فلا تتم لهم إلا بدفع شر عدوهم، الذي يريد أن يقتطعهم عنها ويحول بينهم وبينها، ويريد أن يجعلهم من حزبه ليكونوا من أصحاب السعير، والوسواس كما يكون من الجن يكون من الإنس، ولهذا قال: ﴿مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ﴾.
والحمد لله رب العالمين أولًا وآخرًا، وظاهرًا وباطنًا.
ونسأله تعالى أن يتم نعمته، وأن يعفو عنا ذنوبًا لنا حالت  بيننا وبين كثير من بركاته، وخطايا وشهوات ذهبت بقلوبنا عن تدبر آياته.
ونرجوه ونأمل منه أن لا يحرمنا خير ما عنده بشر ما عندنا، فإنه لا ييأس من روح الله إلا القوم الكافرون، ولا يقنط من رحمته إلا القوم الضالون.

Diterjemah dari tafsir As-Sa'dy.

0 komentar:

Posting Komentar

 
*MUTIARA HADITS NABI SHOLLALLOHU 'ALAIHI WA SALLAM* Abu Sa'id al-Khudri mengatakan bahwa ia mendengar Rasulullah صلی الله عليه وسلم bersabda, "Apabila seorang hamba (manusia) masuk Islam dan bagus keislamannya, maka Allah menghapuskan darinya segala kejelekan yang dilakukannya pada masa lalu. Sesudah itu berlaku hukum pembalasan. Yaitu, suatu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat; sedangkan kejelekan hanya dibalas sepadan dengan kejelekan itu, kecuali jika Allah memaafkannya."(HR BUKHARI) Anas رضي الله عنه mengatakan bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda, "Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah' dan di dalam hatinya ada kebaikan (7 - di dalam riwayat yang mu'alaaq: iman [17] ) seberat biji gandum. Akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di dalam hatinya ada kebaikan seberat biji burr. Dan, akan keluar dari neraka orang yang mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan melainkan Allah', sedang di hatinya ada kebaikan seberat atom."(HR BUKHARI)